Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jenis-Jenis Sepeda Lengkap dengan Karakteristik dan Fungsinya, Cek Sebelum Beli

Jenis-Jenis Sepeda Lengkap dengan Karakteristik dan Fungsinya, Cek Sebelum Beli Ilustrasi sepeda. ©Pixabay/SarahNic

Merdeka.com - Terdapat banyak sekali jenis-jenis sepeda yang dijual di pasaran. Saat hendak membelinya, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu jenis sepeda apa yang Anda butuhkan. Di era modern yang serba digital sekarang pun, penggunaan sepeda masih terus dilestarikan oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Sepeda adalah salah satu kendaraan kuno terbaik yang masih sangat diminati hingga saat ini. Sepeda memiliki sejarah sekitar lebih dari 600 tahun. Jenis-jenis sepeda pada zaman dulu pun memiliki tampilan yang sangat berbeda dari yang Anda kenal sekarang.

Jenis-jenis sepeda telah berkembang secara signifikan dari waktu ke waktu dengan inovasi besar yang secara dramatis mengubah semua bentuk dan fiturnya.Terlebih, bersepeda juga menawarkan banyak kemudahan dan manfaat kesehatan seperti mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung.

Masyarakat menggunakan sepeda sebagai kendaraan utama, dan ada juga yang menggunakannya untuk sekadar hobi. Lantas, ada berapa banyak jenis-jenis sepeda yang umum dijual di pasaran? Berikut selengkapnya, dilansir daricenturycycles.com danedinburghbicycle.com.

1. Sepeda Jalan Raya

Jenis-jenis sepeda yang pertama adalah sepeda jalan. Seperti namanya, sepeda jalan raya dirancang untuk dikendarai di jalan raya. Jenis sepeda jalan raya dioptimalkan untuk membuat aktivitas bersepeda di jalan raya menjadi seefisien mungkin.

Sepeda jalan raya dirancang untuk membantu pengendara sepeda mendapatkan pengalaman berkendara yang maksimal, yang terpancar dari geometri tertentu (yaitu bentuk rangka) sepeda, lebar ban, dan berat komponen.

Karakteristik sepeda jalan raya adalah, rangkanya ringan, ban tipis, setang drop (yaitu setang yang melengkung ke bawah di bawahnya sendiri) dan rasio roda gigi yang tinggi (yaitu roda gigi diatur untuk mendukung roda gigi yang membantu Anda melaju sangat cepat).

2. Sepeda Gunung

Jenis-jenis sepeda yang kedua adalah sepeda gunung. Sepeda gunung dirancang untuk digunakan di pegunungan atau di jalur off-road, yang berarti rangkanya lebih tebal, memiliki ban yang menonjol, dan geometri rangka yang membuatnya lebih cocok untuk medan yang sangat tidak rata.

Karakteristik sepeda gunung adalah bentuknya lebar, ban menonjol untuk traksi, dan berbagai roda gigi untuk membantu Anda naik dan melewati gunung atau melintasi medan. Beberapa sepeda gunung memiliki suspensi depan tetapi kaku di belakang ('hardtail'), dan beberapa memiliki suspensi depan dan belakang untuk bantalan lompatan dan jatuh ('suspensi penuh' atau 'sus penuh').

3. Sepeda Hibrida/Komuter

Jenis-jenis sepeda yang ketiga adalah sepeda hibrida atau sepeda komuter. Sepeda hibrida atau sepeda komuter pada dasarnya adalah campuran antara sepeda jalan raya dan sepeda gunung. Jenis sepeda ini memberi Anda keserbagunaan untuk melakukan banyak aktivitas sehari-hari.

Karakteristik sepeda hibrida adalah memiliki setang datar bukan setang drop. Beberapa model memiliki suspensi depan untuk meredam gundukan di jalan atau di trek, dan model lainnya tidak. Sepeda jenis ini dirancang dengan mempertimbangkan keserbagunaan dan kenyamanan, sehingga mereka memiliki geometri sepeda gunung yang nyaman tetapi dengan ban yang lebih licin dan lebih sempit.

4. Sepeda Cyclocross

Jenis-jenis sepeda yang ke empat adalah sepeda cyclocross. Juga dikenal sebagai 'Sepeda Silang', ini adalah sepeda yang mengikuti tradisi pengendara sepeda jalan di masa lalu, yang menukar ban jalan licin dengan ban knobblier. Sepeda cyclocross bisa menjadi sepeda yang sempurna di segala musim dan cuaca jika Anda mencari sepeda jalan cepat yang mampu mengatasi perjalanan off-road.

Karakteristik sepeda cyclocross yang paling mudah dikenali adalah setang drop seperti sepeda jalan, bukan setang datar hibrida. Seperti hibrida, ada juga jarak yang cukup (ruang di sekitar roda) untuk ban knobblier dan spatbor. Sepeda cyclocross memiliki lebih banyak kemiripan dengan sepeda jalan daripada sepeda hibrida.

5. Sepeda Lipat

Jenis-jenis sepeda yang kelima adalah sepeda lipat. Sepeda lipat adalah jenis sepeda yang sangat ideal bagi Anda yang suka travelling ke luar kota atau luar negeri sambil membawa sepeda. Sepeda lipat juga cocok bagi Anda yang tinggal di apartemen kecil atau rumah yang tak banyak memiliki tempat penyimpanan.

Jenis sepeda lipat juga baik untuk dibawa berkomuter dengan bus atau kereta api, atau untuk Anda yang tidak memiliki tempat yang aman untuk memarkir sepeda di tempat kerja. Sebagian besar sepeda lipat memiliki roda yang lebih kecil, membuatnya sedikit kurang efisien dan lebih sulit untuk dikendalikan daripada sepeda standar. Tetapi sebagian besar penggemar sepeda lipat merasakan manfaat yang besar saat menggunakannya.

6. Sepeda Touring

Jenis-jenis sepeda yang ke enam adalah sepeda touring. Sepeda touring adalah jenis sepeda jalan khusus lainnya. Mereka dirancang untuk dikendarai di trotoar, tetapi lebih tahan lama untuk digunakan pada pengendaraan jarak jauh mandiri.

Sepeda touring memiliki semua baut pemasangan yang diperlukan untuk rak kargo dan spatbor, dan meskipun masih memiliki stang drop, sepeda ini biasanya memiliki desain rangka yang lebih santai sehingga pengendara lebih tegak, untuk kenyamanan lebih saat berkendara jarak jauh selama beberapa hari di sebuah waktu.

Sepeda ini juga memiliki jangkauan gigi yang lebih rendah dibandingkan dengan sepeda jalan biasa, untuk memungkinkan membawa beban berat ke atas bukit yang curam. Ini juga adalah jenis sepeda komuter yang baik, karena daya tahan dan kemampuannya untuk membawa beban berat.

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP