Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hidroponik adalah Budidaya Tanam Tanpa Tanah, Ini Penjelasannya

Hidroponik adalah Budidaya Tanam Tanpa Tanah, Ini Penjelasannya hidroponik. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman tanpa tanah, melainkan menggunakan air sebagai medium tanamnya yang mengandung nutrisi dan oksigen dalam kadar tertentu. Ya, hidroponik adalah teknik menanam menggunakan air atau bahan porous lainnya seperti kerikil, pecahan genteng, arang sekam, pasir, dan batu bata sebagai media nutrisi yang akan diserap tanaman untuk pertumbuhannya.

Kelebihan sistem hidroponik antara lain adalah penggunaan lahan lebih efisien, tanaman berproduksi tanpa menggunakan tanah, kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih, penggunaan pupuk dan air lebih efisien, pengendalian hama dan penyakit lebih mudah. Kekurangannya, sistem hidroponik membutuhkan ketelitian, ketelatenan, dan pemantauan secara terus-menerus.

Berikut informasi selengkapnya mengenai apa itu hidroponik dan hal-hal relevan terkait lainnya.

Sudah Ada Sejak Tahun 1900an

Hidroponik adalah sistem tanam yang sudah dikembangkan sejak tahun 1900an di Amerika. Sejarah hidroponik sendiri bisa ditarik sejak ribuan tahun lalu (±2600 tahun yang lalu) dalam Taman gantung (Hanging Gardens) Babylon. Hidroponik sendiri mulai memasuki Indonesia pada tahun 1970an.

Hidroponik (Hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Situasi keterbatasan lahan yang terutama terjadi di kawasan urban membuat banyak orang melirik sistem hidroponik sebagai cara menanam.

Hidroponik dipilih karena lebih fleksibel dan dapat ditempatkan di mana saja. Dalam sistem hidroponik, tanaman ditanam dalam media tumbuh, dan campuran air dan pupuk didistribusikan, mendorong pertumbuhan yang berkualitas. Hidroponik adalah metode tanam tak-tumbuh yang bebas kotoran, hemat-ruang, dan efektif-air. 

Hidroponik dapat ditempatkan di lingkungan pertumbuhan yang terkendali. Teknik bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik, memiliki pengaruh yang cukup baik pada kualitas tanaman yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan pada teknik hidroponik lebih menekankan kebutuhan akan nutrisi untuk tanaman.

Menggunakan Air Sebagai Media Tanam

Secara harafiah hidroponik adalah penanaman dalam air yang mengandung campuran hara. Hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai media tanam, melainkan air. Media tumbuh yang digunakan bisa Perlite, pasir, Rockwool, dll. Peran utama mereka adalah untuk mentransfer nutrisi dalam air dan menjaga akar tetap teroksigenasi.

Nutrisi ditambahkan ke air dan dipindahkan ke media tanam dan melalui akar tanaman biasanya dengan pompa air. Interval setiap tindakan sering diatur oleh timer. Ada beberapa sistem hidroponik, tetapi semuanya bekerja sesuai dengan prinsip di atas.

Sistem hidroponik merupakan cara produksi tanaman yang sangat efektif. Sistem ini dikembangkan berdasarkan alasan bahwa jika tanaman diberi kondisi pertumbuhan yang optimal, maka potensi maksimum untuk berproduksi dapat tercapai.

Tanaman hidroponik biasanya berada di dalam ruangan atau di rumah kaca. Artinya, dalam sistem hidroponik petani berperan penuh dalam manajemen lingkungan tanam seperti iklim, suhu, lampu, ventilasi, dan sebagainya.

Klasifikasi Hidroponik

Hidroponik berdasarkan sistem irigasinya dikelompokkan menjadi: (1) Sistem terbuka di mana larutan hara tidak digunakan kembali, misalnya pada hidroponik dengan penggunaan irigasi tetes drip irrigation atau trickle irrigation, (2) Sistem tertutup, di mana larutan hara dimanfaatkan kembali dengan cara resirkulasi.

Sementara berdasarkan penggunaan media atau substrat dapat dikelompokkan menjadi Substrate System dan Bare Root System. Substrate system atau sistem substrat adalah sistem hidroponik yang menggunakan media tanam untuk membantu pertumbuhan tanaman. Sistem ini meliputi sand culture, gravel culture, rockwool, dan bag culture. 

Untuk Bare Root System atau sistem akar telanjang adalah sistem hidroponik yang tidak menggunakan media tanam untuk membantu pertumbuhan tanaman, meskipun block rockwool biasanya dipakai di awal pertanaman. Sistem ini meliputi Deep Flowing System, Teknologi Hidroponik Sistem Terapung (THST), Aeroponics, Nutrient Film Tecnics (NFT), dan Mixed System.

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP