Kisah Mbah Ridwan, Tukang Pijat Bayi Legendaris Asal Boyolali
Merdeka.com - Pada masanya di Boyolali, ada seorang tukang pijat bayi yang cukup terkenal, khususnya bagi para pasangan yang mendambakan seorang anak. Tukang pijat itu bernama Mbah Haji Ridwan.
Setelah Mbah Ridwan meninggal dunia, usaha pijat itu diteruskan oleh anaknya, Mbah Marun. Namun lokasinya sudah tidak di rumah Mbah Ridwan dulu, melainkan di pinggir jalan dekat minimarket. Tempat itu tak jauh dari rumah Mbah Ridwan yang lama.
Walaupun tidak setenar orang tuanya, namun tetap banyak tamu yang datang ke Mbah Marun. Mereka percaya bahwa Mbah Marun mendapat titisan ilmu dari Mbah Ridwan.
Lalu bagaimana cerita Mbah Ridwan, sang tukang pijat bayi legendaris dari Boyolali itu? Berikut selengkapnya:
Titisan Mbah Ridwan

©2021 Liputan6.com
Mbah Marun mengatakan bahwa dia diajarkan langsung oleh ibunya cara memijat kandungan dan memijat bayi. Dulu sewaktu Mbah Ridwan masih hidup, ibunya itu mengajarinya teknik pijat di sela-sela menerima tamu atau saat ada tamu. Sehingga ia tahu ilmu itu dan bisa langsung praktik.
“Aku diajari si Mbah gini gitu. Habis itu aku ngimpi Mbah bawa buntelan dipasrahkan ke aku. Jadi waktu itu kalau ada yang mau pijat sama ibu (Mbah Ridwan) tamu itu disuruh datang ke rumah. Sampai sekarang tetap ada yang datang,” cerita Mbah Marun mengutip dari Liputan6.com pada Rabu (10/2).
Cara Mbah Ridwan Mengetahui Kehamilan

©2015 Merdeka.com/shutterstock
Mbah Marun mengatakan, waktu Mbah Ridwan memijat tamu, dia diajari pelan-pelan bagaimana ibunya mengetahui pertanda kelahiran bayi. Sebagai contoh, Mbah Ridwan memberi tahu kalau ada kedutan di punggung merupakan pertanda baik. Namun baginya, semua itu kembali pada Allah SWT.
“Kalau Gusti Allah kasih ya dikasih. Tapi kalau belum ya sabar. Ada yang usia 42 ke sini terus punya anak ya ada. Tujuh tahun belum hamil terus ke sini, dua bulan kemudian ke sini sudah ada hasil ya ada,” kata Mbah Marun.
Harus Datang Berdua

©Shutterstock/Goodluz
Mbah Marun mengatakan bahwa Mbah Ridwan pernah mengingatkan pada tamu yang ingin pijat kandungan untuk program hamil agar dia datang bersama pasangannya. Hal ini dilakukan agar dia tahu titik permasalahannya.
“Syaratnya harus dua-duanya. Ada artis sing pijet si Mbok (Mbah Ridwan), si Mbok kok bilang ‘ga ada bibite’ lalu ditanyain sudah periksa ke mana. Mereka jawab ke Singapura atau Malaysia. Memang kalau gitu nggak punya. Kalau gitu ya sudah diterima dengan sabar. Tuhan ngasihnya gitu,” kata Mbah Marun.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya