Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arti Gambar Garuda Pancasila Indonesia, Miliki Semangat Nasionalisme

Arti Gambar Garuda Pancasila Indonesia, Miliki Semangat Nasionalisme Ilustrasi Pancasila. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Garuda Pancasila adalah lambang yang digunakan untuk mewakili identitas negara Indonesia. Burung Garuda sendiri melambangkan kekuatan, sementara warna emas pada tubuhnya melambangkan kemegahan atau kejayaan.

Burung Garuda merupakan burung mistis yang berasal dari Mitologi Hindu India dan berkembang di wilayah Indonesia sejak abad ke-6. Di Indonesia, sosok Garuda muncul dalam beberapa cerita kuno dan media-media pendukung seperti relief- relief serta patung yang ada pada tempat peribadatan umat Hindu.

Setidaknya, ada 25 negara di dunia yang menjadikan sosok burung sebagai lambang negaranya. Di antaranya adalah Indonesia, Jerman, Amerika Serikat, Rusia, Thailand, hingga Polandia. Lantas, bagaimana sebenarnya arti gambar Garuda Pancasila yang merupakan lambang negara Indonesia ini? Berikut ulasannya.

Burung Garuda Sebagai Makhluk Mitologi

Dalam mitologi Hindu, Garuda digambarkan sebagai manusia burung dengan bulu keemasan, dan memiliki mahkota di kepalanya. Konon ukuran tubuh Garuda sangatlah besar sehingga mampu menutupi matahari.

Garuda muncul  di berbagai candi kuno di Indonesia seperti Prambanan, Mendut, Sojiwan, Penataran, Belahan, Sukuh, dan Cetho dalam bentuk relief atau arca. Dalam banyak ceritanya, Garuda melambangkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan disiplin.

Sebagai kendaraan Wishnu, Garuda juga memiliki sifat Wishnu sebagai pemelihara dan penjaga tatanan alam semesta. Sosoknya yang agung berbentuk seperti manusia namun mempunyai kepala, paruh, sayap dan cakar yang menyerupai burung elang.

Garuda sangat dipandang sebagai makhluk yang spesial, dan diberi gelar sebagai "Tuan segala makhluk yang dapat terbang" dan "Raja agung para burung". Garuda juga dikenal sebagai Phoenix. Phoenix (Phœnix) dalam mitologi Mesir adalah burung api legendaris yang keramat. Sedangkan di Jepang, Garuda dikenal sebagai Karura. Makhluk ini memiliki tubuh manusia dan kepala seekor elang.

Garuda Pancasila, Lambang Negara Indonesia

Mengutip DR. H. Muhammad Rakhmat, SH., MH. dalam bukunya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, lambang Garuda Pancasila disahkan dalam sidang Dewan Menteri Republik Indonesia (RI) yang dilaksanakan pada 10 Juli 1951.

Lambang ini diciptakan oleh Panitia Lambang RI dengan susunan sebagai berikut; Prof. Mr. Muhammad Yamin sebagai ketua; Ki Hadjar Dewantara, M.A Pellaupesy, Muhammad Natsir, dan Prof. Dr. R.M.Ng. Purbotjaroko sebagai anggota-anggotanya.

Burung Garuda berwarna emas berkalungkan perisai yang di dalamnya bergambar simbol-simbol Pancasila, dan mencengkeram seutas pita putih yang bertuliskan "BHINNEKA TUNGGAL IKA".

Sesuai dengan desainnya, lambang tersebut bernama resmi Garuda Pancasila. Garuda merupakan nama burung itu sendiri, sedangkan Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang disimbolkan dalam gambar-gambar di dalam perisai yang dikalungkan itu. Nama resmi Garuda Pancasila tercantum dalam Pasal 36A, UUD 1945.

Arti Gambar Garuda Pancasila

Arti gambar Garuda Pancasila secara filosofis dapat diterjemahkan sebagai berikut; burung Garuda berwarna kuning emas mengepakkan sayapnya menolehkan kepalanya ke arah kanan yang berarti menatap ke arah barat, karena pada zamannya peradaban yang saat itu maju adalah peradaban bangsa barat.

Hal ini dimaksudkan agar bangsa Indonesia dapat mencontoh dan dapat melampaui kemajuan seperti halnya yang terjadi pada bangsa barat. Dipilihnya burung Garuda sebagai lambang kebangsaan adalah karena burung ini penuh percaya diri, energik, dinamis.

Ia terbang menguasai angkasa dan memantau keadaan sendiri, tak suka bergantung pada pihak lain. Garuda adalah perlambang sifat berani dalam mempertahankan wilayah, tetapi juga ia akan menghormati wilayah milik yang lain sekalipun milik burung yang lebih kecil.

Warna kuning emasnya melambangkan bangsa yang besar berjiwa. Burung Garuda juga memiliki sifat yang sangat setia pada kewajiban yang ditanggungnya menurut pada budaya bangsa yang dihayati secara turun temurun. Burung Garuda pantang mundur dan pantang menyerah.

Keberhasilan bangsa Indonesia dalam meraih cita-citanya menjadi negara yang merdeka bersatu dan berdaulat pada tanggal 17 Agustus 1945, tertera lengkap dalam lambang Garuda. Pada sayapnya terdapat 17 helai bulu yang membentang gagah melambangkan tanggal 17 hari kemerdekaan Indonesia, 8 helai bulu pada ekornya melambangkan bulan ke-8 yaitu Agustus, 45 helai bulu pada lehernya melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, yakni tahun 1945.

Kedua kaki Burung Garuda yang kokoh mencengkeram pita putih yang bertuliskan seloka yang berbunyi: Bhinneka Tunggal Ika. Seloka ini diambil dari buku buku Sutasoma, karangan Empu Tantular. Bhinneka Tunggal Ika berarti ”berbeda-beda tetapi satu tujuan”.

Hal ini menggambarkan Indonesia sebagai satu jiwa dan satu pandangan hidup meski memiliki keadaan yang berbeda-beda tetapi dapat bersatu. Artinya, masing-masing pihak memiliki toleransi, kegotongroyongan, nilai saling harga menghargai dan hormat menghormati, sehingga tercipta persatuan dan kesatuan.

Semua ini memuat kemasan historis bangsa Indonesia sebagai titik puncak dari segala perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaannya yang panjang. Dengan demikian lambang burung Garuda itu semakin gagah mengemas lengkap empat arti visual sekaligus, yaitu makna filosofis, geografis, sosiologis, dan historis.

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP