Mengenal Parasomnia dan Gejalanya, Gangguan Perilaku Abnormal Saat Tidur
Merdeka.com - Sebagian dari Anda, mungkin sering melakukan kebiasaan mengigau saat tidur. Misalnya ketika Anda berbicara melantur, tertawa, atau mengeluarkan suara yang aneh dan tidak jelas. Kebiasaan ini umumnya tidak berlangsung lama, namun cukup mengganggu tidur orang yang ada di samping Anda.
Ternyata, kebiasaan mengigau ini termasuk salah satu jenis gangguan tidur yang dinamakan parasomnia. Parasomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan berbagai perilaku tidak normal yang dilakukan saat tidur. Bukan hanya mengigau, perilaku tidak normal ini termasuk kebiasaan berjalan, mimpi buruk, menangis, berteriak, hingga mengompol saat sedang tertidur.
Meskipun termasuk gangguan umum, namun kebiasaan ini dapat menurunkan kualitas tidur Anda dalam sehari-hari. Tidur menjadi tidak nyenyak dan terganggu, alhasil kebutuhan istirahat tidak dapat tercukupi dengan baik.
Dengan begitu, bagi Anda yang memiliki beberapa kebiasaan ini, penting untuk memahami apa itu parasomnia, gejala apa yang sering muncul, hal apa yang menjadi faktor penyebab, hingga berbagai jenis-jenisnya. Dengan memahami hal ini, Anda bisa mengetahui kondisi yang sedang dialami.
Informasi ini juga dapat membantu Anda untuk mendapatkan saran dan rekomendasi yang baik, jika dibutuhkan perawatan untuk mengurangi gangguan. Dilansir dari Healhtline, berikut kami merangkum pengertian, gejala, penyebab, dan berbagai jenis parasomnia, bisa Anda simak.
Pengertian, Gejala, dan Penyebab Parasomnia
Seperti disebutkan sebelumnya, parasomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan berbagai perilaku tidak normal. Perilaku ini dapat terjadi pada setiap tahap tidur, termasuk tahap transisi antara terjaga menuju tidur.
Jika Anda mengalami parasomnia, Anda mungkin bergerak, berbicara, atau melakukan hal-hal yang tidak biasa selama tidur. Orang lain mungkin mengira Anda sudah bangun, tapi sebenarnya Anda melakukan hal tersebut secara tidak sadar. Bahkan sangat mungkin Anda terbangun dan tidak ingat dengan kejadian itu.
Meskipun parasomnia adalah hal yang umum, namun kondisi ini dapat membuat Anda sulit mendapatkan tidur yang nyenyak. Perilaku tersebut juga dapat mengganggu tidur orang lain di dekat Anda. Terutama jika Anda tidur dengan orang lain dalam satu tempat tidur.
Selain perilaku yang tidak biasa selama tidur, orang yang mengalami gangguan parasomnia biasanya ditandai dengan beberapa gejala lain, yaitu sebagai berikut:
Dalam hal ini, gangguan parasomnia dipengaruhi oleh beberapa hal. Kondisi-kondisi tertentu juga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya parasomnia, yaitu sebagai berikut:
Jenis-Jenis Parasomnia
Setelah memahami pengertian, gejala, dan penyebab, berikutnya terdapat beberapa jenis parasomnia yang mungkin terjadi. Seperti disebutkan sebelumnya, selain mengigau, orang yang mengalami gangguan parasomnia juga termasuk kebiasaan berjalan, mimpi buruk, menangis, berteriak, hingga mengompol saat sedang tertidur.
Berikut penjelasan beberapa jenis parasomnia dan gejalanya, perlu diperhatikan:
Tidur berjalan
Sleepwalking, atau somnambulisme, adalah ketika tidur sambil berjalan-jalan. Ini adalah parasomnia yang umum terjadi. Jenis parasomnia ini mungkin juga melibatkan berbicara sambil tidur atau melakukan aktivitas normal di sekitar rumah. Seringkali, sleepwalking terjadi di awal malam. Bahkan bisa terjadi saat tidur siang.
Mengigau
Parasomnia umum lainnya adalah tidur sambil berbicara, juga dikenal sebagai somniloquy. Itu terjadi ketika Anda berbicara saat tidur.
Berbicara sambil tidur dapat melibatkan berbagai macam pembicaraan, mulai dari bergumam hingga percakapan penuh. Tidak seperti berjalan dalam tidur, berbicara sambil tidur dapat terjadi di setiap tahap tidur.
Mengerang
Catathrenia mengerang keras saat tidur. Biasanya, itu terjadi ketika Anda menghembuskan napas perlahan dan dalam. Erangan ini dapat mencakup beberapa jenis suara yang berbeda, seperti:
Mengerang terkait tidur sering disalahartikan sebagai mendengkur. Tapi kedua hal ini sebenarnya berbeda. Tidak seperti mendengkur, kebiasaan mengerang tidak berhubungan dengan masalah pernapasan.
Mimpi buruk
Mimpi buruk adalah mimpi yang mengganggu dan intens yang menyebabkan kemarahan, kecemasan, atau ketakutan. Jika mimpi buruk sering terjadi, itu disebut gangguan mimpi buruk.
Parasomnia ini dapat membuat sulit untuk tertidur kembali. Dalam beberapa kasus, beberapa mimpi buruk dapat terjadi dalam satu malam.Umumnya, mimpi buruk terjadi selama tidur REM, saat Anda lebih cenderung bermimpi.
Teror malam
Teror malam, atau teror tidur, menyebabkan Anda tiba-tiba terbangun dalam keadaan ketakutan. Teror bisa berlangsung dari 30 detik hingga 5 menit. Teror malam juga dikaitkan sering melibatkan:
Tidak seperti mimpi buruk, teror malam biasanya melibatkan sedikit atau tanpa aktivitas mimpi. Teror malam juga biasanya terjadi pada tidur non-REM.
Mengompol
Mengompol, atau enuresis nokturnal, adalah buang air kecil tanpa disengaja saat tidur. Ini paling sering terjadi pada anak-anak, terutama pada anak-anak di bawah 6 tahun.
Biasanya, mengompol terjadi ketika kandung kemih memiliki lebih banyak urin daripada yang bisa ditahan. Beberapa kasus tidak memiliki penyebab yang mendasarinya, sementara yang lain disebabkan oleh kondisi seperti infeksi saluran kemih.
Kebingungan
Kebingungan adalah ketika Anda bangun dalam keadaan yang sangat bingung. Anda mungkin mengalami kesulitan memahami apa yang Anda lakukan atau di mana Anda berada. Perilaku lainnya termasuk:
Menggertakkan gigi
Dalam bruxism tidur, Anda biasanya akan mengepalkan atau menggertakkan gigi saat tidur. Meski umum terjadi, namun gangguan perilaku ini dapat menyebabkan:
Cara Mengatasi Parasomnia
Setelah mengetahui berbagai jenis parasomnia dan masing-masing gejalanya, terakhir akan dijelaskan bagaimana cara mengatasi gangguan tidur yang satu ini. Biasanya, pengobatan parasomnia disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya. Saat Anda pergi ke dokter, biasanya dokter akan merekomendasikan beberapa langkah.
Pertama, Anda mungkin direkomendasikan untuk konsumsi obat-obat tertentu untuk membantu mengendalikan gejala. Obat yang digunakan parasomnia meliputi:
Di sisi lain, jika gejala Anda sebenarnya disebabkan oleh obat tertentu, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan pengobatan alternatif atau dosis yang berbeda. Pasien dilarang berhenti minum obat tanpa persetujuan dokter.
Rekomendasi penanganan berikutnya yaitu dengan perilaku kognitif. Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah pengobatan parasomnia yang umum dilakukan. Langkah ini biasanya dilakukan pada pasien yang mempunyai masalah kesehatan mental, seperti stres dan kecemasan. Metode lain yang dapat digunakan bersama CBT meliputi:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya