Kepanjangan BMKG Beserta Tugas dan Fungsinya yang Harus Diketahui

Jumat, 15 Oktober 2021 14:15 Reporter : Ibrahim Hasan
Kepanjangan BMKG Beserta Tugas dan Fungsinya yang Harus Diketahui BMKG Banyuwangi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Saat setelah terjadi dan merasakan gempa bumi, BMKG menjadi penyedia informasi terlengkap dan paling akurat. Informasi yang disampaikan BMKG tidak hanya mengenai kebencanaan. BMKG tak hanya berurusan mengenai hujan, suhu, atau cuaca. Peran BMKG sangat penting untuk memperkirakan kemungkinan-kemungkinan berkaitan dengan cuaca, iklim, hingga bencana alam.

Jasa BMKG begitu besar bagi mitigasi bencana di Indonesia. Karena informasi dari BMKG, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menyikapi fenomena bencana.

Tak hanya melulu soal ramalan cuaca dan bencana, ada banyak tugas dan fungsi BMKG yang harus diketahui lebih lanjut. Ada makna tersendiri dari singkatan BMKG yang harus kamu ketahui, untuk itu berikut ulasan kepanjangan BMKG beserta tujuan dan fungsinya bagi masyarakat Indonesia melansir dari Liputan6.com, STMIK Triguna Dharma, dan Bmkg.go.id:

2 dari 4 halaman

Kepanjangan BMKG dan Perannya yang Harus Diketahui

bmkg di maluku

©2021 Merdeka.com/antara

Kepanjangan BMKG ialah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Istilah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika apabila disingkat yaitu menjadi BMKG. Akronim BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) merupakan singkatan/akronim tidak resmi dalam Bahasa Indonesia.

Apabila berurusan dengan prakiraan cuaca dan juga redaksi mengenai alam, anda pasti sudah sangat familiar dengan salah satu lembaga pemerintahan yang satu ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang merupakan kepanjangan BMKG ialah lembaga pemerintah, yang sebelumnya memiliki nama BMG saja. Lembaga ini memiliki peranan penting dan juga merupakan pemegang otoritas dari segala sesuatu dan berhubungan dengan kejadian-kejadian alam yang terjadi di Indonesia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memiliki peran bertanggung jawab untuk menghasilkan dan mendiseminasikan informasi bencana alam seperti gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

BMKG bukanlah lembaga atau institusi yang dapat menghentikan bencana. Namun perannya sangat penting untuk memprediksi beberapa bencana seperti angin puting beliung, tsunami, gelombang air laut, hingga hujan.

Namun tidak selalu prediksi dari BMKG seratus persen akurat dan pasti akan terjadi. Fungsi dari BMKG memberikan informasi atau ramalan tersebut adalah agar masyarakat lebih berhati-hati. Selain itu BMKG juga memiliki tugas dan fungsi lain.

3 dari 4 halaman

Tugas BMKG

bmkg catat peningkatan gempa di ntt warga diminta terus waspadaAntara/Dokumen

Melihat penjelasan kepanjangan BMKG dan perannya, tentu sudah terbayang apa tugas dari BMKG. BMKG tersebar hampir di seluruh Indonesia dengan peralatan-peralatan canggihnya yang dapat memberikan informasi-informasi penting bagi seluruh masyarakat Indonesia.

BMKG mempunyai tugas pokok sebagaimana dalam laman resminya, yakni melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

1. Memperkirakan Cuaca

Tugas utama dari BMKG yang sudah banyak diketahui oleh masyarakat adalah prakiraan cuaca. Setiap hari bahkan jika memungkinkan BMKG akan memberikan informasi cuaca dalam beberapa hari kedepan bahkan beberapa jam kedepan.

Tugas ini sangat penting untuk masyarakat yang sering melakukan aktifitas diluar ruangan. Selain itu informasi cuaca juga diberikan sesuai dengan wilayah, sehingga akan lebih presisi.

Selain itu BMKG juga memberikan informasi terkait prakiraan cuaca di bandara, cuaca di daerah maritim, prakiraan angin, potensi banjir, kebakaran hutan, hingga siklon tropis. Melalui teknologi penginderaan jarak jauh menggunakan citra satelit dan citra radar, informasi-informasi tersebut bisa didapatkan.

2. Mendeteksi Dini Gempa Bumi

Sebagai negara yang terletak di antara tiga lempeng bumi yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik yang sering mengalami pergerakan, membuat Indonesia sering mengalami gempa bumi. Kebiasaan memastikan informasi gempa pada BMKG saat ini memang sering dilakukan masyarakat Indonesia. Hal ini menunjukkan informasi kebencanaan memang dibutuhkan masyarakat khususnya korban bencana alam. Tepat pada penjabaran kepanjangan BMKG yang menangani masalah geofisika. 

Lempeng-lempeng bumi ini bergerak setiap beberapa saat dan menyebabkan gempa tektonik. Selain terletak di antara lempeng bumi yang sering bergerak, Indonesia juga dikelilingi oleh cincin api Pasifik yang membuat Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif.

Aktivitas gunung berapi yang masih aktif inilah yang membuat Indonesia sering mengalami gempa vulkanik akibat gunung berapi.

BMKG memiliki alat yang berfungsi untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Alat ini adalah seismometer. Seismometer sendiri akan mencatat dan memberikan informasi titik getaran atau lokasi gempa yang sedang terjadi serta kekuatan yang ditimbulkan.

3. Memprediksi Potensi Tsunami

Selain gempa bumi, Indonesia yang berada di tiga lempeng yang sering bergerak, dan berada di cincin api Pasifik sering mengalami peristiwa tsunami. Tsunami sendiri terjadi karena gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, hingga hantaman meteor yang jatuh di laut. 

Memang tidak semua daerah yang memiliki pantai di Indonesia berpotensi terjadi tsunami. Beberapa daerah yang rawan dan sering terjadi tsunami di Indonesia antara lain , pantai selatan Pulau Jawa, pantai utara Irian Jaya pantai utara dan selatan pulau-pulau Nusa Tenggara, pulau-pulau di Maluku, pantai barat Sumatera, dan hampir seluruh pantai di Sulawesi.

Maka dari itu BMKG selalu memberikan informasi terkait gempa yang terjadi di Indonesia dan apakah gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami atau tidak. Informasi tsunami yang diberikan BMKG sendiri dapat meminimalisir jatuhnya korban dan memberikan peringatan kepada masyarakat.

4. Memperhitungkan Iklim

Kepanjangan BMKG menunjukkan tugasnya terkait Klimatologi. BMKG akan memberikan informasi terkait iklim yang sedang terjadi. Dengan adanya informasi ini, masyarakat bisa mengetahui kapankah musim hujan, kemarau, atau musim pancaroba akan datang. BMKG juga akan memberikan informasi terkait prakiraan hujan dan potensi banjir dalam kurun waktu harian hingga dasarian.

Terkait iklim lainnya, BMKG juga membuat analisis iklim seperti dinamika atmosfer, dan indeks air yang terkandung dalam tanah suatu wilayah.

5. Menghitung Kualitas Udara

Polusi udara akhir-akhir ini semakin hari semakin meningkat. Berbagai faktor mempengaruhi kualitas udara yang setiap hari kita hirup. Meskipun di ruangan ber-AC, kualitas udara diluar ruangan pasti juga akan ikut masuk kedalam apabila memang polusi sudah berada di tingkat kadar yang tinggi.

Apalagi jika kita menggunakan AC yang tidak ramah lingkungan, maka akan ada zat-zat beracun yang dikeluarkan AC tersebut, dan pastinya akan menambah polusi udara. Udara juga tidak hanya mengandung oksigen (O2) saja, namun terdapat gas-gas lain walaupun presentase keberadaanya tidak sebanyak oksigen. 

Gas atau zat yang ada di udara tidak semuanya baik untuk tubuh. Ada kadar-kadar tertentu yang mengindikasikan bahwa suatu udara itu baik atau sudah tercemar. Maka dari itu BMKG memberikan informasi terkait kadar gas-gas dan zat yang terdapat di udara atau air hujan. Informasi inilah yang dapat membuat kita terhindar dari polusi udara yang dapat merusak lingkungan bahkan tubuh kita.

4 dari 4 halaman

Fungsi BMKG

Kepanjangan BMKG adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Badan ini  menyelenggarakan fungsi di antaranya:

1. Merumuskan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

2. Merumuskan kebijakan teknis di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;Koordinasi kebijakan, perencanaan dan program di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

3. Melaksanakan, membina, dan mengendalikan observasi, dan pengolahan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

4. Melakukan pelayanan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

5. Menyampaikan informasi kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan perubahan iklim.

6. Menyampaikan informasi dan peringatan dini kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan bencana karena faktor meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

7. Melaksanakan kerjasama internasional di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

8. Melaksanakan penelitian, pengkajian, dan pengembangan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

9. Melaksanakan , pembinaan, dan pengendalian instrumentasi, kalibrasi, dan jaringan komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

10. Koordinasi dan kerja sama instrumentasi, kalibrasi, dan jaringan komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

11. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan keahlian dan manajemen pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

12. Melaksanakan pendidikan profesional di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

13. Melaksanakan manajemen data di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas administrasi di lingkungan BMKG.

14. Mengelola barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab BMKG.

15. Mengawasi atas pelaksanaan tugas di lingkungan BMKG.

16. Menyampaikan laporan, saran, dan pertimbangan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

[Ibr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini