Cara Kerja AC di Dalam Ruangan, Ketahui Juga Jenis dan Komponennya
Merdeka.com - Menarik untuk mengetahui bagaimana cara kerja AC menyerap dalam panas udara di dalam ruangan dan melepaskannya di luar ruangan. AC (Air Conditioner) adalah seperangkat alat (komponen) yang mampu mengkondisikan ruangan sesuai dengan yang diinginkan, terutama mengkondisikan ruangan menjadi lebih rendah suhunya dibanding suhu lingkungan sekitar.
AC atau alat pengkondisi udara merupakan modifikasi pengembangan dari teknologi mesin pendingin. Alat ini dipakai bertujuan untuk memberikan udara yang sejuk dan menyediakan uap air yang dibutuhkan bagi tubuh.
Untuk negara beriklim tropis yang terdiri dari dua musim yakni hujan dan panas, pada saat musim panas biasanya suhu ruangan menjadi tinggi sehingga membuat para penghuni tidak nyaman. Di sinilah AC berperan untuk mengatur suhu dan meningkatkan kenyamanan penghuni.
Di lingkungan tempat kerja, AC juga dimanfaatkan sebagai salah satu cara meningkatkan produktivitas kerja. Karena dalam beberapa hal, manusia membutuhkan lingkungan udara yang nyaman untuk dapat bekerja secara optimal. Tingkat kenyamanan suatu ruang juga ditentukan oleh temperatur, kelembapan, sirkulasi dan tingkat kebersihan udara.
Lantas, bagaimana cara kerja AC di dalam ruangan dan apa saja komponen-komponennya yang perlu diketahui? Simak ulasannya.
Pengertian AC
Sebelum mengetahui bagaimana cara kerja AC, penting bagi Anda untuk memahami terlebih dahulu mengenai apa itu AC atau Air Conditioner. AC merupakan sebuah alat yang mampu mengondisikan udara. AC berfungsi sebagai penyejuk udara.
Meski AC termasuk inovasi teknologi modern, konsep pendingin ruangan sendiri sudah dikenal dimulai dari abad pertengahan yakni di masa Persia dan Romawi Kuno. AC pertama kali ditemukan oleh Willis Haviland Carrier dalam bentuk AC modern yang berskala besar berenergi listrik sejak tahun 1902.
Penggunaan AC dimaksudkan untuk memperoleh udara yang dingin dan sejuk serta nyaman bagi tubuh, sehingga AC lebih banyak di gunakan di wilayah yang beriklim tropis dengan kondisi temperatur udara yang relative tinggi seperti di Asia Tenggara.
AC kerap digolongkan sebagai barang mewah lantaran harganya yang cukup mahal dan daya listrik yang digunakannya cukup besar. Dalam penggunanya, AC tidak hanya menyejukkan udara tetapi juga untuk mengatur kebersihan dan kelembapan udara di dalam ruangan sehingga tercipta kondisi udara yang berkualitas, sehat, dan nyaman bagi tubuh.
Pengkondisian udara pada bangunan berukuran sedang atau besar kebanyakan pengkodisian udara yang digunakan sebagai kenyamanan (comfort air conditioning). Untuk menciptakan kondisi udara yang nyaman bagi orang yang berada di dalam suatu ruangan. Sistem pendingin dimusim panas telah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi bangunan besar diseluruh dunia.
Jenis-Jenis AC
Terdapat banyak jenis dan macam-macam AC, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. AC Split Wall
AC split terdiri dari dua unit yaitu indoor dan outdoor. Bagian indoor terdiri atas control unit, filter udara, evaporator, expansion valve dan evaporator blower. Untuk bagian outdoor terdiri atas condenser blower, refrigerant filter, compresor dan condenser. Sistem kerja untuk AC split ini memisahkan sisi panas dan sisi dingin. Ini adalah jenis AC yang umum digunakan di rumah-rumah penduduk.
2. AC Windows
Komponen pada AC Window terdiri atas blower, compressor, condenser, refrigerant filter seperti filter udara, evaporator, expansion valve dan control unit yang sudah terpasang pada base plate. Komponen AC dan base plate akan dimasukkan ke dalam plat sehingga menjadi satu unit yang utuh. AC ini dibuat dengan ukuran yang kecil dan mudah untuk dipasang. Setelah dipasang maka tinggal menghubungkan stop kontak dan dinyalakan. Pengoperasian AC juga cukup mudah dan memiliki harga yang terjangkau serta biaya perawatan juga relatif lebih murah jika dibandingkan dengan tipe AC lainnya.
3. AC Central
Sesuai namanya, tipe AC central sering digunakan di mall atau pun perkantoran dengan ruangan yang luas. Disebut dengan AC central karena pengaturan AC berada pada satu titik pusat. Sistem penyebaran dingin pada AC memakai sistem ducting. AC central memiliki beberapa keuntungan seperti, Anda bisa menyembunyikan instalasi indoor pada ruangan sehingga terlihat lebih cantik, selain itu AC juga tidak berbunyi atau memiliki suara bising yang berlebihan.
4. AC Standing Floor
Tipe AC yang satu ini mungkin pernah Anda temui pada beberapa ruangan saja. Meskipun masih jarang yang memakai, namun tipe AC standing floor cukup diminati karena mudah untuk dipindahkan ke tempat yang diinginkan. Tipe AC satu ini sering ditemui pada acara resepsi pernikahan atau dalam acara hajatan lainnya karena bentuknya yang praktis dan simpel. Untuk memindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya juga cukup mudah, tidak diperlukan keahlian khusus.
5. AC Casette
Tipe AC satu ini memiliki ukuran lebih besar dari pada AC split. Sama-sama memiliki dua bagian AC hanya saja perbedaan yang terlihat cukup jelas Keduanya memiliki bagian AC indoor dan juga outdoor. AC biasanya dipasang pada plafon ruangan atau pada langit-langit ruangan. Biasanya AC akan digunakan pada ruangan yang sangat lebar mengingat bentuk AC ini juga besar.
6. AC VRV (Variabel Refrigerant Volume)
AC VRV memiliki teknologi yang canggih dan juga dilengkapi dengan CPU. Tidak hanya itu, VRV juga sudah dilengkapi dengan CPU dan Computer Inverter yang sudah terbukti handal dan juga mampu menghemat energi. Di antara tipe-tipe AC, AC VRV diklaim sebagai AC dengan energi yang paling hemat.
Komponen AC
Cara kerja AC bergantung pada kinerja komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. AC memiliki berbagai macam komponen yang secara umum dikategorikan dalam 4 bagian, di antaranya kelistrikan, refrigeran, komponen utama, dan komponen pendukung. Dilansir dari Liputan 6, berikut penjelasannya:
1. Komponen Utama AC
Komponen utama AC adalah komponen yang berguna untuk mengatur temperatur atau suhu ruangan. Komponen-komponen ini terdiri dari kompresor, konensator, pipa kapiler, dan evaporator.
- Kondensator adalah komponen yang berguna untuk menukar kalor, mengkonversi bentuk/wujud dari refrigeran yang awalnya berupa gas hingga menjadi cair, sekaligus dapat menurunkan temperatur refrigeran. Biasanya pipa kondensator ini dibentuk secara berliku, dilengkapi oleh sirip.
- Kompresor adalah komponen yang berfungsi untuk memompakan refrigran hingga ke seluruh komponen AC dengan cara kerja sama seperti jantung manusia. Alat ini dilengkapi oleh 2 buah pipa, yakni pipa tekan dan pipa hisap dengan 2 tekanan, baik bertekanan rendah maupun tinggi.
- Evaporator adalah komponen yang berguna untuk menyerap sekaligus mengalirkan panas yang berasal dari udara menuju refrigeran, dengan demikian refrigeran dapat berubah dari zat cair ke gas sesudah melewati pipa kapiler.
- Pipa kapiler adalah komponen yang memiliki peran penting bagi AC sebab berguna untuk menurunkan tekanan sekaligus mengatur aliran dari refrigeran menuju evaporator.
2. Komponen Pendukung AC
Di samping komponen utama untuk mendinginkan udara, AC juga memiliki beberapa komponen pendukung lainnya seperti accumulator, strainer, fan, dan blower.
- Strainer adalah komponen pelengkap yang berguna untuk menyaring debu dan kotoran di dalam refrigeran.
- Accumulator adalah kompunen yang berfungsi menampung refrigeran cair sementara yang bersuhu rendah beserta campuran pelumas pada evaporator, sekaligus menjaga supaya aliran refrigeran ke kompresor pun tetap lancar.
- Fan adalah komponen yang berguna untuk membantu kondensator membuang kalor ke udara luar.
3. Komponen Kelistrikan AC
Karena AC bekerja dengan memanfaatkan tenaga listrik, tentu diperlukan pula beberapa komponen kelistrikan dalam kinerjanya dengan fungsi yang berbeda-beda. Komponen-komponen kelistrikan tersebut di antaranya adalah termostat, kapasitor, overload, dan motor listrik.
4. Refrigeran
Sementara itu, refrigeran dapat dikatakan sebagai zat di dalam AC yang mengalur dan berperan sebagai pendingin. Ketika AC bekerja, maka refrigeran ini dapat berubah wujud antara cair dengan gas secara terus menerus agar menghasilkan udara yang dingin.
Cara Kerja AC
Cara kerja AC secara prinsip dibagi menjadi 2 berdasarkan kegunaannya. Berikut penjelasan cara kerja AC tersebut;
1. Prinsip Dasar AC
AC adalah alat elektronik yang bekerja untuk mendinginkan udara di dalam ruangan dengan memanfaatkan prinsip sederhana dari fisika. Pengubahan cairan menjadi gas atau udara dengan cara alami bisa mengakibatkan penyerapan panas, dan hal tersebut dinamakan sebagai fase konversi.
Sementara itu, AC menggunakan campuran kimia sehingga dapat menghadirkan lingkungan tertutup yang di dalamnya terjadi kondensasi dan penguapan berulang. Campuran tersebut dinamakan refrigerants, di mana refrigerants terdiri atas hidroklorofluoorkarbon, perfluorokarbon dan klorofluorkarbon.
Semua senyawa refrigerants tersebut bisa menghadirkan fase konversi. Di samping itu, AC juga memiliki kipas yang dapat mendistribusikan udara panas agar berjalan melewati kumparan yang berisi refrigerants. Lalu udara panas pun akan dialirkan kipas sehingga dapat berjalan melewati kumparan evaporator berisi refrigerants.
Selanjutnya, senyawa refrigerants tadi akan melakukan tugasnya untuk menyerap panas yang sebanyak-banyaknya sambil berubah wujud menjadi gas dari cairan. Agar refrigerants bisa melakukan kembali tugasnya, maka AC harus dapat mengembalikan wujudnya untuk kembali lagi menjadi cairan dari gas.
Hal tersebut dilakukan dengan menekan gas dengan tekanan sangat tinggi. Lalu tekanan tinggi tersebut menyebabkan munculnya suhu panas dan kemudian dialirkan menuju luar ruangan oleh kumparan kondensor dan kipas kedua. Siklus tersebut dilakukan secara berulang-ulang selama AC berfungsi dengan baik.
2. Cara Kerja AC Rumah Tangga
Untuk bisa menjalankan fungsinya, AC memerlukan beberapa unit yang terdiri dari katup ekspansi, kompresor, kumparan pendingin, kumparan panas, unit kontrol, dan 2 unit kipas. Adapun sistem yang sering dipakai adalah unit atau sistem terpisah yang dinamakan sebagai split system units. Sistem ini memisahkan bagian panas dengan bagian dingin sehingga membentuk sistem AC secara utuh.
Bagian sisi dingin AC biasanya terbentuk berdasarkan katup ekspansi serta kumparan dingin dengan saluran beserta sistem udara. Sisi dingin tersebut biasanya disimpan di dalam ruangan lalu dihubungkan menggunakan saluran yang ada di bagian dalam ruangan. Sedangkan sisi panas atau unit kondensor sendiri diletakkan di luar ruangan.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya