Advertisement
Selain harus berjauhan dengan keluarga, seorang prajurit TNI dituntut selalu siaga apupun medan kondisinya. Namun belakangan terungkap asupan gizi seorang prajurit TNI sempat menkhawatirkan lantaran banyak mengandung gula.
Alih-alih makan empat sehat lima sempurna, seorang prajurit di medan operasi militer kerap mengonsumsi cokelat agar mendapat tambahan energi dengan segera. Beruntung seorang mantan Pangkostrad peduli dengan kondisi ini.
Laki-laki berjasa itu adalah Jendral TNI Purnawirawan Andhika Perkasa. Suami dari Diah Erwiany ini melalui kanal Youtubenya membeberkan bagaimana pola hidu prajurit di masa lalu yang berantakan.
Andhika bercerita medan tempur yang sulit hingga waktu operasi militer yang panjang membuat banyak prajurit kesulitan mencukupi gizi. Jika membawa bekal makanan untuk 10 hari makan layaknya camping, gerak prajurit akan sangat terbatasi. Oleh karena itu, cokelat kerap jadi sahabat para prajurit.
Advertisement
Sayangnya, konsumsi cokelat berlebih dapat membut para prajurit mengalami diabetes. Kondisi ini membuat Andhika yang pada saat itu menjabat sebagai Pangkostrad merasa gelisah.
Ketika jabatannya naik menjadi Kepala Staff Angkatan Darat, Andhika merombak pola konsumsi para prajurit di medan operasi. Ia dengan mantap membuat ransum TNI seperti yang dikenal saat ini
Advertisement
Tak main-main, Andhika benar-benar memikirkan ransum TNI dengan serius. Ia memperhitungkan angka kecukupan gizi prajurit dan melakukan riset dengan ransum negara maju.
Advertisement
Sampai saat ini ransum gagasan Andhika terus jadi andalan prjurit TNI tanah air saat di medan operasi. Ransum empat sehat lima sempurna ini bahkan sempat dipuji oleh tentara negara maju.