Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kreatif, Kelompok Petani Desa di Blora Sulap Labu Kuning Jadi Makanan Kekinian

Kreatif, Kelompok Petani Desa di Blora Sulap Labu Kuning Jadi Makanan Kekinian Egg Roll Blora. ©2020 liputan6.com

Merdeka.com - Di masa pandemi Virus Corona kondisi perekonomian negara mengalami masa-masa sulit. Oleh karena itu masyarakat dituntut untuk kreatif agar bisa terus produktif dan menjaga kondisi ekonomi agar bisa stabil di masa-masa sulit ini.

Salah satu langkah yang perlu diapresiasi dilakukan oleh lembaga Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Annisa di Kecamatan Cepu, Blora. Di saat pemerintah sedang menggembor-gemborkan pengembangan ketahanan pangan, kelompok desa itu mengolah waluh atau labu kuning menjadi makanan kekinian yang diberi nama Egg Roll.

Omzet 15 Juta Per Bulan

egg roll blora

©2020 liputan6.com

Pengolahan Labu Kuning itu terbukti mendatangkan hasil yang memuaskan. Pengelola P4S Annisa, Sri harti, mengatakan usahanya sudah mencatatkan omzet per bulan rata-rata Rp15 juta dengan jumlah produksi 500-1.000 dus Egg Roll.

Dilansir dari Liputan6.com pada Senin (1/6), keberhasilan Sri Harti dan kelompoknya dalam mengolah dan memberikan nilai tambah labu kuning dan bahan lainnya merupakan salah satu upaya yang didorong Kementerian Pertanian untuk melaksanakan diversifikasi pangan.

Dibuat dari Bahan Baku Lokal

ilustrasi jus labu kuning

©2014 Merdeka.com/shutterstock/Sea Wave

Dilansir dari Liputan6.com, Sri mendapat resep Egg Roll itu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) binaannya saat ia menjadi penyuluh pertanian. Bahkan bahan baku makanan tersebut ia peroleh dari para petani di Cepu dan Randublatung yang masih menjadi bagian dari Kabupaten Blora.

Tak hanya itu, Sri juga memanfaatkan bahan baku pangan lokal lainnya seperti ubi ungu, kacang hijau, dan pisang untuk dijadikan varian rasa Egg Roll buatannya.

Ikon Baru Kota Cepu

lapangan banyu urip cepu

©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Sementara itu untuk pemasaran, Sri juga telah merambah berbagai pasar yang berada di wilayah Kabupaten Blora.

Terlebih lagi, usahanya itu juga telah mendapatkan sertifikasi halal dan label Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blora hingga mendapat dukungan dari Bupati Blora secara langsung.

Seiring waktu, produknya pun berkembang menjadi ikon baru oleh-oleh dari Kota Cepu, Blora, yang selama ini dikenal sebagai kota minyak.

Mendukung Program Ketahanan Pangan

mentan syahrul yasin limpo

©2020 Merdeka.com

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan Indonesia berpeluang untuk bisa menghasilkan beragam bahan pangan untuk ketahanan pangan.

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan dalam mewujudkan Gerakan Ketahanan Pangan Nasional, masyarakat harus memaksimalkan peran pangan lokal.

“Dan ini harus dimulai dari diri sendiri. Indonesia kaya akan beragam bahan pangan pokok. Tak hanya sebatas padi, ada umbi-umbian, ada labu, sagu, serta lainnya,” kata Syahrul dikutip dari ANTARA pada Senin (1/6).

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP