Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Museum Kretek Kudus Tambah 38 Koleksi Baru, Ini Daftarnya

Museum Kretek Kudus Tambah 38 Koleksi Baru, Ini Daftarnya Museum Kretek Kudus. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kudus dikenal sebagai kota kretek. Pada zaman dulu, industri rokok kretek tumbuh subur di kawasan itu. Perekonomian tumbuh pesat dari perdagangan rokok yang diekspor hingga ke luar negeri.

Kini, sisa-sisa kejayaan industri rokok kretek di Kudus dapat dilihat di Museum Kretek. Di dalamnya terdapat sekitar 1.195 koleksi mengenai sejarah rokok kretek di wilayah ini mulai dari foto dokumentasi, peralatan tradisional pembuat rokok kretek, benda-benda promosi rokok di masa lalu, hingga diorama proses pembuatan rokok kretek.

Baru-baru ini, koleksi Museum Kretek Kudus bertambah. Ahli waris dari salah satu pengusaha rokok era penjajah Belanda menghibahkan 38 foto, piring untuk promosi, hingga etiket rokok.

“Semua koleksi yang diterima ini nantinya akan kami konsultasikan dengan Museum Ronggowarsito soal keasliannya,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Kretek dan Taman Budaya, Yusron, dikutip dari ANTARA pada Rabu (14/9).

Harus Dikaji Terlebih Dahulu

museum kretek kudus

©2022 Merdeka.com

Yusron mengatakan, ada 35 barang yang diterima dari ahli waris pengusaha rokok bernama Haji Muhammad Nur Hamid itu. Rincian dari semua barang itu adalah 26 foto perusahaan hingga keluarga besar pengelolanya, tiga buah piring yang digunakan untuk promosi, serta sembilan etiket rokok.

Untuk langkah selanjutnya, rencananya 35 barang baru itu akan dilakukan konservasi dan dikaji terlebih dahulu, sehingga bisa diketahui arti dari masing-masing alat tersebut.

“Setelah diketahui makna dan sejarah benda-benda koleksi baru tersebut, kemudian diseminarkan baru bisa diputuskan apakah koleksi baru itu akan dipajang atau disimpan di tempat penyimpanan koleksi museum,” kata Yusron dikutip dari ANTARA.

Belum Ada Penerus

Pada kesempatan itu, Yusron menyampaikan ucapan terima kasih pada ahli waris karena tanpa ada hibah dari ahli waris pemilik Pabrik Rokok (PR) H.M Noer Chamid koleksi museum yang dikelola bakal terbatas.

Zein Hidayat, ahli waris dari pemilik PR HMC Noer Chamid mengatakan, hibah tersebut bertujuan untuk menambah koleksi Museum Kretek sehingga pengunjung bisa melihat sejarah kesuksesan PR HMC Noer Chamid yang dirintis sejak tahun 1909 dan tahun 1922.

Zein mengatakan, hingga kini belum ada yang meneruskan usaha di bidang rokok yang dirintis ayahnya itu. Rokok yang diproduksi keluarganya antara lain merek cap saboek, empat koeda, hingga olivah. Sementara pabriknya ada di Dukuh Kedungpaso, Desa Sunggingan, Kecamatan Kota Kudus.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP