Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dekat dengan Bibir Pantai, Ini Pesona Embung Grigak di Gunungkidul

Dekat dengan Bibir Pantai, Ini Pesona Embung Grigak di Gunungkidul Embung Grigak. ©2021 Brilio.net

Merdeka.com - Terdapat banyak embung di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Embung-embung itu dibangun untuk menampung air hujan guna mengatasi kelangkaan air di musim kemarau. Selain itu ada pula embung yang dimanfaatkan sebagai sarana wisata karena berada di tempat yang memiliki pemandangan indah.

Selain Embung Nglanggran yang berada di kawasan Gunung Api Purba, ada lagi satu embung yang memiliki pemandangan eksotis. Namanya Embung Grigak. Dilansir dari Gunungkidulkab.go.id, Embung Grigak berlokasi di Pedukuhan Karang, Girikarto, Panggang, Gunungkidul.

Embung ini dibangun untuk mengatasi persoalan kelangkaan air untuk pertanian penduduk sekitar. Namun seiring waktu embung ini dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Apalagi lokasinya hanya berjarak 40 meter dari bibir Pantai Grigak. Berikut selengkapnya:

Pembangunan Embung Grigak

embung grigak

©2021 Brilio.net

Embung Grigak dibangun oleh badan filantropi The Coca-Cola Company dengan melibatkan Yayasan Obor, komunitas Eco Camp Mangun Karsa, serta para pemangku kepentingan di pemerintah tingkat desa hingga kecamatan. Embung ini diresmikan operasionalnya pada 25 Mei 2021 oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.

Perwakilan komunitas Eco Camp Mangun Karsa, Paulus Wiryono Priyotamtama mengatakan bahwa wilayah di sekitar embung memang termasuk wilayah sulit air. Oleh karena itu dahulu pada tahun 1980-an Romo Mangun, tokoh rohaniawan asal Yogyakarta, berupaya menangani kebutuhan air di desa tersebut.

“Embung Grigak ini mampu mengairi 20 hektare sawah serta 5.000 tanaman buah-buahan di 30 hektare lahan perkebunan. Tentu memberikan keuntungan bagi petani yang tinggal di sekitar wilayah tersebut,” kata Paulus dikutip dari Gunungkidulkab.go.id.

Jadi Tempat Wisata

embung grigak

©2021 Brilio.net

Selain sebagai tempat yang menyediakan kebutuhan air bersih bagi warga sekitar, salah satu potensi yang sedang dikembangkan di Embung Grigak adalah sebagai tempat wisata. Apalagi keberadaan embung hanya berjarak antara 30-40 meter dari pantai. Paulus mengatakan, nantinya tempat wisata ini bisa dikonsep dengan memadukan embung sebagai sumber air bagi pertanian sekitar dengan wisata pantai.

”Fokusnya memang pantai. Tapi dengan adanya embung bisa diarahkan ke Green Tourism. Misalnya di sana ada penjualan bibit, ada pengembangan tanaman holtikultura seperti buah-buahan yang saat ini sudah berjalan,” jelas Paulus.

Pusat Perekonomian Baru bagi Warga

embung grigak

©2021 Brilio.net

Direktur Eksekutif Yayasan Obor Tani, Pratomo, mengatakan bahwa lokasi pembangunan itu sengaja dipilih di desa yang tertinggal. Harapannya akan muncul pusat perekonomian baru bagi warga di sekitar embung itu.

Sementara itu Ketua Pelaksana Coca Cola Foundation Indonesia, Triyono Prijosoesilo mengatakan bahwa Embung Grigak mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan embung-embung lain karena lokasinya yang berada di bibir pantai. Dia berharap, lokasi ini dapat berkembang menjadi tempat wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pengelolaan air yang baik telah menjadi prioritas kami sejak lama. Kami selalu berupaya memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat dan ekosistem lingkungan di masa depan. Embung Grigak ini berfungsi untuk menangkap air hujan sehingga bisa dimanfaatkan di musim kemarau,” kata Triyono dikutip dari Gunungkidulkab.go.id.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP