Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Matahari Tak Pernah Tenggelam di Lingkaran Artik, Begini Cara Puasa Masyarakatnya

Matahari Tak Pernah Tenggelam di Lingkaran Artik, Begini Cara Puasa Masyarakatnya Ilustrasi masjid. ©2019 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Puasa adalah aktivitas yang digunakan untuk melatih kehidupan spiritual, fisik yang didukung dengan penguasaan nafsu diri. Puasa sendiri dilakukan dari terbit matahari sampai terbenamnya matahari dengan tidak mengonsumsi makanan ataupun minuman dan aktivitas-aktivitas lain yang membuat puasa tidak sah.

Sedangkan untuk waktu pelaksanaannya, umat muslim di seluruh dunia harus menjalankan puasa Ramadan dengan waktu yang berbeda-beda. Hal itu dikarenakan orbit matahari di belahan bumi yang tidak sama.

Lingkaran Artik

Informasi yang dilansir dari Mental Floss pada Rabu (12/5), hal itu juga berlaku di wilayah lingkaran Artik/Artika yang merupakan wilayah di sekitar belahan bumi bagian kutub utara.

Wilayah seperti Scandinavia, Kanada, Rusia dan Alaska harus berpuasa lebih lama karena bulan Ramadan jatuh di musim panas.

Sekadar informasi, untuk wilayah-wilayah tersebut pada musim panas, matahari akan muncul lebih lama yang akan membuat siang lebih panjang.

Sedangkan untuk musim dingin, membuat matahari akan muncul lebih sedikit dan waktu malam lebih panjang. Bahkan di kedua musim tersebut matahari bisa tidak terbit dan tidak terbenam dalam beberapa pekan.

Cara Umat Muslim di Negara Lingkaran Arktik Berpuasa Ramadan

Karena fenomena tersebut, di beberapa negara memberikan pilihan untuk umat muslim bisa berpuasa. Salah satunya adalah Norwegia bagian Utara, Pusat Islam di sana memberikan cara berpuasa dengan mengikuti jadwal ibadah di Makkah apa bila puasa memiliki waktu dengan durasi lebih dari 20 jam.

Hal yang sama dilakukan oleh Pusat Islam di Amerika untuk umat muslim yang tinggal di Alaska. Karena di Alaska sendiri, matahari tidak dapat dibedakan antara terbit dan terbenamnya.

Hal itu dipastikan oleh Dewan Ulama Senior yang berada di Arab Saudi. Dirinya mengatakan untuk umat muslim yang berada di negara yang memiliki waktu siang lebih banyak di banding negara lainnya, mereka dapat mengikuti cara berpuasa dari negara terdekatnya.

Astronaut yang Berpuasa

Hal itu juga tidak hanya berlaku untuk umat Muslim yang berada di belahan bumi saja. Ada pun, pada tahun 2007 seorang astronaut asal Malaysia yang bernama Sheikh Muszaphar Shukor yang menjalankan ibadah puasa di luar angkasa.

Cara agar Shukor bisa berpuasa selama di luar angkasa adalah dengan cara Departemen Pembangunan Islam Malaysia dan Dewan Fatwa Nasional membuat buku pedoman untuk Shukor agar bisa tetap menjalankan puasanya dalam kondisi mengorbit Bumi setiap 90 menit dan melalui siklus 16 hari / malam setiap 24 jam.

Dalam buku panduan yang berjudul "Guidelines for Performing Islamic Rites at the International Space Station" tersebut, Shukor diberi pilihan untuk menunda puasa sampai kembali ke Bumi atau mengikuti waktu matahari terbit dan terbenam yang sama di Baikonur, Kazakhstan, tempat Shukor diluncurkan ke angkasa luar.

(mdk/dem)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP