Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Minim Sinyal Internet, Sekolah Ini Gunakan Handy Talkie Sebagai Media Belajar

Minim Sinyal Internet, Sekolah Ini Gunakan Handy Talkie Sebagai Media Belajar Belajar online di rumah. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Merebaknya virus Corona membuat kegiatan belajar mengajar harus dilakukan di rumah. Para siswa dan guru yang mengajar harus melakukan interaksi secara online dalam kegiatan itu.

Hal ini bukan tanpa masalah. Karena menjadi kebiasaan yang terbilang baru, banyak kegiatan belajar mengajar yang tidak berjalan efektif. Pada nyatanya guru hanya memberikan tugas dan tugas kepada siswanya. Banyak pula para siswa yang mengakses situs lain atau menyambi dengan kegiatan lain saat proses belajar mengajar berlangsung. Belum lagi para siswa yang tinggal di daerah pelosok pastilah akan kesulitan mendapatkan sinyal internet.

Untuk mengantisipasi kendala sinyal itu, sebuah sekolah di Banyumas, Jawa Tengah menggunakan media gelombang radio untuk mendukung proses pembelajaran. Untuk itulah nantinya di tiap titik kelompok belajar akan dilengkapi dengan fasilitas Handy Talkie atau HT. Berikut selengkapnya:

Susah Sinyal

siswa di simalungun belajar online di pohon

©2020 Facebook Renni Rosari Sinaga

MTs Pakis terletak di Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas. Desa itu terletak di sebuah bukit dan berbatasan langsung dengan hutan. Maka tak heran kalau desa itu kesulitan akses sinyal internet. Jika ingin mendapat sinyal, para siswa yang tinggal di sekitar sekolah itu harus naik ke daerah yang lebih tinggi di pesawahan. Sesampainya di atas, sinyal tidak berjalan stabil.

Agar proses belajar mengajar dapat berjalan, kegiatan tatap muka tetap dijalankan dengan menerapkan pembatasan. Sebanyak 20 siswa dari kelas 7 hingga kelas 9 mengikuti belajar di sekolah secara bergilir dari Senin hingga Kamis. Jam mengajarnya pun dibatasi dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00.

Sementara itu di hari Jumat, seluruh siswa diwajibkan berangkat untuk melakukan evaluasi pembelajaran dari Hari Senin sampai Kamis. Sedangkan Sabtu para siswa dibagi ke dalam lima kelompok di mana para guru harus mendatangi kelompok itu.

Jurnalis dan ORARI Membantu

Kondisi itu membuat proses belajar mengajar tidak berjalan efektif. Hal inilah yang membuat komunitas pers dan mitra kerja mereka tergerak untuk membantu.

Mereka kemudian mengajak Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) untuk ikut berkolaborasi. Dari kolaborasi ini, diharapkan para siswa dan guru dapat melakukan kegiatan belajar mengajar dengan alat handy talkie.

Gayung bersambut, ORARI bersedia untuk diajak berkolaborasi. Setelah sebelumnya sempat dilakukan survei tempat, rencana pembangunan instalasi komunikasi mulai disusun.

Pemasangan Repeater

Tak lama kemudian, ORARI memasang repeater di sebuah tower yang berada di Cipendok, Desa Karangtengah, Cilongok. Agar tidak saling mengganggu aktivitas penyiaran radio dan pembelajaran, maka dibuatlah frekuensi khusus untuk komunikasi.

Hasil uji coba berjalan sempurna. Suara dari sekolah kelima titik kelompok belajar dan sebaliknya terdengar jernih. Dengan perangkat ini, seorang guru dapat menyampaikan materi ke lima kelompok belajar sekaligus alam satu waktu.

Dilatih Gunakan Handy Talkie (HT)

Untuk tahap selanjutnya, tenaga pendidik dan peserta didik akan dilatih menggunakan perangkat HT atau radio. Rencananya, perangkat ini akan mulai digunakan pada Jumat (7/8). 

Mengenai pengadaan perangkat HT, Ketua ORARI Banyumas Dr Muhamad Rifqy Setyanto mengatakan hal itu tidaklah murah. Tapi pihaknya bersedia membantu dengan sumber daya yang dimilikinya.

“Yang penting kami bisa membantu pembelajaran di sekolah,” ungkap Rifqy dikutip dari Liputan6.com pada Rabu (5/8).

Hanya Trigger

belajar online di rumah

©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Rifqy menjelaskan, dukungan semacam itu nantinya tidak hanya akan diadakan pada satu sekolah. Tapi akan ada sekolah lain yang akan memperoleh fasilitas yang sama. Namun ia mengatakan hal itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Kami ini sekedar trigger, pemicu supaya kegiatan semacam ini bisa berkelanjutan. Kalau terus-terusan namanya bukan mengajak, tapi mengejek,” kata Edhy dari komunitas pers dan mitra kerja.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP