Grup band yang terdiri dari Piyu (gitar), Fadly (vokal), Rindra (bass), Yoyo (drum) dan Ari (gitar) menjadi salah satu band besar yang juga sebagai poros utama industri musik Tanah Air. PADI terbentuk pada 1997 dan sempat vakum pada 2010 karena alasan tertentu.
Setelah vakum selama tujuh tahun, akhirnya pada 2019 lalu, PADI yang berubah nama menjadi PADI Reborn kembali mengeluarkan album. Album keenam yang bertajuk 'Indra Keenam' tersebut berisikan beberapa lagu lama PADI yang diaransemen ulang dan beberapa lagu baru.
Baru-baru ini, mereka mengungkapkan hal-hal yang membuat vakum untuk waktu yang cukup lama. Tidak hanya itu, mereka juga mengungkapkan apa alasan mereka bertemu kembali dengan nama PADI Reborn.
Advertisement
Ego Meninggi
Hal itu diungkapkan masing-masing anggota dalam video perbincangan bersama Ari Lasso dalam acara Ari Lasso N' Friends yang diunggah di kanal YouTube Trans 7 Official pada Senin (9/11). Dalam kesempatannya tersebut, Faldy mengungkapkan alasan PADI vakum.
Fadly menuturkan, komunikasi yang kurang baik adalah faktor yang membuat mereka vakum. Apa lagi pada saat itu, permasalahan ego tak tersampaikan dengan baik.
"Jadi sama-sama punya mau sendiri, pengin didengar sendiri, dan enggak mau tahu dan enggak mau ketemu juga. Ego meninggi," ungkap Fadly.
"Sudah dicoba untuk berapa kali ngobrol, tapi enggak ketemu-ketemu. Mungkin karena tidak jujur satu sama lain, kami diem," imbuh Ari.
Advertisement
Berkomitmen
Walaupun sudah tidak ada aktivitas band selama 7 tahun, para anggota PADI saat itu masih bisa menjaga komitmen. Bahkan pada saat itu, tidak ada keinginan untuk keluar atau membubarkan PADI dari para anggota.
"Walaupun tujuh tahun terpisah, kita tuh sama-sama berkomitmen menjaga PADI, karena enggak ada satupun personel PADI yang bilang 'aku mau keluar', 'aku mau bubarin band ini'," jelas Fadly.
Advertisement
Lebih Solid
Karena komitmen dan rasa rindu, pada akhir 2018 menjadi tahun untuk kembalinya mereka di industri musik Indonesia. Selain itu, ada hal yang paling diutamakan oleh mereka, yaitu para penggemar yang sudah menanti lama kembalinya mereka.
"PADI kembali karena bener-bener satu komitmen dan kerinduan. Kita bangun PADI dari nol, ada Sobat PADI di sana yang setia, yang lebih solid dari kita," tutur Fadly.
Advertisement
Pakai Notaris
Setelah menemukan solusi untuk kembali, salah satu anggota PADI meminta membuat perjanjian hitam di atas putih. Selanjutnya, perjanjian tersebut ditandatangani di depan notaris.
"Salah satu personel bilang 'saya maunya begini' oke terus gimana caranya harus legal, akhirnya waktu itu hubungi notaris," ucap Ari.
"Lucunya, setelah dibaca -baca lagi, semuanya punya keinginan yang sama, satu visi," tambah Yoyo.