Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gejala Sakit Pinggang dan Cara Mengatasinya secara Aman, Ini Selengkapnya

Gejala Sakit Pinggang dan Cara Mengatasinya secara Aman, Ini Selengkapnya ilustrasi sakit pinggang. © prevention.com

Merdeka.com - Sakit pinggang adalah gangguan kesehatan yang sering menimpa banyak orang, baik orang tua maupun anak muda. Sakit pinggang biasanya terjadi akibat beberapa kondisi, misalnya postur tubuh yang kurang baik saat bekerja. Bagi kebanyakan orang, sakit pinggang biasanya tidak dianggap sebagai suatu masalah yang serius.

Tetapi, tahukah Anda bahwa sakit pinggang bisa menjadi penyebab dari beberapa permasalahan medis yang serius? Sakit pinggang umumnya disebabkan oleh cedera otot atau sendi pada area pinggang. Tetapi, sakit pinggang juga bisa disebabkan oleh infeksi, gangguan pada ginjal, dan masalah di tulang belakang.

Terdapat beberapa gejala umum yang muncul akibat sakit pinggang. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai penyebab sakit pinggangdan gejalanyayang perlu Anda ketahui, beserta cara mengatasinya. Simak ulasannya.

Gejala Sakit Pinggang

Gejala sakit pinggang yang paling utama adalah nyeri di bagian punggung yang terkadang menjalar sampai ke area bokong dan tungkai kaki. Beberapa gejala sakit pinggang lainnya bahkan bisa menyebabkan rasa sakit di bagian tubuh lain, tergantung pada saraf yang terkena. Berikut ini adalah gejala sakit pinggang yang sering terjadi, dilansir dari alodokter.com:

  • Pinggang terasa pegal/kaku/menusuk
  • Rasa nyeri menjalar dari pinggang ke bokong dan tungkai kaki
  • Sulit untuk bergerak atau berdiri tegak
  • Rasa sakit memburuk saat terlalu lama duduk atau pada malam hari
  • Rasa sakit memburuk saat membungkuk, mengangkat benda yang berat, dan berjalan
  • Tungkai terasa mati rasa atau lemah
  • Gejala sakit pinggang ini biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga minggu, terutama jika penyebabnya adalah cedera otot. Terkadang, gejala sakit pinggang ini dapat menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun, namun akan kembali lagi sewaktu-waktu. Namun, Anda harus segera menemui dokter jika Anda juga mengalami beberapa gejala sakit pinggang di bawah ini:

  • Berat badan menurun
  • Badan terasa demam
  • Terjadi peradangan dan pembengkakan di pinggang
  • Sakit punggung terasa terus-menerus
  • Kaki terasa sakit
  • Nyeri mencapai hingga ke bawah lutut
  • Mengalami cedera trauma atau pukulan di punggung
  • Kesulitan buang air kecil
  • Mati rasa di sekitar alat kelamin
  • Kondisi sakit pinggang berkepanjangan, apalagi jika dibarengi dengan gejala sakit pinggang yang disebutkan setelahnya, dapat menjadi pertanda sebuah penyakit serius. Untuk itu, baiknya segera periksakan diri Anda ke dokter.

    Penyebab Sakit Pinggang

    Sakit pinggang sering kali berkembang tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi oleh dokter dengan tes atau studi pencitraan. Namun, tetap saja ada beberapa kesamaan dalam laporan pasien yang mengeluh tentang sakit pinggang. Melansir mayoclinic.org, berikut ini adalah beberapa penyebab atau kondisi umum dari sakit pinggang, yakni:

  • Ketegangan otot atau ligamen. Mengangkat barang berat yang berulang atau gerakan canggung yang tiba-tiba dapat membuat otot punggung dan ligamen tulang belakang menjadi tegang. Jika Anda dalam kondisi fisik yang buruk, ketegangan yang terus-menerus pada punggung dapat menyebabkan kejang otot yang menyakitkan.
  • Disk yang menggembung atau pecah. Disk atau cakram bertindak sebagai bantalan di antara tulang (vertebra) di tulang belakang Anda. Bahan lembut di dalam cakram bisa membengkak atau pecah dan menekan saraf. Namun, Anda bisa memiliki cakram yang menggembung atau pecah tanpa sakit punggung. Penyakit cakram sering ditemukan secara tidak sengaja saat Anda menjalani rontgen tulang belakang karena alasan lain.
  • Radang sendi. Osteoartritis dapat menyerang punggung bawah. Dalam beberapa kasus, artritis di tulang belakang dapat menyebabkan penyempitan ruang di sekitar sumsum tulang belakang, suatu kondisi yang disebut stenosis tulang belakang.
  • Osteoporosis. Tulang belakang dapat mengalami patah tulang yang menyakitkan jika tulang Anda menjadi keropos dan rapuh.
  • Faktor Risiko Sakit Pinggang

    Siapa pun bisa mengalami sakit pinggang, bahkan anak-anak dan remaja. Faktor-faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko Anda terserang sakit pinggang, yakni:

  • Usia. Sakit pinggang lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, dimulai sekitar usia 30 atau 40 tahun.
  • Kurang olah raga. Otot yang lemah dan tidak digunakan di punggung dan perut Anda dapat menyebabkan sakit.
  • Kelebihan berat. Berat badan berlebih memberi tekanan ekstra pada pinggang dan punggung Anda.
  • Penyakit. Beberapa jenis radang sendi dan kanker dapat menyebabkan sakit pinggang.
  • Pengangkatan yang tidak tepat. Menggunakan punggung sebagai pengganti kaki dapat menyebabkan sakit pada pinggang dan punggung.
  • Kondisi psikologis. Orang yang rentan depresi dan kecemasan tampaknya memiliki risiko sakit pinggang yang lebih besar.
  • Merokok. Perokok mengalami peningkatan kadar sakit pinggang. Hal ini dapat terjadi karena merokok memicu lebih banyak batuk, yang dapat menyebabkan hernia diskus. Merokok juga dapat menurunkan aliran darah ke tulang belakang dan meningkatkan risiko osteoporosis.
  • Cara Mengatasi Sakit Pinggang

    Anda dapat menghindari sakit pinggang atau mencegahnya datang kembali dengan memperbaiki kondisi fisik Anda dan mempelajari serta mempraktikkan mekanisme tubuh yang benar. Masih dikutip dari mayoclinic.org, berikut ini adalah beberapa cara mengatasi sakit pinggang yang bisa Anda praktikkan:

  • Olahraga. Aktivitas aerobik berdampak rendah yang teratur dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan di pinggang dan memungkinkan otot Anda berfungsi lebih baik. Cobalah untuk berjalan atau berenang.
  • Bangun kekuatan dan kelenturan otot. Latihan otot perut dan punggung yang memperkuat inti tubuh, dapat membantu mengkondisikan otot-otot ini agar bekerja sama seperti korset alami yang kuat.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan membuat otot pinggang menjadi tegang.
  • Berhenti merokok. Merokok meningkatkan risiko nyeri pinggang bagian bawah. Risiko ini akan meningkat seiring dengan jumlah rokok yang dihisap per hari.
  • Hindari gerakan yang memelintir atau membebani punggung. Gunakan tubuh Anda dengan benar seperti berdiri tegak. Pertahankan posisi panggul netral. Jika Anda harus berdiri dalam waktu lama, letakkan satu kaki di atas bangku kaki yang rendah untuk mengambil sebagian beban dari punggung bawah.

    Duduk dengan memilih kursi dengan penyangga punggung bawah yang baik, memiliki sandaran tangan dan alas putar. Menempatkan bantal atau handuk gulung di bagian bawah punggung juga dapat mempertahankan lekukan normalnya. Jaga agar lutut dan pinggul tetap rata. Ubah posisi sesering mungkin, setidaknya setiap setengah jam.

    Hindari juga mengangkat barang-barang yang berat, jika memungkinkan. Tetapi jika Anda harus mengangkat sesuatu yang berat, gunakan kaki sebagai tumpuan utama. Jaga agar punggung tetap lurus.

    (mdk/edl)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP