Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fungsi Baterai dalam Perangkat Elektronik, Pahami Cara Kerjanya

Fungsi Baterai dalam Perangkat Elektronik, Pahami Cara Kerjanya Ilustrasi baterai. ©Unsplash/John Cameron

Merdeka.com - Baterai menjadi salah satu komponen utama yang banyak terdapat pada berbagai perangkat elektronik. Mulai dari handphone, laptop, jam tangan, kalkulator, remote tv, senter, hingga berbagai mainan anak.

Sebagai komponen utama, baterai mempunyai peranan penting dalam sistem kerja suatu alat. Baterai dapat mengalirkan daya listrik untuk mendukung sistem kerja perangkat berfungsi dengan baik. Tanpa baterai, tentu suatu perangkat elektronik tak dapat bekerja dengan baik, bahkan tidak berfungsi sama sekali.

Bahkan banyak perangkat kini beralih menggunakan baterai agar tidak perlu bergantung pada perangkat kabel yang lebih rumit dan tidak praktis. Selain mengalirkan daya listrik, terdapat berbagai fungsi baterai lain yang tidak kalah penting. Seperti menyalakan mesin, mendukung sistem kerja komponen lain, hingga memasok daya listrik.

Untuk mendukung berbagai fungsi baterai, tentu komponen ini dirancang menggunakan berbagai unsur penyusun yang saling terhubung. Mulai dari unsur kolektor, elektrolit, anoda, pemisah, katoda, hingga wadah. Setiap struktur baterai ini saling mendukung satu sama lain sehingga dapat menjalankan fungsi kerja yang baik.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut kami merangkum beberapa fungsi baterai dalam perangkat elektronik, unsur penyusun, hingga prinsip kerjanya, perlu Anda ketahui.

Pengertian dan Fungsi Baterai

Sebelum mengetahui fungsi baterai, perlu dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan baterai. Baterai adalah alat yang mengubah energi kimia menjadi listrik. Pada mobil, baterai adalah sel basah yang mengandung energi aktual yang menyimpan energi kimia dan kemudian mengubahnya menjadi energi listrik.

Terlepas dari berbagai desain dan spesifikasi, baterai memiliki tujuan yang sama. Khusus, pada baterai otomotif, baterai memiliki enam sel dengan penyimpanan timbal di masing-masing sel. Setiap sel diisi dengan larutan asam sulfat, yang dikenal sebagai elektrolit.

Seperti disebutkan sebelumnya, secara umum fungsi baterai adalah untuk memberi atau mengalirkan daya listrik pada suatu perangkat. Dengan baterai, mesin dapat berjalan sehingga perangkat elektronik bisa dinyalakan dan digerakkan.

Selain itu, terdapat beberapa fungsi baterai lain yang tak kalah penting, seperti:

  • Mendukung sistem kerja komponen lain seperti sistem injektor, busi, dan sensor.
  • Memasok daya ekstra yang diperlukan ketika bagian listrik di kendaraan membutuhkan daya berlebih di atas pasokan sistem pengisian. Atau berfungsi sebagai stabilizer.
  • Menggerakkan mobil listrik dengan tegangan tinggi.
  • Memungkinkan penggunaan suku cadang listrik otomotif standar yang dirancang untuk beroperasi pada 12 volt. Baterai jenis ini juga disebut baterai tambahan.
  • Unsur Penyusun dan Karakteristik

    Setelah mengetahui pengertian dan berbagai fungsi baterai, berikutnya akan dijelaskan apa saja unsur penyusun dan bagaimana karakteristik baterai. Untuk mendukung fungsi kerjanya, baterai disusun oleh beberapa unsur. Masing-masing unsur penyusun baterai ini mempunyai peranan tersendiri, namun saling mendukung satu sama lain untuk menghasilkan sistem kerja yang baik dan optimal. Berikut beberapa unsur penyusun baterai:

  • Wadah: adalah bagian yang terbuat dari kaleng baja, digunakan untuk melingkupi zat-zat sel untuk membentuk katoda, yang merupakan bagian dari reaksi elektrokimia.
  • Katoda: adalah mangan dioksida dan katoda. Ini adalah elektroda yang direduksi oleh reaksi elektrokimia.
  • Pemisah: adalah kain berserat bukan tenunan yang memisahkan elektroda.
  • Anoda: anoda adalah elektroda yang teroksidasi. Mereka terbuat dari logam seng bertenaga.
  • Elektrolit: adalah media untuk pergerakan ion di dalam sel. Ini membawa arus ionik di dalam baterai. Elektrolit terbuat dari larutan kalium hidroksida dalam air.
  • Kolektor: adalah pin kuningan di tengah sel yang menghantarkan listrik ke sirkuit luar.
  • Berbagai unsur tersebut digunakan dalam berbagai jenis baterai. Meskipun berbeda-beda, namun secara umum baterai memiliki fungsi dan peranan yang sama. Selain itu, baterai juga memiliki karakteristik umum, seperti:

  • Tersedia dalam berbagai ukuran.
  • Kinerja suhu tinggi dan rendah yang cukup baik.
  • Secara elektrik efisien.
  • Operasi pelampung yang baik.
  • Baterai murah dan dapat diproduksi di mana saja secara lokal.
  • Tegangan sirkuit terbuka yang tinggi dari semua sistem baterai elektrolit berair.
  • Retensi muatan yang baik untuk aplikasi pengisian daya intermiten.
  • Sel mudah didaur ulang.
  • Cara Kerja Baterai

    Setelah memahami fungsi baterai dan komponen penyusunnya, terakhir akan dijelaskan bagaimana prinsip kerja baterai. Seperti dijelaskan sebelumnya, baterai memiliki tiga bagian, anoda (-), katoda (+), dan elektrolit. Katoda dan anoda (sisi positif dan negatif di kedua ujung baterai tradisional) dihubungkan ke sirkuit listrik.

    Reaksi kimia dalam baterai menyebabkan penumpukan elektron di anoda. Hal ini menyebabkan perbedaan listrik antara anoda dan katoda. Penumpukan elektron ini juga dipahami sebagai kondisi yang tidak stabil.

    Secara umum, elektron ingin mengatur ulang untuk menyingkirkan perbedaan ini. Tetapi elektron melakukan ini dengan cara tertentu. Di mana, elektron saling tolak menolak dan mencoba pergi ke tempat dengan elektron lebih sedikit.

    Dalam baterai, satu-satunya tempat yang dapat dituju oleh elektron adalah katoda. Tapi, elektrolit menjaga agar elektron tidak langsung berpindah dari anoda ke katoda di dalam baterai. Biasanya elektron bisa sampai ke katoda jika kondisi sirkuit ditutup (kawat yang menghubungkan katoda dan anoda).

    Namun, proses elektrokimia ini mengubah bahan kimia di anoda dan katoda yang menyebabkan anoda dan katoda berhenti memasok elektron. Sehingga terdapat daya dengan jumlah yang terbatas dalam baterai.

    Dengan begitu, baterai daya baterai perlu diisi ulang agar dapat berfungsi seperti semula. Saat pengisian ulang baterai, Anda mengubah arah aliran elektron menggunakan sumber daya lain, seperti panel surya. Proses elektrokimia terjadi secara terbalik, dan anoda dan katoda dikembalikan ke keadaan semula dan dapat kembali memberikan daya secara penuh.

    (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP