Mencicipi Ikan Kapal Burak, Kuliner Bahari Khas Brebes yang Pantang Dilewatkan

Makanan Kapal Ikan Burak semakin nikmat saat dikonsumsi panas-panas dengan nasi putih.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Mencicipi Ikan Kapal Burak, Kuliner Bahari Khas Brebes yang Pantang Dilewatkan
Mencicipi Ikan Kapal Burak, Kuliner Bahari Khas Brebes yang Pantang Dilewatkan (Merdeka.com)

Sebagai salah satu daerah yang berada di pesisir Pantura, Brebes memiliki kuliner Bahari yang pantang dilewatkan. Salah satunya adalah kuliner Ikan Kapal Burak.
Kuliner ini diolah dari kepala ikan manyung yang dimasak dengan kuah santan dan asam-asaman.

Kepala ikan manyung diasapi terlebih dahulu sebelum dimasak. Setelah itu kepala ikan manyung direbus hingga 40 menit hingga dagingnya empuk dan kenyal. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sembari menunggu kepala ikan manyung selesai dimasak, bumbu-bumbu santan dan asam-asaman bisa disiapkan. Beberapa bumbu di antaranya ketumbar, merica, kemiri, daun merah, tomat, dan lengkuas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bumbu-bumbu tersebut terlebih dahulu dihaluskan. Setelah itu bumbu dicampur dengan kepala ikan. Baru kemudian ikan yang telah dicampur bumbu itu dilumuri dengan santan dan cabai untuk menambah rasa pedas dan segar.

Kuliner itu dinamakan “kapal ikan burak” karena bentuk kepala ikan yang dipotong tak beraturan menyerupai kapal yang rusak.

Salman, salah satu pemilik usaha kuliner Kapal Ikan Burak, mengatakan bahwa penamaan itu tak lepas dari kebiasaan orang Brebes yang membuka kepala ikan dan membuatnya berantakan saat menikmati kepala ikan manyung.

Mereka biasa menikmati seporsi kepala ikan manyung dengan nasi tanpa menggunakan sendok.

Makanan Ikan Kapal Burak semakin nikmat saat dikonsumsi panas-panas dengan nasi putih. Tak heran beberapa orang ketagihan mencicipi makanan itu.

“Bumbunya luar biasa. Mantab. Tidak terlalu amis. Saya sering sekali ke sini. Mantab,” kata Heru Irawan, salah seorang pecinta makanan tersebut seperti dilansir dari YouTube Liputan6.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam sehari, pemilik rumah makan itu bisa menjual 10-20 porsi kepala ikan manyung. Satu porsinya dipatok mulai dari harga Rp35 ribu hingga Rp50 ribu, tergantung dari ukuran kepala ikan manyung.

Dikutip dari Wikipedia, pemanfaatan ikan manyung cukup luas, khususnya di kawasan Pantai Utara Jawa. Ikan manyung pun menjadi makanan khas pantai utara Jawa.

Kantung udara ikan ini diperdagangkan dan dikonsumsi. Telur manyung juga dapat dipepes. Kajian pengolahannya pun terus dilakukan. Bahkan ikan manyung juga telah digunakan dalam pembuatan surimi.  

Rekomendasi