Di masa pandemi ini, banyak pekerja yang harus melakukan Work From Home (WFH) guna mengurai penularan COVID-19. Namun ternyata, terlalu lama menjalankan WFH membuat banyak pekerja yang mengalami kebosanan bahkan stress.
Kejadian inilah yang diamati betul oleh Psikolog UGM, Sutarimah Ampuni, S.Spsi., M.Si. Dia mengatakan, bagi sebagian orang, bekerja dari rumah bisa menyebabkan stres. Namun, ada juga yang dapat menikmati bekerja dari rumah sampai enggan untuk kembali menjalani rutinitas bekerja di kantor.
“Ada banyak faktor yang mempengaruhi orang merasakan stres saat WFH,” kata Sutarimah dikutip dari Ugm.ac.id pada Senin (2/7). Lalu apa saja faktor-faktor tersebut?
Advertisement
Menurut Sutarimah, ada pekerjaan yang sifatnya sangat fleksibel atau bisa dikerjakan di mana saja. Namun, ada juga pekerjaan yang tidak bisa memberikan rasa nyaman saat dikerjakan di rumah. Inilah yang bisa menimbulkan stres pada pekerja.
Selain itu, faktor kondisi keluarga juga bisa mempengaruhi kenyamanan dalam bekerja. Misalnya, saja dia punya anak kecil atau ada gangguan dari anggota keluarga lainnya.
“Bisa juga ada tipe kepribadian tertentu yang menyukai bekerja di situasi formal atau menyukai bekerja saat bersama rekan kerja secara fisik,” imbuh Sutarimah.
Advertisement
Tak hanya itu, beberapa faktor pendukung lain juga bisa menciptakan stres saat bekerja. Faktor pendukung itu di antaranya keterbatasan akses internet, ketersediaan tempat yang kurang memadai, serta keterbatasan peralatan pendukung kerja lainnya.
“Di luar faktor-faktor tersebut, WFH memang membuat variasi aktivitas menjadi terbatas. Di samping itu, interaksi sosial juga berkurang. Belum lagi ada stimulus-stimulus lain yang menyebabkan stres di luar WH seperti terkait pandemi COVID-19,” kata Sutarimah dikutip dari laman resmi UGM.
Advertisement
Mengingat potensi timbulnya stres saat WFH, Sutarimah menyebut ada beberapa langkah umum yang bisa dilakukan. Misalnya memberi batas antara bekerja, mengurus keluarga, ataupun memanfaatkan waktu luang. Cara ini dapat dilakukan dengan menetapkan waktu jadwal bekerja dan mengomunikasikannya dengan keluarga terkait jadwal tersebut.
Upaya berikutnya adalah usahakan agar tetap terhubung dengan lingkungan sosial. Sutarimah menyarankan para pekerja WFH untuk menyempatkan diri saling menyapa termasuk dengan para kolega kerja dan sesekali membicarakan sesuatu di luar pekerjaan.
Dan tak kalah pentingnya adalah berikan waktu pada tubuh dan otak untuk beristirahat, serta juga melakukan olahraga.