Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Penyakit Skoliosis beserta Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengenal Penyakit Skoliosis beserta Penyebab dan Cara Mengatasinya Ilustrasi skoliosis. ©Shutterstock

Merdeka.com - Skoliosis merupakan salah satu gangguan pada tulang belakang yang kerap dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi ketika tulang belakang melengkung, seperti huruf C. Penyakit skoliosis bisa dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak sebelum masa pubertas atau berusia sekitar 10-15 tahun.

Melansir dari Healthline, penyakit skoliosis adalah kondisi di mana tulang belakang melengkung secara tidak normal. Meski tergolong ringan, seiring bertambahnya usia, penyakit skoliosis bisa memberi dampak yang buruk bagi kesehatan.

Secara umum, penyakit skoliosis ditandai dengan beberapa gejala, seperti bagian bahu terlihat lebih tinggi dan adanya tonjolan pada salah satu pinggul. Mengingat bisa memberi dampak yang buruk bagi kesehatan, penting untuk mengetahui penyebab penyakit skoliosis dan cara mengatasinya.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit skoliosis dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Healthline:

Mengenal Penyakit Skoliosis

006 tantri setyorini

©Shutterstock

Seperti yang sudah diketahui, penyakit skoliosis adalah gangguan atau kelainan tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan abnormal pada tulang tersebut. Secara normal, tulang belakang membentuk kurva dari bahu ke bawah dan nampak lurus dari belakang. Sementara itu, tulang penderita skoliosis akan terlihat melengkung ke samping meski dilihat dari arah belakang.

Sebagian besar kondisi skoliosis belum ditemukan penyebab utamanya. Kendati demikan, ada beberapa penyebab skoliosis yang kerap dialami penderita, di antaranya seperti berikut:

• Infeksi tulang belakang

• Bawaan lahir (skoliosis kongenital)

• Gangguan saraf dan otot

• Cedera tulang belakang

Gejala Penyakit Skoliosis

005 tantri setyorini

©Shutterstock

Gejala awal penyakit skoliosis yang sering dialami penderita adalah terlihat bahu yang tidak seimbang. Biasanya, derajat pembengkokan kurva sudah lebih dari 30 derajat. Selain itu, ada beberapa gejala penyakit skoliosis lainnya, di antaranya:

• Tinggi pinggang tidak rata

• Tubuh penderita mengalami condong ke satu sisi

• Tulang belikat terlihat lebih menonjol

• Salah satu bahu nampak lebih tinggi

Cara Mengatasi Penyakit Skoliosis

017 indra cahya

© huffingtonpost.com

Cara mengatasi penyakit skoliosis dilakukan berdasarkan tingkat keparahan, usia, dan kondisi lengkungan tulang belakang. Biasanya, dalam proses pemeriksaan, dokter akan meminta penderita untuk berdiri atau membungkuk. Selain itu, pemeriksaan kondisi saraf juga perlu dilakukan untuk mengetahui apakah ada otot yang lemah serta menunjukkan refleks abnormal.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani penyakit skoliosis, seperti melakukan rongten untuk memantaunya. Penderita juga bisa melakukan terapi korset penyangga untuk mencegah kelengkungan tulang punggung agar tidak semakin parah. Selain itu, ada beberapa cara mengatasi penyakit skoliosis lainnya, di antaranya sebagai berikut:

Obat Pereda Nyeri

Ada beberapa obat yang sering digunakan untuk mengatasi penyakit skoliosis, seperti ibuprofen atau acetaminophen. Obat-obatan tersebut bisa Anda dapatkan baik dengan atau tanpa resep dokter. Biasanya, jika obat tersebut tidak meredakan gejala skoliosis, dokter akan memberikan obat dengan dosis lebih tinggi.

Terapi Fisik

Terapi skoliosis juga bisa dilakukan untuk mengatasi agar lengkungan tulang semakin parah. Ada beberapa terapi skoliosis yang bisa dilakuakan, seperti gerakan yoga, senam, atau zumba. Selain itu, tarian zumba yang melibatkan kaki juga berperan penting untuk melatih betis, bokong, paha belakang, dan semua otot lainnya di kaki.

Di samping itu, terapi fisik juga bisa membuat tubuh tetap fleksibel dan mempertahankan rentang gerak dengan baik. Oleh karena itu, terapi fisik berperan penting membuat sandi tetap lentur dan mengurangi risiko penyakit skoliosis.

Mencukupi Kebutuhan Kalsium

Kalsium merupakan mineral penting yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang dan gigi. Selain itu, kalsium menyumbang sekitar 2% dari keseluruhan berat tubuh dan berperan penting dalam menjaga fungsi jantung, otot, impuls saraf, serta pembentukan tulang dan gigi. Oleh karena itu, mineral ini sangat dibutuhkan untuk masa pertumbuhan bayi dan anak-anak.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP