BPA adalah Bahan Kimia yang Terkandung dalam Produk Kemasan, Ketahui Bahayanya

BPA adalah singkatan dari Bisphenol-A, merupakan bahan kimia industri yang digunakan dalam pembuatan plastik dan ditambahkan ke banyak produk komersial. Dikatakan, paparan BPA pada makanan dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
BPA adalah Bahan Kimia yang Terkandung dalam Produk Kemasan, Ketahui Bahayanya
Ilustrasi makanan kaleng. Shutterstock ©2021 Merdeka.com

Plastik masih menjadi bahan populer yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan jika Anda amati, sebagian besar barang atau peralatan ada di rumah Anda tentu berbahan plastik. Ini tidak lain karena memang memiliki daya tahan yang lebih kuat dibandingkan kaca atau kertas. Tak heran, jika banyak peralatan mengandalkan bahan plastik.

Selain digunakan sebagai bahan untuk membuat berbagai peralatan, plastik juga kerap digunakan sebagai bahan pembungkus berbagai macam produk, salah satunya produk makanan. Sebut saja produk air mineral, makanan ringan, hingga makanan kaleng dikemas dengan bahan plastik beragam bentuk.

Meskipun lebih tahan lama, ternyata kemasan plastik dalam produk makanan ini mengandung bahan kimia berbahaya yang disebut BPA. BPA adalah singkatan dari Bisphenol-A, merupakan bahan kimia industri yang digunakan dalam pembuatan plastik dan ditambahkan ke banyak produk komersial. Dikatakan, paparan BPA pada makanan dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Dengan begitu, bagi Anda yang gemar mengonsumsi minuman atau makanan kemasan, penting untuk mengetahui lebih lanjut apa itu BPA dan bagaimana bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan. Dilansir dari Healhtline, kami merangkum berbagai hal tentang BPA adalah sebagai berikut.

Mengenal BPA

Bisphenol-A (BPA) adalah bahan kimia industri yang digunakan dalam pembuatan plastik dan ditambahkan ke banyak produk komersial, termasuk wadah makanan, botol bayi, botol air plastik, dan produk kebersihan. Selain itu, plastik juga telah digunakan sebagai bahan kemasan yang kuat dan tahan banting sejak tahun 1960.

Di balik sifat bahan yang kuat, tahan banting, dan mudah dibuat berbagai macam bentuk, kandungan BPA menimbulkan kekhawatiran tersendiri ketika mengontaminasi makanan dan minumam yang dikonsumsi. Risiko ini terutama berlaku pada makanan dan minuman yang dapat disimpan dalam waktu lama pada wadah plastik yang mengandung BPA, seperti tomat kalengan atau air kemasan.

Selain itu, ketika memanaskan makanan menggunakan wadah plastik ke dalam microwave, zat BPA tambahan tersebut dapat dengan mudah terlepas dan masuk ke dalam makanan. Bukan hanya itu, faktanya paparan BPA dapat terjadi dengan cara yang sangat luas, sehingga risiko ini dapat diterima oleh siapa saja.

Seperti satu studi menemukan bahwa sekitar 85% anak-anak Korea di bawah usia 2 tahun memiliki kadar BPA yang terdeteksi dalam urin mereka. Jika dibiarkan begitu saja, paparan BPA pada kemasan plastik yang tercampur dalam minuman dan makanan sehari-hari, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang berbahaya.

Paparan BPA dan Tingkat Aman

Setelah mengetahui bahwa BPA adalah kandungan kimia yang terdapat dalam berbagai kemasan plastik, tentu Anda bertanya-tanya sejauh mana paparan BPA yang aman dan berbahaya bagi tubuh.

Menurut laporan tahun 2014 dari US Food and Drug Administration (FDA), paparan kurang dari 2,25 miligram per pon (5 mg per kg) berat badan per hari aman. Kebanyakan orang hanya terpapar 0,1-2,2 mikrogram per pon (0,2-0,5 mikrogram per kg) berat badan per hari.

Faktanya, FDA masih mengakui BPA sebagai aditif yang aman dalam kemasan makanan , meskipun badan tersebut melarang produsen menggunakan BPA dalam kaleng susu formula, botol bayi, dan cangkir sippy pada tahun 2012.

Terlepas dari itu, beberapa penelitian yang muncul menunjukkan bahwa meskipun pada tingkat "aman" yang ditetapkan, paparan BPA tetap dapat berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan. Namun, dibutuhkan penelitian lebih banyak untuk mengetahui ambang batas keamanan dari paparan BPA terhadap dampak kesehatan.

Efek Berbahaya BPA

Setelah memahami pengertian umum dan tingkat aman dari paparan BPA, terakhir akan dijelaskan efek kesehatan apa saja yang perlu diwaspadai dari bahaya kandungan BPA dalam kemasan makanan dan minuman.

Dikatakan, paparan BPA dalam kemasan plastik dapat mempengaruhi hormon pada pria dan wanita yang menyebabkan kemandulan. Bukan hanya itu, efek berbahaya dari BPA juga memicu berbagai penyakit kronis lain. Beberapa bahaya kesehatan dari paparan BPA adalah sebagai berikut.

  • Menyebabkan kemandulan

Pertama, bahaya kesehatan dari BPA adalah dapat menyebabkan kemandulan. Dalam hal ini, BPA dapat mempengaruhi beberapa aspek kesuburan pria dan wanita. Sebagai fitoestrogen, BPA dapat bekerja pada reseptor estrogen pada pria dan wanita untuk meningkatkan peradangan atau menyebabkan kerusakan sel melalui proses yang disebut stres oksidatif.

Dalam sebuah penelitian, tikus jantan yang menerima air minum yang diberi BPA memiliki kadar testosteron yang lebih rendah, kualitas sperma yang berkurang, dan infertilitas yang lebih besar dibandingkan dengan tikus yang menerima air minum biasa.

Pada tikus betina, para peneliti menemukan bahwa paparan BPA mengurangi kesuburan dengan menurunkan hormon estradiol, mengurangi jumlah sel telur yang sehat dan secara negatif mempengaruhi kemampuan sel telur yang telah dibuahi untuk ditanam di rahim.

  • Meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2

Bahaya paparan BPA bagi kesehatan selanjutnya adalah dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2. Diketahui, efek inflamasi BPA dapat berkontribusi pada penambahan berat badan yang tidak diinginkan. Dengan berat badan yang tak terkontrol, kemudian dapat mengembangkan beberapa penyakit kardiovaskular lain seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Selain itu, BPA juga dapat menyebabkan stres pada tubuh Anda dengan merusak mitokondria (pabrik energi di setiap sel dalam tubuh). Stres dapat menyebabkan peradangan kronis serta respons kekebalan yang dapat mengubah cara tubuh mengatur berat badan, nafsu makan, dan kadar hormon. Pada akhirnya, kondisi peradangan kronis juga dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

  • Masalah kesehatan lainnya

Bahaya paparan BPA juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan lainnya. Selain hubungannya dengan infertilitas, BPA dan plastik lainnya mungkin terkait dengan cacat lahir dan masalah kesehatan masa kanak-kanak.

Paparan BPA tingkat rendah juga telah dikaitkan dengan perkembangan kanker tertentu, termasuk kanker ovarium, kanker payudara, kanker prostat, dan kanker usus besar. Bahkan, beberapa bukti dari penelitian tabung reaksi bahwa BPA dapat membuat obat kemoterapi kurang efektif.

Rekomendasi