Mengenang Sosok Kartini, Pelopor Emansipasi Wanita Indonesia yang Mati Muda

Selasa, 21 April 2020 13:13 Reporter : Shani Rasyid
Mengenang Sosok Kartini, Pelopor Emansipasi Wanita Indonesia yang Mati Muda RA Kartini. ©2018 Merdeka.com/Jayanti

Merdeka.com - Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Biasanya, para anak-anak sekolah turun ke jalan untuk mengadakan karnaval kecil peragaan busana tradisional Indonesia.

Ada juga yang memperagakan kesenian seperti bermain drumb band dan lain-lain. Namun di Hari Kartini tahun ini peringatan ditiadakan. Itu tak lepas untuk menghindari penyebaran Virus Corona yang berbahaya.

Seperti yang sudah diketahui banyak orang, Raden Ajeng Kartini adalah seorang pahlawan nasional yang berjuang membela hak-hak kaum perempuan. Melalui pemikiran yang ia tuangkan dalam tulisan, Kartini banyak membahas soal perjuangan kaum wanita untuk memperoleh kebebasan, persamaan hukum, dan pendidikan yang layak.

Perjuangannya dalam “membebaskan” kaum perempuan Indonesia nyatanya tetap dikenang hingga kini. WR. Supratmat bahkan membuat lagu khusus untuk mengenang perempuan itu dan terus dilestarikan hingga sekarang.

Berikut ini beberapa penggal kisah untuk mengenang perjuangan RA Kartini.

1 dari 6 halaman

Sejarah Singkat RA Kartini

10 kata kata mutiara raden ajeng kartini tak lekang oleh zaman

2020 Merdeka.com

RA Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879. Dia berasal dari keluarga kelas priyayi Jawa. Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, merupakan seorang Bupati Jepara. Sedangkan ibunya M.A Ngasirah, berasal dari keluarga yang kental nilai agamanya.

Pada usia 12 tahun, Kartini disekolahkan di Europese Lagere School (ELS). Di sekolah inilah Kartini mulai belajar Bahasa Belanda. Saat sekolah di ELS itu Kartini mulai tertarik dengan kemajuan berpikir perempuan Belanda. Dari situlah timbul niatnya untuk memajukan perempuan pribumi yang menurutnya berada pada status sosial yang rendah.

Sebelum berumur 20 tahun, Kartini banyak membaca dan menulis untuk surat kabar berbahasa Belanda. Dia juga suka berkirim surat dengan teman korespondennya di Belanda. Perhatian Kartini tak hanya soal emansipasi wanita, namun juga masalah sosial umum lainnya.

Pada usia 24 tahun Kartini dijodohkan dengan Bupati Rembang, K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Suaminya itu mendukung perjuangan Kartini untuk mendirikan sebuah sekolah wanita di Kota Rembang.

Namun perjuangan Kartini harus berakhir lebih cepat. Dia meninggal pada 17 September 1904, empat tahun setelah melahirkan anak pertamanya.

Tiap tanggal kelahirannya kini diperingati sebagai Hari Kartini yang menyimbolkan kebangkitan perempuan Indonesia.

2 dari 6 halaman

Cerita Kartini Menentang Ajaran Kiayi

008 nfi

2018 Merdeka.com/Jayanti

RA Kartini dulu ternyata pernah menjalani pendidikan di pondok pesantren. Saat berusia remaja, Kartini diperintahkan untuk belajar mengaji pada pondok pesantren milik KH Sholeh Darat di Demak.

Dilansir dari Merdeka.com, pada saat menjadi santri, Kartini sering memprotes ajaran sang guru. Salah satu protesnya, Kartini meminta sang guru ngaji untuk menerjemahkan Al Qiran dalam bahasa Jawa. Karena tak pernah berhenti memprotes Sang Kiayi, Kartini akhirnya dibawa Kiayi Soleh Darat untuk belajar mengaji kepada seorang ulama besar lainnya di Demak.

Di saat belajar mengaji kepada ulama Demak itu, Kartini juga mendebat seputar kenapa poligami diperbolehkan dalam Islam. Setelah mendapat penjelasan dari ulama Demak itu, Kartini mengalah dan kemudian berhenti menjadi Santri.

Selain itu Kartini juga pernah mendebat kenapa wanita menstruasi tidak boleh menjalankan ibadah sholat, puasa, dan ibadah lainnya dalam Islam. Kartini dinilai sebagai santri yang menonjol dan kritis oleh Kiayi Sholeh Darat waktu itu, ujar Muhammad Sahid, juru kunci makam RA Kartini dikutip dari Merdeka.com pada Selasa (21/4).

3 dari 6 halaman

Dari Lurah hingga Presiden Minta Berkah ke Makam RA Kartini

nyekar makam ra kartini

2018 Merdeka.com

Biasanya, makam RA Kartini yang terletak di Mantingan, Bulu, Rembang tak pernah sepi dari peziarah. Makam itu juga sering dihadiri pejabat negara dari tingkat lurah hingga presiden. Mereka bahkan rela berdoa berlama-lama di makam itu.

Permintaannya pun bermacam-macam. Ada yang meminta berkah semoga keinginannya dikabulkan, ada yang meminta agar anaknya bisa lulus ujian, ada yang meminta kenaikan pangkat jabatan, dan ada pula yang meminta jodoh.

Dilansir dari Merdeka.com, selain masyarakat biasa, makam RA Kartini juga pernah didatangi sejumlah pejabat tinggi negara bahkan presiden sekalipun. Makam ini pernah didatangi mantan Presiden Soeharto, Megawati Soekarno Putri, Wakil Presiden Adam Malik, dan Mantan Menteri Penerangan di Era Orde Baru Harmoko.

"Para peziarah kebanyakan minta berkah. Kesulitan apa anaknya ujian, lama tidak dapat jodoh, mau menjadi lurah, ada pula yang ingin anaknya pintar seperti Kartini. Ada juga orang sakit ingin sembuh," ujar Sahid dikutip dari Merdeka.com pada Selasa (21/4).

4 dari 6 halaman

Cerita Sahid, Ditemui Arwah Kartini Diminta Jadi Juru Kunci

m sahid juru kunci makam ra kartini

parwito.2013 Merdeka.com

Sebagai seorang juru kunci makam RA Kartini, Sahid mengaku sering didatangi arwah pejuang kaum perempuan itu. Salah satunya saat dia diminta langsung oleh sang arwah untuk menjadi juru kunci makam itu melalui mimpi.

Waktu itu, Kartini datang dalam mimpinya dengan mengenakan kebaya hitam yang dihiasi selendang berpola sidomukti. Dia kemudian merangkul dan mengajak Sahid untuk datang ke rumahnya.

Di rumahnya yang mewah, Kartini lalu menyerahkan sebuah kunci kepada Sahid dan sejak itulah ia menjadi juru kunci makam. Setelah menjadi juru kunci Kartini hadir lagi dalam mimpinya Sahid.

Tiga hari kemudian bulan turun dari atas ke bawah. Waktu itu di hadapan saya ada sosok wajah ibu Kartini yang sama persis dengan wajahnya seperti foto yang dipajang di museum.

"Dia bilang dalam bahasa Jawa, besok kalau kamu kerja menjaga makamku hari-hati yaa, kalau ada rezeki dinikmati. Niat harus tulus karena Allah SWT," ujar Sahid dikutip dari Merdeka.com pada Selasa (21/4).

5 dari 6 halaman

Mengintip Kamar Pengabdian RA Kartini di Rembang

menengok museum kartini di rembang

2013 Merdeka.com/parwito

Museum RA Kartini terletak di Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Museum itu ramai dikunjungi wisatawan khususnya pada Bulan April menjelang dan sesudah Hari Kartini. Museum yang pertama kali didirikan pada 1967-1969 itu juga ramai dipadati anak-anak sekolah pada hari libur.

Dilansir dari Merdeka.com, museum ini dulunya bernama Kamar Pengabdian RA Kartini. Museum itu berisi benda-benda peninggalan milik keluarga RA Kartini yang pengelolaannya dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Klaten dan Balai Arkeologi Yogyakarta.

Menurut Nuryati, petugas bidang Kebudayaan Sie Museum Sejarah, Purbakala, Dinas Kebudayaan Kabupaten Rembang, museum itu dulunya sempat dijadikan rumah Bupati Rembang.

Pada tahun 2011, Pemkab Rembang mendapat bantuan dana dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebesar Rp. 4 miliar untuk merehab museum tersebut.

6 dari 6 halaman

Sekolah Kartini

009 nfi

2018 Merdeka.com/Jayanti

Sekolah Kartini atau bisa juga disebut Kartini School adalah sekolah khusus perempuan milik Yayasan van Deventer. Sekolah itu didirikan sebagai bentuk kekaguman Conrad Theodore van Deventer, seorang tokoh politik etis yang juga seorang ahli Hukum Belanda terhadap sosok Kartini. Sekolah itu pertama kali didirikan di Semarang pada tahun 1912.

Selanjutnya, Sekolah Kartini didirikan pada beberapa kota besar di Pulau Jawa di antaranya di Surabaya, Yogyakarta, Madiun, Malang, Cirebon, Bogor, dan beberapa daerah lainnya.
Uang pendirian Sekolah Kartini dihasilkan dari penjualan buku kumpulan surat-suratnya yang diterbitkan teman-teman Belandanya.

Buku yang berisi kumpulan surat itu kemudian diberi nama Door Duisternis Tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Buku itu meraih sukses besar di kalangan publik Belanda dan kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu, Inggris, Indonesia, Sunda, dan Jawa.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini