Pengendara Motor Terkena Senar Layangan Saat Berkendara, Ajukan 3 Tuntutan Ini
Merdeka.com - Saat sore hari tiba, banyak anak-anak yang bermain layangan. Mereka biasanya mencari tanah lapang seperti lapangan sepak bola ataupun pematang sawah untuk menerbangkan layangan.
Namun, semakin minimnya tanah lapang membuat mereka bermain layangan di manapun mereka suka. Terkadang, senar layangan yang putus itu mengganggu orang lain yang sedang jalan. Karena talinya yang tipis, sulit untuk mengetahui keberadaan senar layangan yang tercecer di jalan.
Inilah yang menimpa seorang pengendara motor di Jogja. Saat melewati kawasan Flyover Jombor, lehernya terkena senar layangan. Lalu dia menarik senar layangan itu dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan.
Karena terkena senar itu, dia mengalami luka gores di bagian leher dan sarung tangannya sampai bolong.
Kronologi Kejadian

©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Dilansir dari akun Instagram @infocegatan_jogja, kejadian itu bermula saat pengendara motor itu mengendarai motor dari arah timur menuju ke utara melalui Flyover Jombor pada Rabu (26/8) pukul 05.00 WIB sore. Saat melewati jembatan layang itu, lehernya tersangkut senar layangan.
Secara reflek dia menarik senar layangan itu menggunakan tangan kirinya yang terbungkus sarung tangan. Sarung tangannya sampai robek karena terkena senar layangan itu. Tak hanya itu, lehernya juga terkena goresan sedikit. Untungnya, senar itu tidak sampai merobek kulit lehernya.
Imbauan untuk Pemain Layangan

©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Setelah mengalami kejadian tersebut, pengendara motor itu langsung memberi konfirmasi lewat akun Instagram @infocegatan_jogja. Dia berharap agar para pemain layangan bisa lebih bijak lagi dalam menentukan tempat bermain.
“Semoga para pemain layangan aduan senantiasa mempertimbangkan hal-hal yang menimbulkan potensi bahaya. Pertimbangkanlah tempat bermainnya terutamanya. Carilah tempat-tempat yang lapang dan jika layangannya putus, senar gelasnya tidak jatuh ke jalan yang ramai dilalui pengendara,” tulisnya pada akun @infocegatan_jogja.
Ajukan Tiga Tuntutan

©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
Tak hanya itu, pengendara motor itu juga mengajukan tiga tuntutan kepada pihak berwenang mengenai aturan bermain layangan. Tiga tuntutan itu adalah sebagai berikut.
Pertama, warna senar layangan haruslah cerah seperti hijau stabilo, orange, ataupun kuning agar lebih mudah terlihat mata.
Kedua, kekuatan tarik dan ketebalan senar layangan harus ditentukan, tujuannya agar kalau menyangkut di pengendara bisa mudah putus.
Ketiga, aturan tempat main layangan khususnya layangan aduan juga ditentukan.
Tetap Lestarikan Bermain Layangan

©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Walaupun memiliki pengalaman yang tidak baik dengan senar layangan, pengendara itu mengajak masyarakat untuk tetap melestarikan layangan. Walau begitu, pembuat layangan diharapkan bisa memperhatikan aspek keselamatan dari layangan ciptaanya.
“Semoga semuanya tetap berhati-hati dan sama-sama tahu serta saling menghormati. Saya pun penggemar dan penghobi layangan hias. Salam pelayang, Suwun,” tulis pengendara motor itu di akun Instagram @infocegatan_jogja pada Sabtu (31/8).
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya