Pernah Kerja Jadi Pelayan Resto di Amerika, Begini Perjalanan Karier Chef Farah Quinn
Merdeka.com - Farah Quinn dikenal sebagai seorang juru masak yang memiliki paras menawan. Perempuan yang mempunyai nama lengkap Farah Farhanah ini menghabiskan masa kecilnya di Palembang, Sumatra Selatan.
Setelah lulus sekolah, Farah lantas melanjutkan kuliah di Amerika Serikat. Ia menyelesaikan sekolah finance-nya di Indiana University Of Pennsylvania, Amerika Serikat. Namun, jurusan itu adalah jurusan yang tidak disukai Farah. Karena Farah lebih gemar berada di dapur dan meracik bahan masakan.
"Ada kerjaan bikin kue yang seharian bikin kue dibayar? Karena saya itu kayak yang bener-bener happy," ungkap Farah dalam video yang diunggah oleh Helmy Yahya di kanal Youtube pribadinya, Selasa (7/7).
Krisis Moneter

Youtube - Helmi Yahya
Awal karier Farah justru dimulai dari krisis moneter yang dialami Indonesia pada 1997-1998. Saat itu Farah masih berada di Amerika untuk berkuliah. Ia memutuskan tidak pulang ke Indonesia karena tidak ingin merepotkan orang tuanya.
"Waktu itu kan lagi seneng-senengnya tinggal di Amerika, ngapain pulang ke Indonesia (karena krisis moneter) biar di sini aja," ucap Farah.
Sekolah Memasak

©Instagram.com/farahquinnofficial
Begitu lulus jadi sarjana finance, Farah melanjutkan pendidikan di sekolah memasak. Keputusannya itu ia ambil dengan usaha dan kerja keras. Lantaran orang tuanya mengalami kesulitan finansial, akhirnya Farah harus membiayai kuliahnya sendiri.
"Mau ngambil sekolah yang bener-bener my passion. Jadi waktu itu ngambil culinary school. Itu daftar dewe, bayar dewe," tutur Farah.
Tak Bertemu Orang Tua Selama 5 Tahun

©Instagram.com/farahquinnofficial
Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan untuk pulang ke Indonesia dan orang tua Farah yang tidak bisa datang ke Amerika Serikat, Farah harus menahan rindu. Kondisi itu membuat Farah tidak bisa bertemu orang tuanya selama lima tahun.
"Sempet tidak ketemu orang tua selama 5 tahun. Karena orang tua tidak ada duit untuk dateng ke Amerika, kita juga mati-matian berjuang tidak ada duit untuk pulang ke Indonesia," kenang Farah.
Pernah Jadi Pelayan Restoran

©2019 Merdeka.com
Di saat Farah menyelesaikan sekolah memasaknya, ia juga bekerja di sebuah restoran di Pittsburgh. Farah mengungkapkan, saat itu ia bersekolah dari pagi hingga sore, kemudian sore hingga malam menjadi pelayan restoran.
"Jadi waktu di Pittsburgh waktu sekolah masak itu yang dari pagi sampai sore sekolah masak, sore sampai malem kerja di restoran jadi pelayan," ungkap Farah.
Pengalaman Berkesan

©2014 Kapanlagi.com
Ada hal yang menarik saat Farah akan memulai hari kerja pertamanya di Arizona. Saat itu tepat tanggal 11 September 2001, Amerika Serikat dihebohkan dengan serangan teroris di menara kembar WTC.
"Nah hari pertama kerja, itu September 11," kenangnya. Di saat yang bersamaan juga Farah tidak bisa menyelesaikan pekerjaan di hari pertamanya.
"Dan hari itu yang seharusnya bener-bener sibuk, kita punya 98% occupancy cuman kayak 20%. Jadi itu bener-bener hari yang berkesan," tambahnya.
(mdk/dem)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya