Menengok Desa Ngembatpadas di Sragen, Kampung 'Pengepul' Anjing
Merdeka.com - Dukuh Mijahan yang berada Desa Ngembatpadas, Kecamatan Gemolong, Sragen memiliki sembilan orang warga yang bekerja sebagai pengepul anjing. Anjing-anjing itu didatangkan dari berbagai daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.
Untuk bisa mendapatkan anjing, para pengepul itu terlebih dahulu menjual beras dari Sragen ke berbagai tempat yang dituju. Sragen memang dikenal sebagai lumbung tanaman padi di Jawa Tengah bahkan Indonesia. Hasil dari penjualan beras itu kemudian dibelikan anjing hidup untuk dibawa pulang ke Dukuh Mijahan, Desa Ngambetpadas, Gemolong.
“Jadi mereka itu berangkat bawa beras dan pulang bawa anjing. Begitu seterusnya,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sragen, M. Djazairi, dikutip dari Liputan6.com pada Minggu (28/9). Lalu mau diapakan ribuan ekor anjing yang sudah dibeli itu?
Dapatkan Puluhan Ribu Anjing Per Bulan
Dilansir dari Liputan6.com, biasanya satu pengepul rata-rata bisa mendapatkan 30-40 ekor anjing setiap harinya. Bila dihitung secara kasar, kesembilan pengepul itu bisa memperoleh 8.100 hingga 10.800 ekor anjing per bulan. Mereka mendapatkannya dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.

©ADEK BERRY/AFP
Anjing-anjing hidup tersebut kemudian dibawa ke Dukuh Mijahan. Setiap harinya ada lebih dari 300 anjing yang ditampung pada beberapa kandang di dukuh tersebut.
Jadikan Bahan Kuliner Unik
Anjing-anjing tersebut, kemudian, dikirim ke semua warung makan yang menjajakan kuliner daging anjing di Soloraya. Selama ini, Dukuh Mijahan memang menjadi pemasok anjing terbesar untuk Soloraya.

©2020 Merdeka.com/Instagram @lovesuroboyo
“Pemilik warung biasanya mengaku dapat kiriman anjing itu dari Sragen. Padahal anjing itu bukan dari Sragen, melainkan dibawa dari Jawa Barat dan Jawa Timur melalui pengepul asal Mijahan tersebut,” kata Djazairi.
Diberi Vaksin Gratis
Keberadaan anjing-anjing tersebut menjadi rawan terhadap penyebaran penyakit rabies. Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Sragen telah menyiapkan 200 vaksin rabies dalam rangka memperingati World Rabies Day (WRD) yang jatuh pada hari Senin (28/9).
Ratusan vaksin rabies itu kemudian diberikan secara gratis kepada warga yang memiliki hewan peliharaan seperti kucing, anjing, musang, dan lain sebagainya. kebutuhan vaksin di Sragen menjadi penting mengingat banyaknya kandang tempat pengepul mengumpulkan anjing hidup di sana.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya