Diabadikan Jadi Nama Rumah Sakit, Ini Kisah Hidup Dokter Sardjito
Merdeka.com - Profesor Doktor Sardjito merupakan salah satu tokoh yang disegani dalam dunia medis tanah air. Saking besarnya jasa Sardjito, namanya dijadikan sebagai nama rumah sakit besar di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebagai seorang dokter sekaligus ilmuwan, Sardjito telah menghasilkan penemuan-penemuan penting bagi dunia medis seperti obat penyakit batu ginjal dan obat penurun kolesterol. Ia menekankan agar obat tersebut tidak dijual mahal.
Selain menciptakan obat-obatan tersebut, Sardjito juga berhasil menciptakan vaksin anti penyakit infeksi untuk penyakit typus, kolera, disentri, staflokoken, dan streptokoken.
Karena jasa-jasanya ini ia mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Lantas bagaimana sepak terjang Sardjito dalam dunia kedokteran tanah air? Berikut selengkapnya:
Lulusan STOVIA

©2022 liputan6.com
Dilansir dari Rri.co.id, Sardjito lahir pada 13 Agustus 1889 di Madiun, Jawa Timur. Dia adalah dokter lulusan Stovia (sekolah kedokteran zaman kolonial Belanda) pada tahun 1915.
Lulus dari Stovia, Sardjito bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Jakarta selama kurang lebih satu tahun. Ia kemudian pindah ke Institut Pasteur Bandung. Di Institut Pasteur ini jiwa Sardjito sebagai peneliti berkembang.
Bahkan dia kemudian diangkat sebagai direktur pertama institut tersebut. Berkat kepemimpinannya, Institut Pasteur berhasil menghasilkan vaksin khususnya bagi tentara dan masyarakat.
Peran Sardjito dalam Perang Kemerdekaan

©2022 liputan6.com
Pada masa perang kemerdekaan, Sardjito berjasa dalam mengobati para pejuang. Saat itu, ia berperan dalam membantu menyediakan obat-obatan dan vitamin bagi prajurit. Selain itu ia juga membangun pos kesehatan untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Yogyakarta dan sekitarnya.
Dalam masa perang itu pula Sardjito mempelopori pembuatan biskuit bagi tentara Indonesia. Biskuit itu kemudian dinamai “biskut Sardjito”. Sebagai pejabat di Institut Pasteur dia menyelundupkan buku-buku dari institut itu ke Klaten dan Solo.
Founding Fathers UGM

©2022 liputan6.com
Karena latar belakang ayahnya yang merupakan seorang guru, sejak muda Sardjito sudah peduli pada pendidikan. Dalam pergaulannya ia selalu menanamkan jiwa nasionalisme kepada murid STOVIA supaya berbakti kepada bangsa dan negara, salah satunya lewat penyuluhan kesehatan pada masyarakat.
Selain itu ia juga merupakan salah satu Founding Fathers Universitas Gadjah Mada (UGM). Bahkan ia merupakan rektor pertama universitas itu pada 12 Agustus 1950. Selama menjabat sebagai rektor, ia menjadi pelopor adanya Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat.
Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai rektor Universitas Islam Indonesia (UII). Dia pun menjadi sosok penting di balik berdirinya Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi di universitas tersebut.
Sisi Lain Sardjito

©2022 liputan6.com
Selain sebagai ilmuwan kedokteran, Sardjito ternyata juga seorang budayawan. Bahkan dia pernah melakukan penelitian dengan objek Candi Borobudur yang berbicara tentang perkembangan seni pahat di Indonesia.
Di luar rutinitasnya sebagai ilmuwan, Sardjito menekuni sepak bola sebagai olahraga favoritnya. Menurut Sejarawan UGM Djoko Suryo, Dr. Sardjito tidak hanya berjuang di satu aspek kehidupan.
“Generasi muda menghadapi tantangan yang kompleks dari globalisasi. Dengan menerapkan nilai-nilai Dr. Sardjito, akan ada filter dalam menyusun resolusi atau mencari solusi untuk persoalan bangsa,” kata Djoko Suryo dikutip dari Liputan6.com.
Gelar Pahlawan Nasional

©2022 liputan6.com
Pada 8 November 2019, sosok Prof. Dr. Sardjito mendapat gelar pahlawan nasional yang diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Salah seorang anggota tim penyusun, Sutaryo, mengatakan bahwa usulan pengajuan gelar itu sudah dilakukan tim UGM dan mulai bekerja sejak tahun 2011. “Sardjito merupakan sosok ilmuwan pejuang sekaligus pejuang ilmuwan. Semasa hidupnya Sardjito aktif di bidang pendidikan seperti Budi Utomo,” terang Sutaryo dikutip dari Liputan6.com.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya