Berondong Gabah Ketan merupakan salah satu camilan yang terkenal pada era 80-an. Tak tergerus zaman, hingga saat ini, Ahmad Suratmin dan istrinya yang tinggal di Kabupaten Jombang masih memproduksi camilan jadul tersebut. Berondong Gabah Ketan memiliki rasa gurih dan tekstur renyah yang membuatnya banyak diminati.
Advertisement
Produsen Berondong Gabah Ketan
Ahmad Suratmin bersama istri dan saudaranya memproduksi berondong gabah ketan di Desa Bawang, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Makanan tradisional ini terbuat dari beras ketan dan dimasak secara tradisional.
Proses pembuatan berondong dimulai membersihkan gabah dari kulitnya. Setelah bersih, gabah digoreng tanpa minyak menggunakan penggorengan dari tanah liat. Setelah digoreng, berondong mengembang menjadi mirip bunga kapas. Kemudian, berondong didinginkan dan dicampur dengan air gula untuk memberikan rasa gurih dan manis.
Advertisement
Setiap hari Ahmad memproduksi sekitar 25 kg gabah ketan kering. Produk berondong dikemas dalam kantong plastik. Setiap kemasan kecil berisi 10 kantong plastik berukuran kecil dijual seharga Rp7.000.
YouTube Liputan6
Advertisement
Tak Lekang Zaman
Jajanan ini telah menjadi favorit bagi anak-anak maupun orang dewasa. Kualitasnya yang terjaga dan tanpa pengawet menjadikan Berondong Gabah Ketan tetap menjadi camilan tradisional favorit hingga kini.