Dalam sejarah industri perfilman tanah air, nama Frank Rorimpandey sudah tidak asing lagi. Pria kelahiran Kota Surabaya, Jawa Timur pada 9 Desember 1943 itu merupakan aktor sekaligus sutradara yang telah menorehkan banyak prestasi.
Saat usianya 20 tahun, ia sudah menjadi pemeran film Masa Topan dan Badai. Selain film, ia juga beradu akting dalam sinetron Malam Lebaran di Atas Kuburan yang disutradarai Pramana Pmd, serta sinetron Laksmi Wanita Pejuang di bawah asuhan sutradara Tatiek Maliyati.
Advertisement
Sinetron dan Film yang Pernah Dibintangi
Sejak saat itu, setiap tahun aktivitas Frank dalam dunia seni peran tak pernah pudar. Banyak tawaran pekerjaan yang menghampirinya. Pada tahun 1964, ia didapuk menjadi pemeran sinetron televisi berjudul My Special Baby karya sutradara Wahyu Sihombing dan Tatiek Maliyati. Kemudian juga menjadi pemeran dalam sinetron Pinangan yang disutradarai Toto Edi Sila, sinetron Bila Burung-burung Berkicau karya sutradara Misbach Yusa Biran, dan sinetron Cawan yang disutradarai Khouw Hok Goan.
Pada tahun 1965, ia menjadi pemeran dalam sinetron Citra karya sutradara Mardali Syarief. Lalu, pada tahun 1966 ia menjadi pemeran dalam film Fadjar di Tengah Kabut dan sinetron Pejuang Tak Dikenal karya sutradara Saptobusono.
Beberapa sinetron dan film lain yang pernah ia bintangi yakni Bengawan Solo, Si Doel Anak Betawi, Roman Picisan, dan masih banyak lagi.
Advertisement
Penulis Skenario dan Sutradara
Frank tak puas hanya menjajal dunia akting di atas panggung. Ia pun terjun menekuni profesi di balik layar sebagai penulis skenario hingga sutradara.
Skenario film pertama yang ia tulis ialah Laki-laki Pilihan yang tayang pada 1973. Bahkan, tahun berikutnya ia berhasil menunjukkan kemampuannya menjadi penulis skenario sekaligus sutradara film Ita Si Anak Pungut.
Beberapa film di mana ia berperan sebagai penulis skenario sekaligus sutradara yakni Lonceng Maut, Mutiara, Beningnya Hati Seorang Gadis, Tapak-tapak Kaki Wolter Monginsidi, Gepeng Bayar Kontan, Untuk Sebuah Nama, Akibat Buah Terlarang, Penyesalan Seumur Hidup, dan beberapa lainnya.
Advertisement
Penghargaan
Penghargaan pertama yang disabet Frank ialah Pemain Pendatang Baru Pria Terbaik dalam perhelatan Festival Film Indonesia tahun 1967. Penghargaan itu ia dapat berkat aktingnya dalam film Fadjar di Tengah Kabut.
Pada tahun 1978 ia diganjar Piala Citra sebagai Sutradara Terbaik berkat film Perawan Desa. Beberapa film yang mendapat penghargaan ialah Tapak-tapak Kaki Wolter Monginsidi 1982, Arie Hanggara, dan Akibat Kanker Payudara.
Setelah serangkaian prestasi yang ia torehkan, Frank Rorimpandey meninggal di Bekasi, Jawa Barat pada 23 Agustus 2010 dalam usia 66 tahun.