Jadi Kuliner Ramadan di Kota Semarang, Ini Keunikan Rasa Hidangan Bubur dan Kolak Pak Roso

Hidangan bubur ini memiliki tujuh varian rasa yang berbeda

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Jadi Kuliner Ramadan di Kota Semarang, Ini Keunikan Rasa Hidangan Bubur dan Kolak Pak Roso
Jadi Kuliner Ramadan di Kota Semarang, Ini Keunikan Rasa Hidangan Bubur dan Kolak Pak Roso (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di Kota Semarang, Jawa Tengah, ada sebuah warung kuliner bernama “Aneka Bubur dan Kolak Pak Roso”. Warung ini berlokasi di Jalan Singosari Raya Nomor 29, Pleburan, Kota Semarang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dilansir dari kanal YouTube Semarang Pemkot, hidangan bubur dan kuliner Pak Roso punya tujuh varian seperti bubur sumsum, candil, ketan hitam, dan masih banyak lagi. Selain bubur, di sana juga dijual minuman kolak.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam seporsi hidangan, biasanya ada tambahan pisang, kolang kaling, dan singkong. Rasanya terdiri dari perpaduan rasa gurih dan manis. Rasa gurih berasal dari santan, sedangkan rasa manis berasal dari gula jawa.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Meskipun hanya berjualan di warung tenda dan gerobak kaki lima, namun warung tersebut tidak pernah sepi pembeli. Keberadaan warung itu cukup legendaris di tengah warga Semarang karena mereka telah berjualan selama lebih dari 10 tahun.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada hari-hari biasa, warung Aneka Bubur dan Kolak Pak Roso buka dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore. Sementara itu saat Bulan Ramadan, warung tersebut buka dari jam tujuh pagi sampai jam 6 sore.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Satu porsi bubur dan kolak dihargai Rp7.000. Sedangkan untuk bubur campur harganya dibanderol Rp13.000 per porsi. Selain itu, pembeli juga bisa menambahkan es agar rasanya lebih segar.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kuliner serupa juga dijumpai di Warung Bubur Tujuh Rupa yang berada di Jalan Gajah Mada, Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Di warung itu, ketujuh bahan dicampur jadi satu ke dalam wadah gelas.

Ketujuh bahan yang dicampurkan antara lain bubur sumsum putih, candil, ubi, kacang hijau kupas, kacang hijau kulit, ketan hitam, dan mutiara.

Sementara kuahnya merupakan campuran santan putih dan gula jawa yang dimasukkan ke dalam tempat terpisah

Rekomendasi