Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan dan Artinya, Mustajab

Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan dan Artinya, Mustajab Ilustrasi berdoa. ©Pixabay/Konevi

Merdeka.com - Seperti diketahui, dalam Islam anak merupakan anugerah dan karunia dari Allah SWT. Pemberian keturunan dianggap sebagai kehendak dan takdir Allah yang perlu dihormati dan disyukuri oleh pasangan suami istri. Di mana kehadiran anak dalam sebuah keluarga dapat memberikan kebahagiaan tersendiri.

Meski begitu, perlu diingat bahwa anak atau keturunan merupakan salah satu rezeki yang diatur Allah. Artinya, Allah memiliki kuasa penuh untuk memberikan rezeki keturunan bagi siapa saja. Sebagian pasangan mungkin segera diberikan keturunan setelah menikah, sementara sebagian yang lain boleh jadi belum diberikan rezeki tersebut oleh Allah.

Tentu, ini merupakan salah satu ujian yang membutuhkan kesabaran dan keimanan kepada Allah. Terlebih, jika Anda dan pasangan sangat mendambakan keturunan setelah bertahun-tahun menikah, namun belum diberikan kepercayaan tersebut oleh Allah. Meski begitu, tidak ada yang tidak mungkin di tangan Allah.

Hal yang perlu dilakukan adalah terus berusaha, berdoa, dan berserah diri kepada Sang Pencipta. Bagi Anda yang mengalami kondisi ini, terdapat doa Nabi Zakaria meminta keturunan yang bisa diamalkan. Selain bacaan doa Nabi Zakaria meminta keturunan, Anda juga perlu meneladani kesabaran yang dilakukan oleh Nabi Zakaria. Dilansir dari NU Online, berikut kami merangkum doa Nabi Zakaria dan kisahnya, bisa disimak.

Kisah Nabi Zakaria Mendambakan Keturunan

Sebelum mengetahui bacaan doa Nabi Zakaria meminta keturunan, perlu dipahami terlebih dahulu bagaimana kisah Nabi Zakaria yang mendambakan seorang anak dalam keluarganya. Nabi Zakaria adalah seorang nabi utusan Allah, menikah dengan seorang istri yang mandul. Sejak pertama menikah, Nabi Zakaria sudah mendambakan kehadiran putra di keluarganya.

ilustrasi berdoa

©2022 Merdeka.com/pixabay

Namun, keinginan tersebut belum juga terwujud, karena kondisi istrinya yang mandul. Meski umur terus bertambah, raganya sudah mulai rapuh di usia senja, rambutnya beruban, dan tulang belulangnya mulai lemah, Nabi Zakaria tidak putus semangat untuk terus berdoa memohon kebaikan dari Allah berupa keturunan.

Hingga suatu hari, Nabi Zakaria menemui keponakannya yang bernama Maryam. Maryam adalah seorang perempuan yang selalu menyepi dalam mihrab, tempat shalat. Ia tidak perlu keluar dan hal yang ia lakukan ahanya bersujud menyembah Allah. Pada hari itu, Nabi Zakaria melihat banyak buah-buahan tersaji di dalam mihrab Maryam.

Nabi Zakaria tentu bingung dengan apa yang terjadi, mengingat Maryam tidak pernah keluar. Bagaimana bisa buah-buahan musim panas ada di dalam mihrabnya. Kemudian Nabi Zakaria bertanya, “Dari mana kau mendapatkan semua rezeki ini?”tanya Nabi Zakaria dengan heran. “Dari Allah SWT,” jawab Maryam. “Dia memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendakin-Nya,” sambung Maryam.

Dari kejadian tersebut, Nabi Zakaria semakin yakin bahwa setiap doa akan dijawab oleh Allah. Bahwa Allah akan memberikan sesuatu kebaikan, sekalipun itu suatu yang tampak mustahil, tapi tidak untuk Tuhan pemilik semesta alam. Nabi Zakaria terus berdoa dan bersabar, dengan penuh kesungguhan dan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan doanya.

Kemudian, turunlah sebuah ayat dari Allah, sebagai kabar gembira baginya dan istri. Bahwa akan lahir seorang anak yang bernama Yahya, Allah pun berfirman bahwa anak tersebut adalah seorang manusia yang belum pernah ia ciptakan sebelumnya.

Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan

Setelah mengetahui kisah Nabi Zakaria dalam memohon seorang putra dari Allah, berikutnya akan dijelaskan bacaan doa Nabi Zakaria meminta keturunan. Bacaan doa Nabi Zakaria meminta keturunan ini tercamtum dalam beberap surat di Al Quran, yaitu QS. Al Imran dan QS. Al Anbiya. Berikut bacaan doanya.

Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan (QS. Al Imran)

"Rabbi habli milladunka dzurriyyatan ṭayyibah, innaka sami’ud-du’a."

Artinya: "Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan (QS. Al Anbiya)

"Wa zakariyya iznada rabbahụ rabbi la tadzarni fardan wa anta khairul-waritsin."

Artinya: "(Ingatlah) Zakaria ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris."

Dari doa tersebut, Nabi Zakaria memohon rahmat kebaikan Allah berupa seorang anak laki-laki yang bisa menjadi ahli warinya. Di mana sebelumnya, Nabi Zakaria khawatir jika tidak ada penerus yang dapat melanjutkan dakwahnya menyampaikan ajaran kebenaran dari Allah.

Meskipun kondisinya dan istri terbilang mustahil, namun Nabi Zakaria tidak putus harapan dan terus bersabar melangitkan doa-doa. Sebab, Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya pulang dengan tangan kosong setelah menengadah dan memohon kepada-Nya.

Dengan kesabaran dan kesungguhan, Nabi Zakaria terus memanjatkan doa di waktu-waktu mustajab seperti saat berdiri shalat, Raudhah, dan berkunjung ke rumah Allah. Nabi Zakaria berdoa dengan suara yang lemah lembut, tenang, dan tidak tergesa-gesa. Doa juga seharusnya diiringi dengan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan. Maka Allah dengan kekuatan-Nya dapat mewujudkan suatu yang tampak mustahil sekalipun menjadi sebuah kenyataan.

(mdk/ayi)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP