Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember 2022, Berikut Tema dan Sejarahnya

Setiap tanggal 9 Desember, masyarakat dunia memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. Peringatan ini bertujuan agar semua pihak memiliki kesadaran untuk menjauhi korupsi. Sebab, korupsi adalah tindak kejahatan nyata yang bisa merugikan banyak pihak.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember 2022, Berikut Tema dan Sejarahnya
ilustrasi korupsi. ©2012 Merdeka.com

Setiap tanggal 9 Desember, masyarakat dunia memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. Peringatan ini bertujuan agar semua pihak memiliki kesadaran untuk menjauhi korupsi. Sebab, korupsi adalah tindak kejahatan nyata yang bisa merugikan banyak pihak.

Dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, setiap tahun selalu mengangkat tema tertentu. Adapun tema Hari Antikorupsi Sedunia tahun ini adalah “Indonesia Pulih Bersatu Lawan Korupsi”. Dengan adanya peringatan ini, diharapkan semua pihak bersama-sama ikut berperan dalam upaya memberantas korupsi.

Mengutip dari laman United Nations (UN), peringatan Hari Antikorupsi melalui proses yang sangat panjang. Akhirnya, pada 31 Oktober 2003, digelarlah Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menantang korupsi. Lebih jelasnya, berikut sejarah singkat Hari Antikorupsi Sedunia yang merdeka.com lansir dari laman resmi KPK dan sumber lainnya:

Sejarah Singkat dan Tema Hari Antikorupsi Sedunia 2022

Hari Antikorupsi Sedunia diperingati setiap tanggal 9 Desember. Peringatan ini dicetuskan melalui Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang digelar pada tanggal 31 Oktober 2003. Pada saat itu, PBB menyetujui usulan United Nations Convention Againts Corruption-UNCAC (Konvensi PBB Antikorupsi) dan juga menetapkan tanggal 9 Desember adalah Hari Antikorupsi Sedunia.

Adapun tujuan dari peringatan Hari Antikorupsi adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap korupsi dan peran konvensi dalam menanggulangi korupsi. Sebab, korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang sangat merugikan banyak pihak. Maka dari itu, melalui peringatan Hari Antikorupsi Sedunia ini diharapkan semua orang memiliki kesadaran agar tidak melakukan tindak kejahatan ini.

Melansir dari situs resmi KPK, logo dan tema Hari Antikorupsi Sedunia 2022 ini sudah dirilis. Adapun tema peringatan Hari Antikorupsi Sedunia tahun ini adalah “Indonesia Pulih Bersatu Lawan Korupsi”. Dengan tema ini, diharapkan masyarakat Indonesia bisa memperkuat perannya dalam memberantas korupsi.

Selain itu, tema ini juga sebagai upaya untuk mendorong gerakan antikorupsi yang telah direspons berbagai pihak dan mempresentasikannya kepada masyarakat luas. Diharapkan peringatan tahun bisa semakin meningkatkan kesadaran semua pihak, terutama para pejabat korup yang suka menelan uang rakyat.

Mengenal Korupsi

Korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan apa pun yang dipercayakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Tindakan ini biasanya melibatkan politisi atau pejabat publik. Namun, dalam definisinya, korupsi juga bisa dilakukan oleh oknum di dalam perusahaan atau bisnis atau organisasi lainnya.

Setiap tindakan korupsi tentu akan membawa kerugian atau memiliki dampak terhadap orang lain. Dampak kerugian ini bisa berupa materiil, uang, waktu, hingga tenaga dari pihak lain. Sementara itu, orang yang melakukan korupsi bisa memperoleh banyak keuntungan dan bahkan bisa memperkaya diri sendiri.

Dampak korupsi tentu dapat memengaruhi tingkat perekonomian suatu negara. Di mana seseorang atau sekelompok elite dapat memperkaya diri sendiri, sementara masyarakat mendapatkan berbagai macam kesulitan.

Jenis-jenis Korupsi

Dalam tindakannya, korupsi terbagi menjadi dua jenis, yaitu korupsi besar dan korupsi kecil. Jenis korupsi ini digolongkan berdasarkan ukuran kerugian atau dampak yang ditimbulkan. Berikut penjelasan mengenai masing-masing jenis korupsi:

Korupsi besar

Korupsi besar adalah jenis korupsi yang melibatkan jumlah kerugian dan dampak lebih besar. Sebagai contoh, seorang pejabat pemerintah yang melibatkan uang untuk realisasi proyek publik, menaikkan gaji pembuat undang-undang untuk kepentingan individu atau sekelompok orang, dan lainnya.

Jenis korupsi ini umumnya memberikan keuntungan besar bagi oknum-oknum yang melakukan tindakan korupsi atau para koruptor. Sementara banyak orang di luar sana yang dirugikan dari perilaku jahat ini.

Korupsi kecil

Korupsi kecil merupakan jenis korupsi yang membawa kerugian atau memiliki dampak kecil. Model korupsi seperti ini sering diabaikan, padahal efeknya justru lebih bisa merusak daripada korupsi besar jika dilihat secara menyeluruh.

Korupsi kecil sendiri mencakup tindakan-tindakan tak semestinya, seperti membayar biaya untuk berobat ke dokter, mendapatkan tempat duduk di sekolah umum tanpa seleksi, dan mendapatkan promosi atau pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Rekomendasi