Juara 4 BRIncubator 2024, Begini Perjalanan DISHomedecor Berjuang Ketika Pandemi hingga Jadi UMKM Naik Kelas
Dari limbah kayu kini ekspor ke berbagai negara. Kisah DISHomedecor ini buktikan bahwa inovasi dan strategi bisnis yang tepat dapat membawa kesuksesan.
Diana Natanegara (25) adalah pemilik dari DISHomedecor yang berhasil meraih Juara 4 BRIncubator 2024 kategori Home Decor & Craft pada Desember lalu. Perjalanan Diya, sapaan akrabnya, memulai bisnis DISHomdecor tidaklah mudah. Beragam pelatihan Diya ikuti sampai akhirnya bisa juara pada BRIncubator 2024.
Awal mula bisnisnya dimulai saat pandemi Covid-19. Pandemi menjadi titik balik bagi Diya dan banyak orang. Situasi pandemi memaksa perempuan lulusan psikologi ini untuk berpikir kreatif, ketika melihat banyak tetangganya kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).
Diya tinggal di daerah Bantul. Di lingkungan tempatnya tinggal terdapat sentra kerajinan kayu jati yang cukup berkembang. Beberapa tetangga yang terkena PHK itu meminta ide agar bisa tetap bekerja. Diya pun melihat peluang dari kondisi tersebut.
Ia memutuskan untuk mencoba bisnis sederhana dengan menjual kursi stool bulat selama satu bulan. Tak disangka, tren renovasi rumah yang meningkat selama pandemi menjadi faktor keberuntungan bagi Diya.
Dalam tiga bulan pertama, ia berhasil menjual 300 kursi. Keberhasilan ini mendorong Diya untuk terus berinovasi. Dari situ lah DISHomedecor terbentuk, tepatnya pada tahun 2019. Nama DISH adalah kepanjangan dari design interior shabby.
“Alhamdulilah, usaha ini terus berkembang,” kata Diya ketika ditemui di Galeri DISHomedecor Mall Malioboro lantai 2 pada Selasa (25/2/2025).
Berawal dari Limbah Kayu Jati, Kini Produknya Bernilai Jual Tinggi
Setelah sukses dengan kursi stool, Diya mulai mencari cara untuk memanfaatkan limbah kayu yang tersisa dari proses produksi. Ia berpikir bagaimana cara mengubahnya agar menjadi produk yang cuan.
Diya melakukan percobaan pertamanya dengan membuat sendok, lalu berkembang menjadi gelas, piring dan berbagai peralatan makan lainnya. Dari sana, lahirlah ide untuk mengembangkan produk perkakas dapur berbahan kayu jati yang kini menjadi favorit para pelanggan.
“Saya berpikir bagaimana caranya limbah kayu itu bisa jadi duit. Akhirnya bikin sendok satu, kok bagus ya. Lalu jadi gelas, kok bagus,” cerita Diya kepada merdeka.com.
Kini produk-produk DISHomedecor ada gelas, piring, talenan dan berbagai alat makan yang diproduksi dengan kayu jati berkualitas tinggi. Salah satu keunggulan produk DISHomedecor adalah ketahanannya terhadap jamur dan keamanannya karena sudah food grade.
Barang-barang yang dijual di DISHome berkisar mulai dari Rp50 ribu hingga Rp400 ribu.
Tantangan Membangun Tim Produksi
Diya menghadapi tantangan besar dalam hal produksi, terutama karena ia tidak memiliki latar belakang di bidang perkayuan atau alat produksi. Namun dirinya tetap belajar mencari tahu dan riset mendalam tentang kayu jati sampai pada proses pembuatannya.
Tantangan lain adalah mencari tenaga kerja yang memiliki pemahaman mendalam tentang kayu. Diya akhirnya berusaha untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Terlebih di sekitarnya banyak yang berusia lanjut dan sebelumnya hanya mengandalkan keterampilan tangan.
Dengan pelatihan dan pendampingan, para perajin ini mulai mengembangkan keterampilan mereka lebih jauh. Mereka juga mulai memahami proses produksi.
Seiring berjalannya waktu, Diya berhasil membangun tim produksi yang solid. Kini DISHomedecor memiliki sistem kerja yang lebih terstruktur dengan pembagian tugas yang jelas antara produksi, pemasaran dan pengemasan.
Ekspansi ke Pasar Internasional
Berkat keunikan dan kualitasnya yang bagus, produk DISHomedecor menarik perhatian hingga pasar global. Produk-produk berbahan kayu jati ini tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga sudah berhasil menembus pasar internasional. Kini DISHomedecor sudah mengekspor produknya ke Italia, Belanda, Amerika, Turki, Jepang dan Korea.
Keunggulan produk dari DISHomedecor terletak pada kualitas bahan baku yang digunakan. Penggunaan kayu jati tidak sembarangan. Diya memilih menggunakan kayu jati Jawa dengan standar usia tertentu agar tetap kuat dan tahan lama.
Produk dari DISHomedecor juga sudah food grade sehingga aman digunakan sebagai alat makan. Produknya juga tidak mudah berjamur, warna dan teksturnya juga tidak mudah berubah seiring waktu.
“Produk kita bisa dipakai untuk sehari-hari tanpa berjamur, warna tidak berubah atau mengelupas. Karena ada kayu yang berjamur kan, tapi kalau produk saya tidak,” jelas perempuan asal Medan ini.
Untuk memenuhi permintaan ekspor, DISHomedecor tetap menjaga standar kualitas dengan hanya menggunakan kayu jati dari Yogyakarta. Namun untuk pesanan dalam jumlah besar, bahan baku juga diambil dari Jepara, Jawa Tengah. Semua kayu yang digunakan legal dan sesuai regulasi pemerintah.
“Kita ada range umur jatinya, misal jati yang usianya 5 tahun tidak boleh diproduksi,” kata Diya.
Pakai Pendanaan Mandiri Tanpa Pinjaman
Salah satu yang membedakan DISHomedecor dengan banyak UMKM lainnya adalah model pendanaannya. Diya memutuskan untuk tidak mengandalkan pinjaman modal dari pihak manapun. Semua modal berasal dari keuntungan yang terus diputar secara bertahap.
“Alhamdulillah, kita tidak melakukan pinjaman dari mana pun. Murni dari barang yang laku satu dijadiin dua, dua laku dijadiin tiga, dan seterusnya,” ungkapnya.
Dalam sistem pembayaran, DISHomedecor menerapkan model MoU dengan skema pembayaran di awal sebesar 50-70% sebagai modal produksi. Sisa pembayaran dilakukan setelah barang dikirim, sehingga cash flow bisnis tetap stabil.
Juara 4 BRIncubator 2024
Kesuksesan DISHomedecor tak lepas dari berbagai peluang yang dimanfaatkan, salah satunya adalah keikutsertaan dalam program BRIncubator dari Bank BRI. Diya pertama kali mengetahui program ini saat ingin mengikuti acara BRI UMKM EXPO(RT) BRILianpreneur 2025. Ia merasa program ini sangat membantu perkembangan bisnisnya.
“BRIncubator itu pelatihan paling bagus yang pernah saya ikuti. Dari hulu ke hilir diajarin dengan baik dan detail,” kata Diya.
Program ini berlangsung selama dua bulan dan UMKM diberikan pelatihan intensif yang tidak hanya sekadar teori, namun mencakup strategi bisnis jangka panjang. Peserta didorong untuk memiliki visi yang jelas, mulai dari rencana tiga bulan ke depan hingga lima tahun ke depan.
Mengutip situs Link UMKM, BRIncubator merupakan program yang berorientasi pada pemberian akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas serta kapabillitas UMKM secara digital dan fokus pada validasi ekspor. Program inkubasi yang fokus kepada pelaku UMKM sektor pariwisata, pertanian subsektor kuliner, fesyen dan kriya ini bertujuan memodernisasi UMKM agar berbais teknologi dan dapat menciptakan teknopreneur di seluruh pelosok Indonesia.
Bagaskara Priyambodo selaku Koordinator Rumah BUMN BRI Yogyakarta (RuBY) mengatakan, jika UMKM menjadi salah satu nasabah yang paling baik di Bank BRI. Karena UMKM sudah identik dengan BRI. Oleh karena itu, Bank BRI mengembangkan berbagai program seperti BRIncubator, Pengusaha Muda Brilian dan BRILianpreneur yang menjadi salah satu cara untuk mendukung UMKM naik kelas.
“Kalau Rumah BUMN tetap mendorong UMKM untuk mengikuti berbagai program yang ada. Namun kita tidak bisa memaksakan UMKM untuk ikut. Tapi kita selalu memberikan triger agar UMKM mau berkembang,” kata Bagas ketika ditemui pada Rabu (12/3/2025).
Salah satu keunggulan BRIncubator adalah pendekatan coaching one-on-one dengan mentor yang merupakan praktisi bisnis berpengalaman. Diya pun merasakan manfaat besar dari program ini, terutama dalam strategi pemasaran, pengelolaan produksi, hingga solusi untuk tantangan sehari-hari seperti pengemasan dan pengiriman.
“Kalau yang lain sekadar pelatihan saja, tapi kalau dari Bank BRI ini dikasih tahu sampai goals dan keluar dari masalah,” cerita Diya.
Ikuti BRIncubator 2025, Pendaftaran Ditutup 31 Mei 2025
Program BRIncubator dari Bank BRI sudah ada sejak 2018 lalu. BRIncubator merupakan program inkubasi bisnis untuk UMKM di bidang pariwisata, pertanian subsektor kuliner, fesyen dan kriya. Tahun ini, BRIncubator 2025 memiliki tiga usaha utama yang menjadi fokusnya, yaitu food & beverages, home decor & craft, dan fashion & beauty.
Pengusaha akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari pakar UMKM untuk menuju pasar global. Diharapkan setelah mengikuti program BRIncubator, pelaku UMKM dapat berkembang dan meningkatkan skala bisnisnya untuk mendapatkan pasar dan keuntungan yang lebih besar.
Syarat dan Ketentuan BRIncubator 2025
1. Usaha merupakan milik sendiri
2. Usaha telah berdiri minimal 6 (enam) bulan
3. Kategori food & beverages, home decor & craft, dan fashion & beauty
4. Merupakan Nasabah BRI (Simpanan/Pinjaman)
5. Aktif dalam penjualan e-commerce
6. Anggota aktif Rumah BUMN BRI
7. Memiliki Legalitas Usaha NIB
8. Tidak sedang mengikuti program inkubasi serupa
9. Berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian program
10. Calon peserta bukan/belum pernah mengikuti program:
- BRILianpreneur 2019-2023
- UMKM EXPO(RT) 2025
- Alumni BRIncubator 2018-2024
- Pengusaha Muda BRILian
- Growpreneur
11. Bersedia menandatangani surat komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan.
12. Bersedia menyatakan bahwa seluruh data yang diinput atau yang diberikan merupakan data yang sebenarnya.
Berikut cara mendaftar BRIncubator 2025 yang perlu diperhatikan:
1. Akses linkumkm pada browser Anda dengan menuliskan linkumkm.id
2. Klik “Masuk” pada website linkumkm
3. Masukkan Email/NIK/No HP dan Password akun Anda
4. Jika belum memiliki akun linkumkm bisa melakukan pendaftaran dengan klik “Daftar”
5. Klik “Masuk”
6. Setelah berhasil “Masuk/Daftar” pada website linkumkm, klik bagian banner BRIncubator
7. Anda telah sampai pada halaman pendaftaran
8. Lengkapilah data Anda yang terdiri dari :
a. Profil Diri
b. Profil Usaha
c. Tentang Produk
d. Profil Bank
9. Pastikan anda telah mengisi seluruh data dengan benar
10. Klik “Selanjutnya” pada masing masing Sub-Pertanyaan
11. Selamat!! Anda telah terdaftar pada Program BRIncubator 2025