Menu Jajanan Buka Puasa di Kudus, Mulai dari Getuk Nyimut hingga Sate Kerbau
Merdeka.com - Memasuki bulan puasa, berbagai kuliner khas Ramadan dapat ditemui pada tempat-tempat jajanan di pinggir jalan. Di Kudus, banyak jajanan spesial bagi mereka para pemburu takjil. Para warga Kudus begitu antusias memburu makanan khas berbuka puasa.
Hal ini terlihat dari lokasi penjual jajanan buka puasa di sekitar Alun-alun Kudus. Bahkan salah satu penjual jajanan di sana mengakui banyak warga lebih memilih mencari makanan atau minuman siap saji dibanding harus membuat sendiri.
“Selain banyak pilihan, mereka tidak perlu repot-repot membuat di rumah yang dimungkinkan kebutuhannya tidak banyak sehingga lebih efektif membeli yang sudah tersedia,” kata Yuli, salah satu penjaja kuliner buka puasa itu, dikutip dari ANTARA pada Minggu (3/3).
Lalu apa saja kuliner yang akan dijumpai para pemburu takjil di Kudus? Berikut selengkapnya:
Menu Bervariasi

©Creative Commons/Gunawan Kartapranata
Kuliner buka puasa di Kudus cukup bervariasi. Mulai dari getuk nyimut, wedang blung, kolak pisang, hingga makanan khas Kudus seperti soto kerbau, sate kerbau, soto ayam, hingga lentog.
Salah satu kuliner itu adalah getuk nyimut. Dengan kemajuan teknologi, masyarakat Kudus yang ingin mendapatkan getuk nyimut dengan berbagai varian rasa tidak perlu repot ke luar rumah. Mereka bisa membelinya secara daring atau berburu langsung ke kawasan Pegunungan Muria di sepanjang Jalan Kudus-Colo.
Buruan Masyarakat

Instagram/@ ©2020 Merdeka.com
Salah satu penjual getuk nyimut, Arfin Am, mengatakan dalam rangka menyambut Bulan Ramadan ini produksi getuknya menambah varian baru, yaitu rasa jeruk orange dan mint, melengkapi varian rasa yang sudah ada sebelumnya seperti original, gula aren, cokelat, dan keju.
“Makanan ini menjadi buruan masyarakat Kudus. Biasanya dimakan untuk menu buka puasa atau untuk makanan pendamping saat tadarusan,” kata Arfin.
Sate Kerbau

©Kemenkeu.go.id
Bagi warga Kudus, sate kerbau dapat dijadikan sebagai menu di tiap waktu makan baik saat sarapan, makan siang, dan makan malam. Keberadaannya diduga sudah ada sejak era Wali Songo.
Selain itu, pembuatan sate kerbau terbilang unik. Biasanya, sat pada umumnya terbuat dari daging mentah dan kemudian dibakar. Sementara untuk sate kerbau, sebelum dibakar sate dicincang terlebih dahulu. Kemudian, potongan daging dimemarkan dengan cara dipukul-pukul.
Setelah itu, daging dibumbui dan dimasak terlebih dahulu. Barulah daging kemudian ditusuk-tusuk lalu dibakar. Waktu pembakarannya tidak terlalu lama agar daging tidak menjadi keras.
(mdk/shr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya