Kisah Rita Zahara, Artis Legendaris yang Pernah Menjadi Pemain Bola
Merdeka.com - Rita Zahara dilahirkan pada 5 Desember 1942. Pada usia 1 tahun, ia dibawa ayahnya ke Pulau Jawa. Sejak kecil ia gemar menonton pertandingan sepak bola di kampung halamannya di Lasem, Jawa Tengah.
Pada usianya yang masih menginjak remaja, ia melamar ke sebuah klub sepak bola sebagai seorang penjaga gawang. Menariknya, semua anggota kesebelasan itu adalah laki-laki. Namun ia bisa menunjukkan bakatnya yang tak kalah dengan kiper laki-laki.
Rita begitu menonjol di klub sepak bola itu. Bahkan, klub itu berubah nama menjadi “Zaharah”, nama yang diambil dari nama belakang Rita.Tak hanya sebagai kiper, Rita bahkan pernah bermain di posisi penyerang tengah. Namun, takdirnya berubah saat ia memulai debutnya bermain film pada tahun 1960.
Mulai Bermain Film

©YouTube/Penjelajah Waktu
Rita memulai debutnya bermain film pada tahun 1960 di film berjudul “Gaya Remaja”. Selepas film itu, ia kembali bermain sepak bola.
Pada tahun 1964, ia bermain di film “Anak-Anak Revolusi”. Pada tahun yang sama, ia bermain di film “Daerah Perbatasan”, “Di Ambang Fajar”, “Rimba Bergema”, dan “Teror di Sulawesi Selatan”.
Pada tahun 1970-an, ia lebih sering bermain di film aksi seperti “Panji Tengkorak” pada tahun 1971, “Misteri di Borobudur” (1971), “Pembalasan Si Pitung” (1977), dan “Para Perintis Kemerdekaan” (1977).
Bakat Menyanyi dan Membuat Lagu

©YouTube/Penjelajah Waktu
Selain itu, Rita juga mempunyai bakat di dunia tarik suara sekaligus menciptakan sendiri lagunya. Lagu-lagu ciptaannya bahkan dinyanyikan para penyanyi terkenal.
Beberapa lagunya antara lain “Ngelamar” yang dinyanyikan Benjamin S, “Lagu Gembira” yang dinyanyikan Dara Puspita, dan “Medan Bakti” yang dinyanyikan Rahmat Kartolo. Rita juga bernyanyi dalam album “Mari Bersuka Ria dengan Irama Lenso”.
Namun kehidupan rumah tangga Rita tak seindah kariernya. Ia mengaku pernah menikah sebanyak 3 kali dan semuanya berakhir cerai. Suami pertamanya adalah seorang aktor bernama Ray Iskandar.
Suami keduanya merupakan seorang wartawan bernama Eel Rita. Lalu suami ketiganya adalah seorang pemain drum. Pada tahun 1980, ia menikah dengan aktor Piet Pagau.
Raih Penghargaan Piala Citra

©YouTube/Penjelajah Waktu
Film terkahir yang Rita mainkan adalah sebuah film laga berjudul “Saur Sepuh 4: Titisan Darah Biru”. Selama kariernya di dunia film, ia bermain di 41 judul film.
Pada tahun 1988, Rita meraih penghargaan Piala Citra sebagai Pemeran Pembantu Wanita Terbaik dalam film “Cut Nyak Dhien”. Rita menghembuskan napas terakhir di Jakarta pada 8 Maret 2007 karena penyakit stroke.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya