Sebagai seorang penari dan juga guru seni, nama besar Didik Nini Thowok sudah banyak dikenal oleh publik. Ketenaran yang ia miliki tak hanya ia manfaatkan untuk mengenalkan seni pada khalayak luas, namun juga kekayaan budaya Indonesia.
Pada sebuah videonya yang berjudul “Sehari Bersama Eyang: Mencari Dewi Durga” yang diunggah lewat kanal YouTube-nya, Didik Nini Thowok mengunjungi salah satu obyek wisata di Jawa Tengah yaitu Candi Sukuh.
Di sana, Ia mengajak para penonton videonya untuk sama-sama mengenal Candi Sukuh. Saat berada di sana, seniman itu mendengarkan pemaparan Bapak Wahyu Kristanto selaku pengamat sejarah sekaligus petugas di tempat wisata itu dengan seksama.
Di sana pula Didik Nini Thowok dikenalkan oleh relief candi yang menceritakan tentang Dewi Durga. Tak hanya itu, sebelum meninggalkan lokasi, Ia menyempatkan diri menunjukkan kebolehannya yaitu menari dengan latar belakang candi.
Berikut beberapa potret keseruan Didik Nini Thowok saat mengunjungi Candi Sukuh:
Advertisement
Menelusuri Sejarah Candi Sukuh
Kepada Didik, Bapak Wahyu Kristanto menjelaskan bahwa Candi Sukuh dibangun pada masa peralihan antara zaman Hindu-Buddha ke zaman Islam. Selain itu, Ia juga menjelaskan latar belakang dibangunnya candi Sukuh karena masyarakat pada waktu itu ingin kembali ke ajaran nenek moyang sebelum adanya Hindu-Buddha.
“Jadi itu, gaes, yang harus kita bangga sebagai bangsa Indonesia, berbeda dengan negara lain karena kita punya peninggalan-peninggalan dari nenek moyang kita, budaya yang cukup tinggi,” kata Didik kepada para penonton kanal YouTube-nya.
Advertisement
Mengajak Millenial untuk Memelihara Candi
Saat mengunjungi Candi Sukuh, Didik Nini Thowok merasa prihatin karena pada salah satu bagian candi terdapat corat-coret dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh orang-orang yang tidak berbudaya.
“Kita tuh keturunan masyarakat yang berbudaya masak masyarakat sekarang tidak berbudaya. Prihatin sekali. Jadi tolong sadarlah kalian sebagai generasi-generasi muda. Saya yakin yang melakukan adalah generasi muda,” kata Didik dikutip dari kanal YouTube-nya pada Sabtu (30/1).
Advertisement
Mencari Dewi Durga
Tak sekedar berkunjung, ternyata Didik juga mencari keberadaan Dewi Durga di Candi Sukuh. Keberadaan sosok sang dewi itu terdapat pada beberapa relief yang terpajang di pelataran candi. Bapak Wahyu Kristanto-pun menjelaskan kepada Didi tentang cerita Dewi Durga yang ada di relief itu.
“Jadi kalau dijelaskan, ini (gambar pada relief) adalah Dewi Durga yang dikutuk oleh Dewa Siwa. Oleh karena itu dia minta tolong kepada Sadewa untuk melepaskan kutukan itu. Sayangnya Sadewa tidak bersedia. Akhirnya Durga minta tolong kepada Dewi Kunthi untuk membujuk Sadewa. Akhirnya Sadewa bersedia dan melepas kutukan Dewi Durga dengan meruwat Kunthi. Setelah itu, Sadewa dihadiahkan putri seorang petapa karena keberhasilannya meruwat Dewi Durga,” jelas Bapak Wahyu.
Advertisement
Alasan Kenapa Candi Sukuh Mirip Piramida
Kepada Bapak Wahyu, Didik sempat bertanya kenapa bangunan Candi Sukuh lebih mirip dengan bangunan piramida yang ada di Peru. Bapak Wahyu menjelaskan bahwa bangunan-bangunan zaman dulu sifatnya universal sehingga model bangunan yang berada di seluruh dunia kurang lebih sama.
“Tapi karena candi ini bersifat Hindu di atas sana ditempatkan lingga. Tapi sekarang lingga itu sudah berada di Museum Nasional, karena bentuknya sangat unik dan langka,” ungkap Bapak Wahyu.
Advertisement
Menari di Candi Sukuh
Setelah menyimak penuturan Bapak Wahyu tentang Candi Sukuh, Didik Nini Thowok menyempatkan diri untuk menari dengan latar belakang candi. Dengan mengenakan gaun putih, Didik menggerak-gerakkan tangannya dengan pelan dan sesekali mengangkat kakinya. Dari gerakannya, tampak gerakan tarian itu seperti memanjatkan doa serta membersihkan diri