Kisahnya bikin pilu
Advertisement
Advertisement
Tak ada yang menyangka Zidan akan mengalami musibah tragis. Padahal, sepekan lalu ia masih berada di rumah orang tuanya. Zidan jadi korban pembunuhan usai ia pulang kampung.
Ohibi Arif, ayah korban, mengaku telah mengikhlaskan kepergian sang anak, walau dengan berat hati. Meski demikian, ia berharap pelaku mendapat hukuman setimpal. Pelaku pembunuhan terhadap Zidan adalah Altafasalya Ardnika Basya alias AAB (23), senior korban di kampus.
Advertisement
Semasa hidupnya, Zidan dikenal sebagai anak yang pendiam dan berperilaku baik kepada sanak saudaranya. Sementara dari sisi akademik, Zidan adalah anak yang berprestasi sejak SMA. Ia termasuk satu dari 30 pelajar kelas akselerasi di SMAN 1 Probolinggo . Bahkan, ia satu-satunya pelajar di sekolah itu yang diterima di UI melalui jalur SNMPTN.
Di kampusnya, Zidan dikenal sebagai mahasiswa berprestasi baik dalam ranah akademik maupun nonakademik. Semangat belajarnya disebut menjadi motivasi bagi rekan-rekan sesama mahasiswa. (Foto: Instagram @mnzidan)
Dikutip dari liputan6.com, Zidan dikenal sebagai anak rumahan. Saat tidak ada kegiatan di kampus, ia memilih pulang ke indekosnya di Depok. Tak disangka, indekos ini menjadi lokasi korban meregang nyawa di tangan seniornya. Pelaku membunuh korban karena ingin menguasai barang berharga milik korban.
Advertisement
Advertisement