Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gejala Rabies, Penyebab, dan Cara Pengobatannya, Perlu Diketahui

Gejala Rabies, Penyebab, dan Cara Pengobatannya, Perlu Diketahui Ilustrasi anjing. ©2012 alamy.com

Merdeka.com - Rabies adalah penyakit akibat infeksi virus berbahaya yang biasanya ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi virus rabies. Kebanyakan, penyakit serius ini berasal dari anjing peliharaan. Namun, rabies juga dapat ditularkan oleh jenis hewan lainnya seperti kelelawar.

Sebagai penyakit yang fatal, maka penting bagi Anda untuk mewaspadai penularan penyakit rabies. Dalam hal ini, Anda perlu mengetahui gejala apa saja yang muncul ketika seseorang tertular infeksi virus rabies. Selain itu, Anda juga perlu memahami penyebab dan proses penularan virus rabies dari hewan.

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui berbagai cara yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama ketika terserang gigitan hewan yang terinfeksi rabies. Terdapat pula beberapa pengobatan yang perlu didapatkan untuk mencegah penyebaran virus rabies hingga ke otak.

Berbagai informasi ini penting untuk diperhatikan, terutama bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan anjing di rumah. Meskipun Anda sudah memperhatikan kesehatan anjing dengan baik, bukan berarti menjamin risiko tertularnya infeksi rabies pada anjing peliharaan Anda.

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, berikut kami merangkum gejala rabies, penyebab, dan cara pengobatannya, bisa Anda simak.

Pengertian dan Gejala Rabies

vaksin anti rabies gratis untuk hewan peliharaan

©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Virus rabies (RABV) ditularkan melalui kontak langsung (seperti melalui kulit yang luka atau selaput lendir di mata, hidung, atau mulut) dengan air liur atau otak/jaringan sistem saraf dari hewan yang terinfeksi.

Rabies berakibat fatal tetapi dapat dicegah. Virus ini dapat menyebar ke orang dan hewan peliharaan jika mereka digigit atau dicakar oleh hewan rabies.

Saat terserang infeksi virus rabies, biasanya belum muncul gejala selama beberapa minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh. Ketika virus rabies mencapai sistem saraf pusat (fase prodromal), Anda mengalami gejala seperti flu. Berikut beberapa gejala rabies yang perlu Anda perhatikan.

Gejala prodromal rabies

  • Demam.
  • Kelelahan (fatigue).
  • Luka gigitan terbakar, gatal, kesemutan, nyeri atau mati rasa.
  • Batuk.
  • Sakit tenggorokan.
  • Nyeri otot.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Gejala neurologis akut rabies

    Gejala neurologis rabies adalah ganas atau lumpuh. Gejala rabies ganas dapat datang dan pergi dengan periode tenang di antaranya (episode ganas). Gejala ini meliputi:

  • Agitasi dan agresi.
  • Kegelisahan.
  • Kejang.
  • Halusinasi .
  • Kedutan otot (fasikulasi).
  • Demam.
  • Jantung berdebar (takikardia).
  • Pernapasan cepat (hiperventilasi).
  • Air liur berlebihan.
  • Dua pupil dengan ukuran berbeda (anisocoria).
  • Kelumpuhan wajah (facial palsy).
  • Takut pada air/minum (hidrofobia).
  • Takut udara tertiup ke wajah/konsep (aerofobia).
  • Igauan.
  • Gejala rabies paralitik

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Leher kaku.
  • Kelemahan, terutama mulai dari bagian tubuh yang digigit dan berlanjut ke bagian tubuh lainnya.
  • Kesemutan, “kesemutan” atau sensasi aneh lainnya.
  • Kelumpuhan.
  • Koma.
  • Penyebab dan Proses Penularan Virus

    Setelah mengetahui pengertian dan gejala rabies, berikutnya akan dijelaskan penyebab dan proses penularan virus rabies. Penyakit rabies dapat terjadi pada hewan dan manusia. Biasanya, penularan birus rabies ke manusia disebabkan oleh gigitan hewan yang sudah terinfeksi penyakit rabies sebelumnya.

    Virus rabies yang biasanya dibawa oleh hewan berdarah panas (mamalia) ini juga bisa ditularkan melalui air liurnya (ludah). Rabies paling sering ditemukan pada kelelawar, sigung, rakun, dan rubah, tetapi hewan lain termasuk anjing atau kucing peliharaan juga dapat terinfeksi.

    Saat Anda tertular virus dari hewan rabies, biasanya menghabiskan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu, hingga virus tersebut masuk ke sistem saraf. Ini disebut juga masa inkubasi, yang biasanya tidak muncul gejala apa pun.

    Gejala mulai muncul setelah fase predromal, yaitu kondisi di mana virus berjalan melalui sel-sel saraf Anda ke otak dan sumsum tulang belakang, menyebabkan kerusakan saraf seiring berjalannya waktu.

    Secara otomatis, sistem kekebalan tubuh Anda akan melawan infeksi yang terjadi sehingga sering kali muncul gejala mirip flu. Selain itu, kondisi kerusakan saraf juga dapat menyebabkan beberapa gejala lain seperti kesemutan, nyeri, atau mati rasa di tempat Anda digigit. Ini berlangsung dua hingga 10 hari. Tidak ada pengobatan yang efektif saat rabies mencapai fase ini.

    Cara Pengobatan Rabies

    vaksinasi rabies gratis

    ©2022 Merdeka.com/Arie Basuki

    Setelah mengetahui penyebab dan cara penularannya, terakhir akan dijelaskan cara pengobatan rabies. Saat Anda terkena rabies (digigit atau bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi), usahakan untuk segera menghubungi penyedia layanan kesehatan sesegera mungkin.

    Sementara itu, bersihkan luka dengan lembut dan menyeluruh dengan sabun dan air. Mintalah petunjuk tambahan dari penyedia layanan kesehatan untuk membersihkan luka.

    Selanjutnya, petugas kesehatan akan memberi Anda serangkaian suntikan (vaksinasi) untuk mencegah virus menyebabkan rabies. Mereka juga akan memberi Anda pengobatan antibodi langsung pada luka jika Anda belum pernah divaksinasi sebelumnya. Berikut beberapa vaksinasi yang biasanya diberikan:

  • Vaksin rabies: Penyedia layanan kesehatan akan memberi Anda empat suntikan selama 14 hari. Jika Anda sudah divaksinasi sebelum terpapar, Anda hanya memerlukan dua suntikan. Vaksin ini bekerja untuk menghancurkan virus rabies sebelum masuk ke otak Anda.
  • Human rabies immune globulin (HRIG): Petugas kesehatan juga akan memberi Anda suntikan di sekitar luka. HRIG memberikan perlindungan antibodi (molekul yang melawan infeksi) yang akan menghancurkan virus di dekat luka hingga tubuh Anda mengambil alih. Suntikan HRIG ini tidak akan diberikan jika Anda telah divaksinasi sebelum terpapar.
  • (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP