Setiap daerah yang berada di lereng gunung biasanya merupakan penghasil kopi yang punya cita rasa yang khas.
Begitu pula kopi yang dibudidayakan para petani dari Desa Bowongso, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Mereka punya suatu produk kopi berjenis Arabica bernama Kopi Bowongso.
Seperti dikutip dari Wikipedia.org, para petani itu membudidayakan Kopi Bowongso di lereng Gunung Sumbing dengan ketinggian 1.600-2.000 mdpl. Keberadaan kopi ini berawal dari pembentukan kelompok tani Bina Sejahtera pada tahun 2009 yang awalnya berfokus pada peternakan sapi.
Pada awalnya, para petani itu menanam kopi dengan tujuan konservasi di lahan pertanian yang awalnya hanya untuk ditanami tembakau dan sayuran.
Advertisement
Pada masa awal panen tahun 2013, Kopi Bowongso pernah dijual dalam bentuk biji kering atau Green Bean.
Namun mulai tahun 2014, penjualan green bean berangsur dikurangi dan kemudian dihentikan. Setelah itu mereka menjual kopi dalam bentuk roast-bean atau kopi siap seduh.
Berkat pameran sana sini, pada tahun itu pula Kopi Bowongso mulai dikenal masyarakat. Pada tahun 2013, Kopi Bowongso mendapatkan juara satu untuk kategori uji cita rasa kopi jenis arabika tingkat Provinsi Jawa Tengah pada hari perkebunan nasional ke-56. Kopi inipun juga mendapat apresiasi sebagai satu dari sembilan kopi arabika terbaik di seluruh Indonesia.
Advertisement
Dilansir dari Wikipedia, Kopi Bowongso memiliki berbagai keunikan dalam cita rasa maupun aroma.
Menurut para penikmat Kopi Bowongso, cita rasa pada kopi ini antara lain rasa sugar browning, caramel, maple, lemon, dan juga rempah seperti jahe. Sedangkan aroma dominan pada kopi ini adalah aroma tembakau hingga vanila. Salah satu keunggulan kopi ini adalah keseimbangan rasa manis, asam, dan pahit yang ditimbulkannya.
Pada saat masih menjabat sebagai Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo pernah mencicipi Kopi Bowongso. Baginya, cita rasa Kopi Bowongso memiliki karakteristik berbeda dan sulit ditemukan di wilayah Wonosobo.
“Ini Kopi Bowongso rasanya agak sepet-sepet gimana tapi sangat nikmat. Kopi lokal di Indonesia itu sebenarnya sangat nikmat. Apalagi kalau pengolahannya beragam, karena di Indonesia biasanya cuma dibuat kopi tubruk,” kata Ganjar dikutip dari Jatengprov.go.id.