Perempuan Ini Resign dari Pekerjaan Mapan dan Pilih Lanjutkan S2 di UGM Sambil Jalankan Bisnis, Lulus Jadi Wisudawan Terbaik

Untuk bisa melanjutkan studi S2 magister di UGM, ia harus melewati masa penantian panjang selama 10 tahun.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Perempuan Ini Resign dari Pekerjaan Mapan dan Pilih Lanjutkan S2 di UGM Sambil Jalankan Bisnis, Lulus Jadi Wisudawan Terbaik
Agnes Puspita Sari (Ugm.ac.id)

Bagi Agnes Puspita Sari, pendidikan merupakan hal yang penting. Bahkan ia rela resign dari pekerjaannya sebagai Production Supervisor di PT Sarihusada Generasi Mahardika. Ternyata ada alasan kuat buat Agnes untuk melanjutkan studinya.

“Resign dari pekerjaan rutin, belajar berbisnis, dan kuliah lagi di jurusan bisnis untuk mendukung kebutuhan utama saat itu yaitu membangun bisnis sendiri,” kata Agnes dikutip dari Ugm.ac.id.

Bagi Agnes, bisa berkuliah di program magister merupakan sebuah pembuktian dan komitmen pada diri sendiri. Bahkan untuk bisa melanjutkan studi ini, ia harus melewati masa penantian panjang selama 10 tahun.

Lalu bagaimana kisah perjuangan Agnes dalam menempuh program S2 di UGM dari awal hingga lulus? Berikut selengkapnya:

Mimpi yang Tertunda

Mimpi Agnes untuk melanjutkan studi sebenarnya sempat meredup. Namun pada saat masa pandemi COVID-19, ia merasa keinginan itu kembali berkobar. Ia pun mendapatkan dukungan dari suami untuk mewujudkan mimpinya melanjutkan kuliah. Tak tanggung-tanggung, ia kemudian memilih resign dair pekerjaannya di PT Sarihusada Generasi Mahardika demi mewujudkan mimpinya.

Pada tahun 2022, Agnes kemudian melanjutkan studi di Prodi Master Of Business Administration (MBA) di Kampus Yogyakarta dengan mengambil Program Senior Executive MBA (SEMBA).

“Ternyata mimpi 10 tahun lalu tidak berubah. Apa yang diimpikan dahulu terhambat karena keterbatasan kini bisa dilakukan. Mimpi tidak berubah, hanya jalan untuk merealisasikannya saja yang berbeda,” kata Agnes dikutip dari Ugm.ac.id.

Rintis Bisnis

Sembari merajut mimpi untuk mendapatkan gelar MBA, Agnes merintis bisnis di bidang Food and Beverage (FnB). Ia menjalankan perusahaan rintisan bernama Kitchensync bersama tiga rekannya. Pada perusahaan itu, Agnes menjabat sebagai Co-Founder dan Chief Operating Officer (COO).

Kitchensync didirikan untuk menyediakan solusi bagi para pelaku bisnis FnB, terutama restoran kecil hingga menengah yang membutuhkan layanan dukungan operasional. Perusahaan ini berafiliasi dengan beberapa merek restoran seperti Nolda Pocha, Nasi Iskandar, dan Oetak-Oetak.

Agnes mengaku tidak memiliki pengalaman apapun saat memulai bisnis. Namun ia memiliki kemauan dan tekad yang kuat.

“Mulai saja. Sebesar apapun bisnis selalu dimulai dari hal kecil. Asalkan memiliki mimpi yang besar dan bentuk lingkaran pertemanan yang mendukung. Sebab orang-orang terdekatmu adalah cerminanmu di masa kini dan yang akan datang,” kata Agnes.

Jadi Wisudawan Terbaik

Agnes hanya butuh waktu 1 tahun 7 bulan 3 hari untuk menyelesaikan studinya. Ia berhasil lulus dengan predikat cumlaude dan IPK 3,97.

Menjalani kuliah sekaligus bukanlah hal yang mudah untuk ia jalani. Untuk manajemen waktu, ia menerapkan beberapa trik. Salah satunya adalah dengan membuat rangkuman dari berbagai buku literatur dan slide dari dosen per chapter dengan tulisan tangan.

Upaya lainnya adalah dengan rutin mengakses informasi melalui berbagai media pembelajaran terkait bisnis yang ia lakukan 30 menit hingga 1 jam menjelang tidur.

“Saya memanfaatkan waktu perjalanan kereta Jakarta-Jogja setiap minggu untuk membaca materi yang akan dibahas pada perkuliahan esok harinya di kelas weekend atau full day pada hari Sabtu. Selain itu juga melakukan diskusi dengan teman-teman kuliah untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda-beda dari berbagai profesi dan industri,” kata Agnes.

Rekomendasi