Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Rumah Persembunyian Bung Karno di Kota Jogja, Jarang Diketahui

Kisah Rumah Persembunyian Bung Karno di Kota Jogja, Jarang Diketahui Rumah Soekarno di Yogyakarta. ©2013 Merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Ir. Soekarno merupakan tokoh bangsa sekaligus presiden pertama Republik Indonesia. Namun pada zaman dulu, ia merupakan sosok yang dicari pemerintah Hindia Belanda. Oleh karena itu, berkali-kali ia harus bersembunyi dari tempat satu ke tempat lainnya.

Salah satu tempat persembunyian Ir. Soekarno atau Bung Karno berada di Kota Yogyakarta. Di sana ada sebuah rumah tua yang dulunya pernah menjadi persembunyian sang proklamator Republik Indonesia.

Lalu seperti apa sejarahnya sehingga Bung Karno bersembunyi di tempat itu? Bagaimana pula keadaannya kini? Berikut selengkapnya:

Rumah Persembunyian Bung Karno

rumah soekarno di yogyakarta

©2013 Merdeka.com/arie sunaryo

Seperti diketahui, rumah itu berada di Jalan Patangpuluhan, Yogyakarta. Luas rumah itu adalah 500 meter persegi dengan luas tanah 4.213 meter persegi. Di dalamnya, ada lima kamar tidur dengan dua kamar mandi dan halaman yang luas.

“Saat ini masih ada kasur bekas dipakai Sukarno dan kamar tidurnya yang 50 meter itu. Tegelnya masih asri, meja dan kursinya juga masih asri,” kata ahli waris rumah tersebut, Anggraita Sallestiani, seperti dikutip dari Liputan6.com pada 12 Agustus 2014.

Dijual Lewat Situs Online

rumah persembunyian bung karno di jogja

©2023 liputan6.com

Pada Juli 2013, rumah itu dijual melalui situs online Tokobagus.com. Di situs tersebut, rumah itu ditawarkan seharga Rp29.491.000.000.

Menurut Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya), rumah tersebut sebenarnya layak untuk dijadikan cagar budaya. Mereka mengkritisi pemerintah yang tak peduli dengan permasalahan rumah bersejarah di Indonesia.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa bangunan bersejarah itu sampai saat ini belum ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah,” kata Koordinator Madya, Jhohannes Marbun, dikutip dari Merdeka pada 17 Juli 2013.

Saksi Bisu Peristiwa Bersejarah

agresi militer belanda ii

©istimewa

Seperti diketahui, Ibu Kota Negara Republik Indonesia pernah dipindah dari Jakarta menuju Yogyakarta. Saat itu Presiden Soekarno harus mengungsi ke Yogyakarta dan berkantor di Gedung Kepresidenan.

Diketahui dari Liputan6.com, sejak Ibu Kota dipindah ke Yogyakarta Belanda setidaknya dua kali melancarkan agresi militer ke kota itu. Saat itu, mereka menyerang Yogyakarta dari berbagai lini. Bahkan helikopter mereka berputar-putar di atas Gedung Kepresidenan. Mengetahui kondisi ini, Soekarno beserta keluarganya naik mobil pergi mengungsi.

Mereka mengungsi ke kediaman salah satu rekannya saat kuliah di Technische Hoogeschool (sekarang ITB) yang bernama Prof. Ir. BKRT Saluku Purbodiningrat. Selama masa mengungsi itu, berbagai rapat darurat dilakukan di rumah Purbodiningrat. Para menteri datang ke rumah itu secara sembunyi-sembunyi. Penjagaan dari pengawal presiden pun sangat ketat karena banyak mata-mata Belanda.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP