Fungsi Jaringan Saraf pada Tubuh Manusia, Penting Dipelajari
Merdeka.com - Jaringan saraf secara struktural terdiri dari sel saraf (neuron) dan sel glia. Sel saraf atau neuron umumnya memiliki banyak cabang panjang; dan sel glia memiliki cabang-cabang pendek, menyangga dan melindungi neuron, dan ikut serta dalam aktivasi saraf, nutrisi saraf, dan proses pertahanan susunan saraf.
Jaringan saraf tersebar di seluruh tubuh sebagai jaringan komunikasi yang terintegrasi. Secara anatomis, susunan saraf dibagi dalam susunan saraf pusat (SSP), yang terdiri atas otak dan medula spinalis; dan susunan saraf tepi, yang terdiri atas serabut saraf dan kumpulan kecil sel-sel saraf yang disebut ganglia saraf.
Fungsi jaringan saraf ini adalah untuk menyampaikan sinyal dari satu sel ke sel lainnya dan untuk melindungi, mendukung, merawat, serta mempertahankan homeostasis cairan di sekeliling neuron. Berikut penjelasan selengkapnya.
Pengertian Jaringan Saraf
Jaringan saraf termasuk dalam salah satu jaringan dasar pembentuk tubuh manusia yang mengatur seluruh aspek yang berkaitan dengan fungsi-fungsi tubuh yang diperlukan untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Dengan jaringan saraf, manusia dapat melakukan berbagai aktivitas mulai dari yang paling sederhana seperti membuka mata hingga proses yang sangat kompleks seperti penalaran, analisa dan sintesa maupun membuat kesimpulan dan memutuskan suatu masalah.
Jaringan saraf juga berperan untuk menggerakkan otot, merangsang kelenjar untuk bersekresi, dan mempengaruhi kerja sistim endokrin sehingga keseimbangan homeostasis badan dapat tercapai.
Sehingga rusaknya jaringan saraf di bagian tubuh tertentu akibat suatu penyakit atau proses penuaan akan mengakibatkan lumpuh atau terganggunya fungsi bagian tubuh tersebut.
Fungsi Jaringan Saraf
Sistem jaringan saraf tersebar luas di dalam tubuh. Dan dengan beberapa pengecualian, semua organ di tubuh mengandung unsur saraf. Pada dasarnya, fungsi jaringan saraf adalah menghimpun rangsang dari lingkungan baik luar maupun dalam tubuh.
Jaringan saraf lantas mengubah rangsang menjadi impuls saraf dan meneruskan impuls ini ke suatu daerah penerimaan dan korelasi yang terorganisasi baik, dan di sini impuls-impuls ditafsirkan dan seterusnya disusul ke organ-organ efektor untuk memberikan jawaban atau respon yang tepat.
Fungsi jaringan saraf ini dilaksanakan oleh sel-sel yang yang sangat terspesialisasi disebut neuron yang bersama sel-sel penyokongnya, neuroglia dan bahan ekstraselular yang terkait membentuk jala-jala komunikasi yang terintegrasi.
Klasifikasi Jaringan Saraf
Jaringan saraf dapat dikelompokkan secara anatomis dan fungsional (fisiologis). Secara anatomis, jaringan saraf dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Susunan Saraf Pusat (SSP) yaitu jaringan saraf yang dilindungi oleh tulang tengkorak dan vertebra. Susunan saraf pusat ini terdiri atas otak (brain) dan medulla spinalis (spinal cord).
2. Susunan Saraf Tepi (SST) yaitu seluruh jaringan saraf diluar SSP (selain otak dan medulla spinalis), ganglia dan reseptor. Susunan saraf tepi terdiri atas 31 pasang saraf spinal dan 12 saraf kranial serta sistim saraf autonom. Sistim saraf autonom terbagi lagi atas 2 kelompok yaitu
Sementara secara fungsional, susunan saraf dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Komponen sensoris yaitu komponen saraf yang mengirim rangsang atau impuls saraf menuju ke susunan SSP. Susunan saraf pusat menerima semua rangsangan saraf yang berasal dari luar tubuh (eksteroseptif) dan dari dalam tubuh (interoseptif) dan bertindak sebagai pusat integrasi. Komponen sensoris ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
2. Komponen motoris yaitu komponen saraf yang meneruskan rangsang atau impuls saraf dari susunan saraf pusat ke berbagai jaringan atau organ tubuh. Komponen motorik ini dibagi lagi menjadi 2 kelompok:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya