Jual Cupang hingga Amerika dan Arab, Kisah Pria Asal Kediri Ini Bisa Jadi Inspirasi
Merdeka.com - Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai berdampak pada lesunya perekonomian di sejumlah sektor. Meski demikian, ada juga sektor usaha yang mampu bertahan, bahkan surplus. Salah satunya budidaya ikan hias jenis cupang yang digeluti Agus Torif Yusuf, warga Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Dikutip dari Instagram @infojatim, Rabu (16/9/2020), di masa pandemi, bisnis cupang milik Agus justru mengalami lonjakan permintaan. Tidak hanya dari dalam negeri, pembeli ikan cupang budidaya Agus juga datang dari pasar luar negeri.
Dalam sebulan, Agus mengaku bisa menjual 30 ribu ekor ikan cupang dari kolamnya. Ia membanderol harga ikan cupang bervariatif, mulai dari Rp3 ribu hingga Rp300 ribu. Selain itu, ada juga yang harganya mencapai Rp1 juta per ekor.
Berdayakan Tetangga

©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
“Kalau luar negeri ke USA, tapi hanya satu dua ke para hobi. Tapi kalau pengambilan rutin partai besar kami kerjasama dengan supplier, paling banyak ke Abu Dhabi (Uni Emirat Arab),” jelas Agus.
Selain mencari keuntungan, bisnis ikan cupang Agus juga memberdayakan 12 ibu rumah tangga di lingkungan tempat tinggalnya.
“Dulu kan ibu-ibu kalau pagi, habis masak nganggur, nah daripada saya mencari karyawan bekerja di sini, lebih baik saya pekerjakan di rumahnya masing-masing dan tidak menyita waktunya, bisa sore, bisa pagi,” ungkapnya.
Punya Banyak Reseller

©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Sampai berita ini ditulis, agus sudah mempunyai banyak reseller yang mengambil ikan cupang di rumahnya. Agung Indra, salah satu reseller yang berasal dari Malang bahkan juga telah melakukan penjualan hingga ke pasar internasional. Agung menjadi salah satu reseller yang mengambil ikan cupang di kolam milik Agus dengan omzet cukup besar.
“Permintaan kebanyakan Jakarta, Jawa Tengah, kalau luar pulau itu daerah Makasar, Tarakan Kalimantan, dan Papua. Kalau luar negeri pernah ke USA. Saya jual mulai jual di angka Rp250 ribu sampai Rp1,5 juta untuk varian yang berbeda. Kalau ikan terbilang langka, itu pasti saya jualnya lebih mahal lagi,” pungkasnya.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya