Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kondensasi adalah Pengembunan, Ketahui Proses dan Contohnya Sehari-Hari

Kondensasi adalah Pengembunan, Ketahui Proses dan Contohnya Sehari-Hari Ilustrasi hujan. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Kondensasi adalah pengembunan. Setiap pagi, tentu Anda sering melihat daun-daun tanaman di sekitar rumah tampak basah karena embun yang memenuhi seluruh permukaannya. Bukan hanya dedaunan, embun juga sering kali menutupi permukaan benda-benda yang ada di halaman rumah. Ini merupakan faktor alami yang disebut dengan kondensasi.

Dari contoh tersebut, dapat dipahami bahwa kondensasi adalah proses pengembunan di mana uap air di udara berubah menjadi air. Kondensasi adalah kebalikan dari proses reaksi penguapan. Jika penguapan terjadi dari bentuk cair ke uap udara, kondensasi jelas merupakan proses sebaliknya.

Sebagai proses kimia yang sering terjadi, maka penting bagi Anda untuk memahami apa itu kondensasi, bagaimana proses terjadinya kondensasi, dan apa saja contoh-contoh lain dari proses kondensasi yang terjadi dalam dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memahami kondensasi adalahpengembunan, tentu dapat memperluas wawasan Anda tentang fenomena alam yang terjadi sehari-hari. Anda juga bisa membagi pengetahuan ini pada anak agar mereka dapat belajar dari alam dan peka terhadap lingkungan di sekitar.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut kondensasi adalah pengembunan, proses, hingga penjelasan contoh-contoh dari kondensasi

Mengenal Kondensasi dan Proses Terjadinya

Kondensasi adalah pengembunan. Kondensasi adalah proses perubahan uap air menjadi bentuk cair. Perubahan ini disebabkan oleh perubahan tekanan dan suhu zat. Dalam hal ini, titik didih dan titik kondensasi air adalah sama. Itu terjadi pada 212 derajat Fahrenheit atau 100 derajat Celcius. Air cenderung menguap begitu suhu meningkat dari titik didih yang melebihi 100 derajat Celcius.

Seperti diketahui, air mendidih dan menguap ke udara akan membentuk uap air, atau disebut juga dengan proses penguapan. Dalam hal ini, kondensasi adalah proses kebalikan dari penguapan, yaitu ketika air didinginkan hingga di bawah 10 derajat Celcius, uap air akan mengembun dan kembali menjadi bentuk cair semula. Ini merupakan bentuk siklus air yang akan terjadi secara terus menerus.

Biasanya, proses kondensasi terjadi antara suhu 32 Fahrenheit atau 0 Celcius dan 212 F atau 100 Celcius. Kondensasi paling terlihat ketika ada perbedaan suhu yang lebih besar antara objek dan atmosfer. Seperti ketika uap air panas yang menempel pada kaca dingin, kemudian secara alami akan membentuk titik-titik gelembung embun air.

Contoh Kondensasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Setelah mengetahui kondensasi adalah pengembunan, terakhir akan dijelaskan mengenai berbagai contoh proses kondensasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kondensasi yang terjadi dalam keseharian ini berupa proses terjadinya hujan, embun pagi, menghirup kabut di musim dingin, hingga botol minuman yang berkeringat. Berikut penjelasan lengkapnya.

  • Terjadinya hujan
  • Contoh pertama yaitu proses terjadinya hujan. Di mana air yang ada di permukaan bumi, seperti di lautan, sungai, danau, dan badan air lainnya, menguap karena panas matahari.Uap air ini, karena lebih ringan, naik di atmosfer. Saat mereka bergerak ke atas, mereka menghadapi penurunan suhu yang signifikan. Hal ini terjadi karena tekanan udara rendah di daerah dataran tinggi atau pegunungan.

    Suhu yang lebih rendah memungkinkan uap air mendingin (lepas panas) dan melambat untuk bergabung kembali sebagai awan dan mengembun menjadi tetesan air. Tetesan air ini mulai menumpuk bersama dan membentuk tetesan air yang lebih besar. Ketika tetesan air ini menjadi sangat berat, mereka mengendap di bawah pengaruh gravitasi menjadi hujan.

  • Embun pagi
  • Kedua, contoh kondensasi adalah terjadinya embun pagi. Embun tidak lain adalah air yang ada di udara. Ada molekul uap air yang ada di udara yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang.

    Saat matahari terbenam, udara dan permukaan mulai kehilangan panas yang mereka peroleh melalui radiasi matahari pada siang hari. Udara yang lebih dingin tidak dapat menampung uap air sebanyak udara yang lebih hangat; saat suhu turun, laju kondensasi melebihi laju penguapan, dan tetesan air terbentuk.

  • Menghirup kabut di musim dingin
  • Menghirup kabut di musim dingin juga termasuk salah satu bentuk kondensasi. Saat orang-orang yang tinggal di empat musim menghirup udara di musim dingin, secara otomatis mereka akan mengeluarkan uap atau kabut saat membuka mulut atau berbicara.

    Faktanya, tubuh manusia hampir 60% terdiri dari air, dan ketika menghembuskan napas, ada beberapa uap air yang keluar bersama karbon dioksida. Ketika molekul uap air hangat dari paru-paru tubuh keluar dan mencapai udara yang lebih dingin, mereka mengembun menjadi tetesan kecil air.

  • Kacamata berkabut
  • Keempat, contoh kondensasi adalah kacamata yang berkabut. Ketika Anda pergi dari ruangan ber-AC yang dingin ke luar ruangan dengan udara yang lembap, lensa kacamata Anda seketika akan berkabut dan muncul tetesan air kecil melapisi permukaan melalui kondensasi.

    Uap air yang didapat dari proses kondensasi juga mungkin berasal dari mulut Anda sendiri atau mungkin keluar dari kopi, sup, atau minuman panas lainnya yang Anda nikmati di hari yang dingin. Minuman panas pada gelas yang kemudian ditutup, juga sering kali menimbulkan embun-embun kecil di balik tutup gelas karena proses kondensasi.

  • Botol minuman berkeringat
  • Contoh kondensasi yang terakhir adalah fenomena botol minuman yang berkeringat. Ini sering terjadi saat Anda mengeluarkan botol atau kaleng minuman dari lemari es, tetesan kecil mulai muncul di permukaan botol.

    Ini tidak lain karena botol yang sebelumnya berada di ruangan dingin kemudian berada di ruang yang lebih panas dan lembap, maka ini menyebabkan munculnya tetesan embun di seluruh permukaan botol minuman tersebut.

    Permukaan botol yang dingin memberikan atmosfer bersuhu rendah pada uap air yang ada di sekitarnya sehingga mereka dapat kehilangan energinya, kemudian melambat dan mengembun menjadi tetesan air.

    (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP