Bukan Karena Sakti, Ini Rahasia Jenderal Soedirman Selalu Lolos dari Kejaran Belanda
Merdeka.com - Jenderal Soedirman adalah seorang pahlawan terkenal di Indonesia. Sosoknya begitu berjasa saat berjuang melawan Belanda pada masa perang mempertahankan kemerdekaan.
Karena nama besarnya, pernah pada suatu momen dia hendak ditangkap oleh Belanda. Bahkan untuk menangkap sang jenderal, Belanda mengadakan serangan besar-besaran dengan menggempur Lapangan Udara Maguwo.
“Mata-mata Belanda telah menyebar informasi palsu bahwa TNI akan menggelar latihan perang. Ternyata Belanda mengkhianati perjanjian. Pengawal Maguwo tidak imbang dengan pasukan Belanda yang menyerbu. Makanya mereka bisa melumpuhkan dengan waktu singkat,” ungkap Mantan Ajudan Jenderal Soedirman, Mayor (Purn) Abu Arifin, mengutip dari Liputan6.com.
Pada saat penyerangan berlangsung, Jenderal Soedirman tengah terbaring lemah di kamar rumah dinasnya di Yogyakarta karena terserang penyakit TBC. Mendengar serangan Belanda, dia mendadak terbangun dan berdiri. Dia marah lantaran Belanda telah berkhianat. Dari sinilah kisah pengejaran Belanda terhadap Jenderal Soedirman dimulai. Berikut selengkapnya.
Memerintahkan Perang Gerilya

©2021 Liputan6.com
Mendengar serangan Belanda ke Yogyakarta, Jenderal Soedirman memerintahkan untuk diadakan perang gerilya setelah mendapat izin dari Presiden Soekarno. Para pasukan pun mulai berpencar dengan pergi ke arah yang berlainan.
Sementara itu, Jenderal Soedirman pergi ke arah selatan dengan sebuah mobil dan sebagian kecil pasukan. Selama berhari-hari, mereka terus menyusuri jalan pelarian hingga wilayah Kediri.
Pada saat yang bersamaan, Belanda terus mengejar. Namun saat itu juga, pasukan-pasukan dari Jawa Timur ikut bergabung dan membuat Pasukan Jenderal Soedirman menjadi kuat. Tapi karena menurut informasi pasukan Belanda memburu dalam jarak yang tak terlalu jauh, pasukan yang mengawal sang jenderal-pun kembali dipecah.
Taktik Penyamaran

©2021 Liputan6.com
Untuk mengecoh pasukan Belanda, sebagian besar pasukan gerilya mengawal sebuah tandu dengan sesosok tentara mirip Jenderal Soedirman. Tentara yang menyamar itu bernama Letnan Muda Laut Heru Kesser. Sementara itu Jenderal Soedirman ditandu oleh Kapten Cokropanolo dengan pengawalan inti.
Tapi walaupun tengah berada dalam kondisi sakit, Jenderal Soedirman masih tetap memimpin perang gerilya dan bergerak begitu cepat. Diapun juga tak pernah tertangkap oleh Belanda. Bahkan, banyak yang menyangka bahwa sang jenderal mempunyai jimat yang membuatnya sakti.
“Di mana Jenderal Soedirman ada, pasti selalu dikerumuni oleh rakyat. Ini menyulitkan Belanda untuk menangkap Jenderal Soedirman. Karena beliau dilindungi rakyat. Jadi, pengangkut tandu selalu terjaga karena warga setempat selalu siap menandu Jenderal Soedirman,” kata Abu Arifin dikutip dari Liputan6.com.
Rahasia Kesaktian Jenderal Soedirman

©2021 Liputan6.com
Menurut Abu Arifin, tidak ada orang yang sakti di dunia ini termasuk Jenderal Soedirman. Dia mengungkapkan, selain dukungan rakyat dan pengawalnya yang setia, Jenderal Soedirman dikenal karena ketaatannya kepada Tuhan. Hal itu diwujudkan oleh Jenderal Soedirman dengan tak pernah sekalipun meninggalkan salat lima waktu.
“Pak Soedirman adalah simbol. Ia adalah tumpuan harapan rakyat Indonesia. Karena itu harus dilindungi dengan taruhan nyawa,” kata Abu Arifin dikutip merdeka.com dari Liputan6.com pada Selasa (19/1).
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya