Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelaskan Pengertian Gotong-Royong dan Manfaatnya, Menarik Dipelajari

Jelaskan Pengertian Gotong-Royong dan Manfaatnya, Menarik Dipelajari Ilustrasi buku. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/monticello

Merdeka.com - Jika Anda mendapatkan pertanyaan yang berbunyi jelaskan pengertian gotong-royong, maka untuk menjawabnya Anda perlu membaca artikel ini hingga selesai. Gotong-royong adalah sesuatu yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Gotong-royong adalah praktik peninggalan masa lalu yang terbukti memiliki banyak manfaat dalam pergaulan sosial. Ditransformasikan secara generasional, budaya gotong-royong adalah sebuah bentuk kearifan lokal yang masih lekat dalam masyarakat hingga era modern kini.

Gotong-royong merupakan sikap positif yang mendukung perkembangan dan patut dipertahankan sebagai salah satu perwujudan kebiasaan melakukan pekerjaan secara bersama-sama. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai pengertian gotong-royong yang menarik untuk dipelajari.

Pengertian Gotong-Royong

Gotong-royong adalah salah satu budaya khas Indonesia hasil warisan masa lalu yang mengedepankan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi. Dalam KBBI, istilah gotong-royong diartikan sebagai bekerja bersama-sama atau tolong-menolong, bantu-membantu.

Dalam sistem gotong-royong, masyarakat bahu-membahu untuk meringankan beban sesamanya yang sedang membutuhkan. Kehidupan gotong-royong banyak ditemukan pada masyarakat yang berakar pada tradisi pertanian pedesaan atau agraris, yang disebut Eric Wolf dengan istilah Peasant Commmunity.

Tradisi pertanian mengharuskan masyarakat petani untuk saling bekerja sama sejak mulai menyemai bibit, menanamnya, merawatnya hingga memanennya. Gotong-royong lantas menjadi cara hidup, bertahan hidup dan berelasi di dalam masyarakat agraris yang berbentuk masyarakat paguyuban (Soekanto, 1982: 116).

Dikemukakan oleh Bintarto (1980:11), gotong-royong merupakan perilaku sosial yang kongkrit dan merupakan suatu tata nilai kehidupan sosial yang turun temurun dalam kehidupan di desa-desa Indonesia. Gotong-royong telah menjadi bagian dalam etika sosial dan budaya yang bertolak dari rasa kemanusiaan.

Bentuk Gotong-Royong

Dari beberapa literasi diketahui bahwa budaya gotong-royong di Indonesia terdiri dari dua bentuk, yakni gotong-royong tolong-menolong dan gotong-royong kerja bakti.

Menurut Bintarto (1980, hlm. 10), gotong-royong tolong menolong ini berupa tolong menolong yang terbatas di dalam lingkungan beberapa keluarga tetangga atau satu dukuh, misalnya dalam hal kematian, perkawinan, mendirikan rumah dan sebagainya.

Sifat dari gotong-royong pertama ini adalah sukarela tanpa campur tangan pamong desa. Gotong-royong semacam ini terlihat sepanjang masa, bersifat statis karena merupakan suatu tradisi saja, merupakan suatu hal yang diterima secara turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya.

Sementara, bentuk gotong-royong kedua yakni kerja bakti adalah satu aktivitas pengarahan tenaga tanpa bayaran untuk suatu proyek yang bermanfaat untuk umum atau yang berguna untuk pemerintah. Kerja bakti berasal dari zaman kerajaan-kerajaan kuno, di mana rakyat di desa dapat dikerahkan untuk bekerja tanpa bayaran dalam proyek-proyek pembangunan bagi raja, bagi agama atau bagi kerajaan.

Dalam penjajahan, sistem kerja bakti ini dipergunakan untuk mengerahkan tenaga bagi proyek-proyek pemerintah kolonial, menurut Koentjaraningrat (1990, hlm. 60).

Manfaat Gotong-Royong

Masih banyak daerah di negara Indonesia yang mempertahankan budaya gotong-royong dalam kehidupan bermasyarakatnya. Karena selain menguntungkan bagi warganya sendiri, gotong-royong juga dapat menumbuhkan rasa persaudaraan sebagai rasa senasib sepenanggungan sesama warga.

Gotong-royong juga umumnya lahir dari kesadaran diri sendiri tanpa ada unsur paksaan atau perintah dari orang lain. Menurut Sudrajat (2014, hlm. 16), dengan adanya gotong-royong masyarakat dapat memperoleh beberapa keuntungan atau manfaat, di antaranya:

  1. Pekerjaan menjadi lebih mudah dan ringan dibandingkan apabila dilakukan secara perorangan.
  2. Memperkuat dan mempererat hubungan antarwarga komunitas di mana mereka berada bahkan dengan kerabatnya yang telah bertempat tinggal di tempat lain. 
  3. Menyatukan seluruh warga komunitas yang terlibat di dalamnya.

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP