Banyak Berisi Cerita Fabel, Ini Makna yang Terkandung pada Relief Candi Sojiwan
Merdeka.com - Candi Sojiwan adalah sebuah candi Buddha yang berada di Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Letak candi ini hanya berjarak sekitar 2 kilometer di selatan Candi Prambanan. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan, biasanya tersedia moda transportasi khusus untuk mengunjungi candi ini sekaligus Candi Ratu Boko.
Dilansir dari Kemdikbud.go.id, Candi Sojiwan didirikan antara tahun 842 hingga 850 Masehi sebagai bentuk pengorbanan dari Raja Balitung kepada neneknya Nini Haji Rakyat Sanjiena yang beragama Buddha.
Ditemukan kembali pada tahun 1813 oleh Kolonel Colin Mackenzie, seorang utusan Thomas Raffles, Candi Sojiwan tergolong bangunan yang unik. Bangunan itu memiliki relief-relief yang banyak bercerita tentang fabel. Berikut selengkapnya:
Relief Buaya dan Kera

©buddhazine.com
Salah satu relief yang terdapat di Candi Sojiwan adalah relief buaya dan kera. Dilansir dari buddhazine.com, relief ini menceritakan seekor kera yang merupakan Bodhisattwa yang duduk di tepian Sungai Gangga. Seekor buaya yang melihat kera itu berkeinginan memakan hatinya. Ia kemudian mengatakan keinginannya pada buaya jantan yang merupakan suaminya dan menyuruhnya untuk menangkap si kera.
Saat menemui si kera, buaya jantan itu bercerita kalau di seberang sungai terdapat pohon yang sedang berbuah dan memiliki rasa yang lezat. Ia pun menawarkan diri untuk menyeberangkan si kera ke tempat tersebut dan mengambil buah-buahan.
Si kera bersedia dan kemudian ia menaiki punggung buaya jantan itu. Namun di tengah perjalanan, buaya jantan itu berterus terang kalau ia menangkapnya dan akan mengambil hatinya untuk makanan buaya betina.
Si kera mengatakan pada buaya jantan kalau ia rela dimakan hatinya. Namun hatinya tertinggal di atas pohon di seberang sungai. Si buaya mengantar si kera untuk mengambil hatinya yang tertinggal di atas pohon seberang sungai.
Sesampainya di pinggir sungai, si kera langsung meloncat ke daratan dan melarikan diri dengan selamat. Berkat kecerdikannya, ia berhasil selamat dari maut.
Relief Kambing dan Gajah

©buddhazine.com
Relief ini menceritakan usaha kambing untuk kembali menemukan kelompoknya karena ia terpisah. Saat bertemu seekor gajah, ia meminta sang gajah untuk mengantarkannya menemui kelompoknya. Akhirnya gajah bersedia mengantar sang kambing dengan menggendongnya di punggung.
Relief Lembu Jantan dan Serigala

©buddhazine.com
Relief ini menceritakan tentang seekor serigala jantan yang mempunyai istri. Sang istri ingin sekali memakan buah zakar lembu walaupun di hutan banyak sekali makanan. Keinginan itu dituruti sang serigala jantan. Ia menemui seekor lembu jantan dan selalu mengikuti kemanapun lembu itu pergi. Ia berharap pada suatu momen kantung zakar si lembu akan terjatuh dan ia bisa mengambilnya untuk istri tercinta.
Tapi apa yang diharapkannya itu tak kunjung terjadi. Dengan hati resah ia pulang dan mengabarkan pada sang istri kalau ia tak bisa memenuhi keinginannya.
Relief Perkelahian Banteng dan Singa

©buddhazine.com
Relief ini bercerita tentang seekor banteng bernama Syatrabah yang bersahabat dengan seekor singa. Karena fitnah dari seekor serigala bernama Dimnah, keduanya saling mencurigai dan terjadilah perkelahian antara keduanya. Di akhir, banteng dan singa itu sama-sama tewas akibat perkelahian itu.
Relief Lelaki dan Seekor Singa

©buddhazine.com
Relief ini menceritakan tentang mimpi seorang menteri bernama Bhimaparakrama yang akan diserang singa. Namun melihat Bhimaparakrama bersiap melawan dengan pedang perisai, singa itu pun lari dan terus dikejar Bhimaparakrama yang pemberani.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya