Bacaan Mandi Wajib Haid Beserta Artinya, Wanita Muslim Wajib Tahu
Merdeka.com - Bacaan mandi wajib haid patut dihafalkan oleh para wanita Islam. Hal ini lantaran usai masa haid, para wanita harus kembali beribadah seperti salat 5 waktu dan membaca Al-Quran. Ibadah-ibadah tersebut harus dilakukan oleh seorang muslim dalam keadaan suci, dan saat sedang haid, seorang wanita sedang tidak berada dalam masa sucinya.
Haid termasuk dalam hadas besar, yang harus disucikan dengan tata cara dan bacaan doa yang telah disyariatkan dalam agama Islam. Haid atau menstruasi sendiri adalah hal yang normal pada wanita baligh, dan akan menghampiri setiap bulannya. Untuk itu penting bagi Anda para muslimah untuk mengetahui bacaan mandi wajib haid.
Baca juga: Doa Mandi Wajib Sesudah Haid Beserta Tata Caranya Yang Benar
Selain memiliki bacaan doa khusus, dalam upaya menyucikan diri dari hadas besar ada juga tata cara yang mesti diikuti sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Untuk itu, dalam artikel ini akan dipaparkan mengenai bacaan mandi wajib haid beserta tata caranya yang benar dalam Islam, dilansir dari dream.co.id dan liputan6.com.
Dasar Hukum Mandi Wajib Haid dalam Islam
Mandi besar wajib dilaksanakan oleh seorang muslim yang sedang mengalami hadas besar. Hal ini seperti perintah Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 6 yang artinya “ dan jika kamu junub, maka mandilah.” Dasar hukum mandi wajib haid dalam Islam terdapat dalam surat Al-Maidah ayat 6 dan surat An-Nisa ayat 43 sebagai berikut;
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur."
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun."
Bacaan Mandi Wajib Haid
Seperti saat melakukan banyak hal lainnya, mandi wajib haid juga dimulai dengan membaca niat. Bacaan mandi wajib haid biasanya dilafalkan dalam hati saja, saat hendak mandi. Membaca doa madi wajib haid dan melakukan tata cara mandi dengan benar harus diperhatikan agar Anda bisa segera melakukan ibadah-ibadah seperti salat dan membaca Al-Quran kembali.
Berikut bacaan mandi wajib haid dalam Islam beserta artinya yang wajib dihafal;
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
"Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidi fardlon lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haidl, wajib karena Allah Ta'ala."
Setelah membaca doa mandi wajib di atas, langkah selanjutnya adalah mandi sesuai dengan tata cara mandi wajib yang telah dianjurkan. Bacaan mandi wajib haid dan tata caranya ini sesuai dengan hadis Nabi shallallahu'alaihi wa sallam yang berbunyi;
“Kami (istri-istri nabi) jik salah seorang di antara kami junub, maka ia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali, lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian ia mengambil air dengan satu tangannya, lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud).
Tata Cara Mandi Wajib Haid
Berikut ini adalah tata cara mandi wajib haid yang benar;
1. Baca niat mandi haid terlebih dahulu. Membaca doa niat di awal-awal hukumnya wajib. Doa niat inilah yang membedakan mandi haid dan mandi biasa. Cara membaca doa niat mandi haid ini bisa dalam hati atau bersuara.
2. Bersihkan telapak tangan sebanyak tiga kali, kemudian lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kemaluan.
3. Bersihkan kemaluan berikut kotoran yang menempel di sekitarnya dengan tangan kiri. Bagian tubuh yang biasanya kotor dan tersembunyi tersebut adalah bagian kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain–lain.
4. Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan menggosok-gosoknya dengan tanah atau sabun. Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang. Caranya mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok kemudian dibilas air langsung atau dicuci dengan sabun baru dibilas.
5. Lakukan gerakan wudu yang sempurna seperti ketika hendak salat, dimulai membasuh tangan sampai membasuh kaki.
6. Masukkan tangan ke dalam air, kemudian sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan sampai menyentuh kulit kepala. Jika sudah, guyur kepala dengan air sebanyak tiga kali. Pastikan pangkal rambut juga terkena air.
7. Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air. Dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri.
8. Saat menjalankan tata cara mandi haid, pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya