Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Fungsi Saraf Simpatik dan Cara Kerjanya, Perlu Diketahui

Mengenal Fungsi Saraf Simpatik dan Cara Kerjanya, Perlu Diketahui Ilustrasi sel saraf. ©Shutterstock/ktsdesign

Merdeka.com - Di dalam tubuh manusia, terdapat sistem saraf yang berfungsi untuk mengatur gerakan atau kegiatan pada tubuh. Sistem saraf ini akan bekerja dengan cepat menanggapi dan mengantar rangsang ke seluruh bagian tubuh. Ada beragam jenis sistem saraf dalam tubuh, salah satunya adalah sistem saraf otonom.

Melansir dari Healthline, sistem saraf otonom merupakan sistem saraf yang mengontrol aktivitas tubuh manusia secara tidak sadar. Sistem saraf ini akan terus-menerus aktif untuk mengatur berbagai aktivitas, seperti proses metabolisme tubuh, detak jantung, hingga bernapas. Adapun jenis sistem saraf ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasmatik.

Secara umum, saraf simpatik mengatur respons ketika tubuh mendapatkan rangsangan atau ancaman. Sederhananya, saraf ini mempersiapkan tubuh untuk mengeluarkan energi dan menanggapi dari ancaman luar. Lantas, apa saja fungsi saraf simpatik dalam tubuh dan bagaimana cara kerjanya? Simak ulasannya yang dilansir dari Britannica:

Mengenal Sistem Saraf Simpatik

ilustrasi sakit punggung

©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Julien Tromeur

Saraf simpatik terletak di sumsum tulang belakang (medula spinalis) atau pada bagian toraks dan lumbar. Adapun ganglion saraf simpatik berada di sepanjang tulang belakang dan menempel pada sumsum tulang belakang. Ganglion merupakan kelompok sel saraf yang ada di dalam sistem saraf otonomik.

Sistem saraf simpatik terdiri dari 25 pasangan saraf. Di mana setiap simpul saraf dapat terhubung dan membentuk dua baris, yaitu baris kanan dan baris kiri. Saraf berpindah dari setiap simpul ke ginjal, jantung, paru-paru, dan jenis organ lainnya. Nantinya, setiap saraf itu akan merobohkan serat saraf menuju ke organ-organ tubuh seperti jantung dan pembuluh darah.

Sistem saraf simpatik adalah bagian sistem saraf motorik yang bertanggung jawab untuk hemosotik. Seperti dikutip dari unud.ac.id, sistem saraf simpatik akan memproduksi respons fight or flighting yang mempersiapkan tubuh untuk menghadapi keadaan krisis. Nantinya, sistem ini akan bekerja jika sewaktu-waktu mendapatkan rangsangan dari lingkungan.

Fungsi Saraf Simpatik dan Cara Kerjanya

otak

©2015 Merdeka.com/shutterstock/ktsdesign

Sebagaimana kita tahu, kinerja saraf simpatik adalah untuk mendorong dan memacu aktivitas organ-organ di dalam tubuh. Meski begitu, terdapat juga beberapa aktivitas yang bertujuan untuk menghambat organ lainnya.

Sehingga, saraf simpatik juga memungkinkan tubuh dalam menyesuaikan atau membangkitkan diri dalam beberapa kondisi seperti stres, cemas, marah, dan rasa takut.

Selain itu, ada beberapa fungsi saraf simpatik lainnya yang sangat penting bagi tubuh manusia. Berikut ini beberapa fungsi saraf simpatik bagi tubuh manusia:

  1. Memperkecil bronkus paru-paru ketika kebutuhan tubuh akan oksigen mulai berkurang.
  2. Mempercepat kontraksi pada kantung kemih.
  3. Mempercepat produksi empedu dan mempercepat sekresi saliva.
  4. Memperkecil pupil mata untuk menghalau cahaya yang masuk ke mata terlalu banyak.
  5. Menurunkan prosuksi adrenalin.
  6. Memperluas diameter pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke saluran pencernaan sehingga berperan penting dalam proses pencernaan makanan.
  7. Mendukung sintesis glikogen.
  8. Mempercepat mekanisme gerakan peristaltik.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP