6 Macam Jurnal Ilmiah Beserta Pedoman Utama Penulisannya, Wajib Diketahui
Merdeka.com - Jurnal ilmiah adalah terbitan berkala peer-review yang diterbitkan oleh lembaga, perusahaan, atau masyarakat profesional atau akademis di mana peneliti mempublikasikan berita atau laporan terkini dalam bentuk artikel hasil penelitian mereka. Istilah jurnal ilmiah atau jurnal akademik berlaku untuk semua publikasi ilmiah di semua bidang, mulai dari ilmu sosial ilmiah dan kuantitatif hingga humaniora dan ilmu sosial kualitatif.
Secara konten, jurnal ilmiah biasanya terdiri dari artikel-artikel yang menyajikan penelitian asli seseorang serta review dari karya-karya sebelumnya. Diskusi dan artikel teoretis yang diterbitkan secara kritis meninjau karya-karya yang sudah ada, seperti buku. Frekuensi rilis jurnal ilmiah adalah tahunan, setengah tahunan, atau triwulan.
Jurnal ilmiah berfungsi sebagai forum peneliti untuk pengenalan dan presentasi karya penelitian baru untuk penelitian dan kritik terhadap karya penelitian yang sudah ada. Tujuan utamanya adalah untuk mendistribusikan pengetahuan tentang penelitian dan terobosan terbaru, dan bukan untuk menghasilkan uang. Kontributor artikel jurnal akademik mempublikasikan karyanya untuk membangun atau meningkatkan peringkat dan reputasi profesional mereka.
Jurnal ilmiah penting karena berkontribusi besar pada validasi dan diseminasi pengetahuan terobosan. Teori berubah seiring waktu karena set pengetahuan baru terus ditemukan oleh para peneliti. Beberapa teori yang beralasan bahkan dapat dibantah di masa depan karena penemuan baru membuktikan penjelasan alternatif untuk fenomena tertentu.
Berikut adalah macam jurnal ilmiah serta kaidah penulisannya yang wajib diketahui.
Jurnal Penelitian & Jurnal Cetak
1. Jurnal Penelitian
Macam jurnal ilmiah yang pertama adalah jurnal penelitian. Seperti yang dikutip dari ejurnal.stiatabalong.ac.id, jurnal penelitian adalah sebuah laporan peneliti tentang hasil penelitian yang telah ia lakukan secara ilmiah.
Pada dasarnya, sebagian besar jurnal penelitian dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya tergantung dari metode yang dipakai dalam pembuatan dan penyusunan laporan jurnal penelitian tersebut. Biasanya laporan jurnal penelitian dimasukkan dalam terbitan kumpulan jurnal bersama-sama dengan laporan-laporan peneliti lainnya.
2. Jurnal Cetak
Macam jurnal ilmiah yang kedua adalah jurnal cetak. Jurnal cetak adalah salah satu macam jurnal yang ditulis oleh seorang atau kumpulan peneliti dan lantas disebarluaskan melalui media cetak. Jurnal cetak biasanya selalu disertai dengan hasil akreditasi dari badan pengakreditasian jurnal maupun lembaga terkait.
Namun belakangan ini, ketika teknologi sudah mengalami perkembangan yang sangat signifikan, keberadaan dari jurnal cetak menjadi cukup sulit ditemukan. Jurnal cetak saat ini kebanyakan telah digantikan oleh keberadaan jurnal online atau e-journal.
Jurnal Elektronik & Jurnal Nasional
3. Jurnal Elektronik (Online)
Macam jurnal ilmiah yang ketiga adalah jurnal elektronik atau e-journal. Definisi awal oleh McMillan (1991) menjelaskan bahwa jurnal elektronik adalah "setiap serial yang diproduksi, diterbitkan, dan didistribusikan melalui jaringan elektronik seperti Bitnet dan Internet." Selanjutnya Smith (2003) memberikan definisi yang jelas tentang ejurnal sebagai "setiap jurnal yang tersedia secara online, termasuk yang tersedia baik elektronik dan tercetak".
E-jurnal, oleh karena itu, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah publikasi berkala yang diterbitkan dalam bentuk digital yang akan ditampilkan di layar komputer. E-jurnal dapat diakses secara gratis, namun banyak pula yang hanya bisa diakses dengan berlangganan terlebih dahulu.
Akses ke e-jurnal umumnya disediakan baik oleh penerbit atau melalui agen. E-jurnal telah memberikan peluang yang sangat baik untuk mengakses informasi ilmiah, yang sebelumnya di luar jangkauan perpustakaan karena kendala geografis.
4. Jurnal Nasional
Macam jurnal ilmiah yang keempat adalah jurnal nasional. Menurut pasal 20 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, jurnal nasional adalah sarana penerbitan artikel bersifat nasional (publikasi ilmiah nasional), dan salah satu dari jenis karya ilmiah, yang menjadi petunjuk adanya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Secara umum, penerbitan dilakukan di Indonesia oleh lembaga-lembaga yang secara khusus terkait dengan penelitian dan pengembangan, atau ini dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi di Indonesia sebagai indikator kemajuannya. Jurnal nasional sebagai sarana diseminasi pengetahuan menjadi bukti terselenggaranya Tridarma Perguruan Tinggi dengan baik.
Jurnal Internasional & Jurnal Internasional Bereputasi
5. Jurnal Internasional
Macam jurnal yang kelima adalah jurnal internasional. Jurnal internasional adalah jurnal yang naskah-naskahnya bersifat internasional. Oleh karena itu bahasa yang digunakan adalah bahasa internasional, yaitu bahasa PBB: Inggris, Prancis, Arab, Cina dan Rusia. Menulis di jurnal internasional berarti menyajikan hal-hal yang bersifat baru (novelty) kepada para ahli berkompetensi internasional.
Seseorang yang menulis di jurnal internasional berarti telah bergabung dengan para pakar yang mempunyai reputasi internasional. Aspek prestise inilah yang sering menjadi motivasi mengapa seseorang ingin menulis di jurnal internasional.
Sebagian besar isi jurnal internasional adalah hasil penelitian, karena jurnal memang sarana yang selama ini dianggap paling tepat untuk berbagi temuan penelitian. Jurnal internasional juga harus dibuat dengan sistem OJS (Open Journal System). Ada pun tulisan-tulisan jenis lain yang dapat dimuat dalam jurnal internasional adalah:
6. Jurnal Internasional Bereputasi
Macam jurnal ilmiah yang keenam adalah jurnal internasional bereputasi. Mengutip dari Pedoman Tata Kelola Jurnal oleh Kemenristekdikti, jurnal internasional bereputasi adalah jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional dengan kriteria tambahan terindeks oleh database internasional.
Indeksasi adalah sebuah proses untuk mendaftarkan suatu jurnal pada lembaga pengindeks bereputasi, lembaga pengindeks akan membantu jurnal yang bersangkutan mempromosikan jurnalnya kepada publik. Sebuah jurnal yang terindeks di banyak lembaga pengindeks secara tidak langsung akan memudahkan proses sitasinya secara global dengan meningkatnya sitasi terhadap jurnal tersebut, reputasi jurnal otomatis akan naik.
Jurnal internasional bereputasi harus melalui proses verifikasi oleh Thompson Reuter dan Corpenicus, DOAJ, CrissReff (jurnal tingkat sedang) dan SCOPUS (jurnal tingkat tinggi).
Pedoman Penulisan Jurnal Ilmiah
Berikut ini adalah pedoman penulisan jurnal ilmiah yang harus diterapkan apabila Anda ingin menulis suatu karya ilmiah;
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya