Kisah Ratusan PKL Jualan di Pinggir Jalan, Sadar Ganggu Pengendara tapi Butuh Uang
Merdeka.com - Ratusan pedagang berjualan di sepanjang jalan dari Bundaran Taman Pinang hingga pertigaan ujung selatan Gading Fajar, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Mereka bukannya tak sadar aktivitasnya berjualan di pinggir jalan mengganggu pengguna jalan, namun mereka terpaksa berjualan di sana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Persoalan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Pinang dan Gading Fajar Sidoarjo seperti tak ada habisnya. Para pedagang ingin tempat yang layak, sementara masyarakat mengeluh lantaran banyak pedagang berjualan di jalan raya,” tulis akun Instagram @dolordarjo, Jumat (11/2/2022).
Penertiban PKL
View this post on InstagramSatpol PP bersama personel Polres Sidoarjo terbilang cukup sering melakukan penertiban pedagang di pinggir jalan. Namun, penertiban tersebut seolah tak ada gunanya.
"Kami selalu was-was setiap kali jualan. Biasanya petugas datang tiba-tiba, obrakan, sehingga kami harus berkemas dan bergegas," tutur seorang pedagang yang berjualan di pinggir jalan Taman Pinang menggunakan mobil.
Mereka sadar bahwa berjualan di pinggir jalan mengganggu kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu, sebagian dari mereka berharap pemerintah memiliki kebijakan untuk merelokasi para pedagang kaki lima ke tempat yang layak.
Rencana Penataan PKL

©Biro Pers Sekretariat Presiden
Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor mengaku sudah melakukan sejumlah langkah untuk menangani PKL di kawasan Taman Pinang dan Gading Fajar.
Pihaknya telah melakukan pendataan, pemetaan, dan menyiapkan beberapa strategi untuk mengatasi persoalan PKL di Kabupaten Sidoarjo.
"Akan kami tata. Tentu konsepnya tidak sekadar penggusuran, tapi juga memberi solusi para pedagang agar mereka tetap bisa berjualan," kata Gus Muhdlor, panggilan Bupati Sidoarjo.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya