Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arti Sakinah, Mawaddah, Warahmah dalam Islam, Perlu Dipahami

Arti Sakinah, Mawaddah, Warahmah dalam Islam, Perlu Dipahami Ilustrasi menikah. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Sebagian besar dari Anda tentu sudah tidak asing dengan istilah sakinah, mawaddah, dan warahmah. Ketiga gabungan istilah ini sering kali diucapkan pada pasangan yang baru saja menikah dan akan menjalani kehidupan rumah tangga. Bukan sekadar ucapan, istilah ini tidak lain adalah sebuah doa dan harapan baik bagi setiap pasangan yang menikah.

Namun, sebagian dari Anda mungkin memberikan ucapan tersebut karena telah menjadi budaya yang dilakukan sehari-hari. Padahal, masing-masing istilah ini memiliki arti dan makna mendalam yang perlu dipahami. Bukan hanya itu, masing-masing istilah ini saling berhubungan satu dengan yang lain sehingga dapat mewujudkan kehidupan rumah tangga yang baik menurut Islam.

Dengan begitu, penting bagi setiap umat muslim untuk mengetahui arti sakinah, mawaddah, warahmah dengan baik dan benar. Tidak hanya mengetahui artinya, tetapi juga memahami makna di balik ucapan tersebut. Dengan pengetahuan ini, Anda tidak sekadar memberikan ucapan tetapi sekaligus belajar tentang pandangan Islam mengenai pernikahan.

Dengan pemahaman yang baik dan jelas, tentu bisa menjadi bekal bagi Anda ketika mengarungi rumah tangga di kemudian hari. Dilansir dari laman Tebuireng, berikut kami rangkum penjelasan arti sakinah, mawaddah, warahmah dalam Islam yang perlu diketahui.

Arti Sakinah

Arti sakinah, mawaddah, warahmah dalam Islam yang akan dibahas pertama adalah kata sakinah. Kata sakinah berarti sebuah ketenangan atau ketentraman yang dirasakan oleh suami dan istri dalam rumah tangga. Dalam hal ini, setiap pasangan harus bisa bersikap dan berkomunikasi dengan baik untuk menciptakan kenyamanan hubungan suami dan istri.

Selain itu, masing-masing pihak, baik suami dan istri, sudah menetapkan hati dan tidak tertarik terhadap orang lain. Sehingga suami dan istri sama-sama sibuk dalam membangun hubungan rumah tangga yang nyaman dan harmonis dan tidak lagi terpengaruh dengan pihak di luar pernikahan.

Meskipun tidak mudah, namun ini adalah hal wajib yang perlu dilakukan oleh pasangan suami dan istri. Di mana pernikahan, sepasang kekasih mengikat janji suci untuk mencari kebaikan bersama. Lebih dari itu, sepasang suami istri saling mengasihi dan menjalankan syariat sesuai dengan agama.

Arti Mawaddah

Arti sakinah, mawaddah, warahmah dalam Islam yang akan dibahas selanjutnya adalah kata mawaddah. Dalam hal ini, kata mawaddah diartikan oleh ulama menjadi tiga hal. Pertama, mawaddah yang berarti jimak, yaitu sepasang suami istri perlu mencukupi kebutuhan batinnya (hubungan intim suami-istri) dengan baik sesuai dengan ajaran Islam.

Kedua, mawaddah yang diartikan sebagai cinta. Di mana Allah akan menjadikan cinta bagi siapa pun yang telah menemukan pasangan hidupnya. Rasa cinta tersebut dapat disalurkan dengan halal kepada pasangan resmi yang sudah terikat dalam sebuah pernikahan. Sehingga cinta yang dimiliki dan dibangun dalam sebuah rumah tangga adalah sebuah kebaikan untuk mendapatkan ridho dari Allah. Dalam ikatan pernikahan, Allah juga menjaga setiap pasangan dari perbuatan zina dan hal-hal yang dilarang agama.

Ketiga, mawaddah yang artinya cinta seorang suami kepada istri dan sebaliknya. Ketika sepasang laki-laki dan perempuan telah menikah dan berusaha menjalankan sakinah dalam rumah tangganya, maka selanjutnya Allah akan membuat rasa saling mencintai di antara keduanya agar sebuah tambatan. Di mana suami dan istri saling membutuhkan satu sama lain untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis.

Arti Warahmah

Arti sakinah, mawaddah, warahmah dalam Islam yang terakhir adalah makna dari kata warahmah. Dalam hal ini, warahmah dijelaskan melalui tiga makna. Arti warahmah yang pertama, bahwa setiap pasangan laki-laki dan perempuan yang telah menikah, Allah akan memudahkan keduanya untuk memiliki anak, sebagai bentuk rahmat kebaikan dari Allah. Keberadaan anak bisa menjadi ikatan hati dan cinta dari sepasang suami istri agar terus membangun rumah tangga yang baik sesuai syariat agama.

Kedua, warahmah berarti belas kasih, simpati, dan kemurahan hati dari Allah. Di mana Allah akan mengalirkan perasaan penuh kasih dan simpati pada pasangan suami istri yang terikat dalam sebuah pernikahan. Di mana masing-masing pihak, baik suami atau istri saling membantu meringankan pekerjaan dan bekerja sama sebagai wujud belas kasih dan simpati untuk membangun rumah tangga yang harmonis.

Ketiga, warahmah bermakna saling menjaga dari bahaya dan hal buruk lainnya. Bahwa Allah akan memudahkan sepasang suami dan istri agar saling menjaga satu dengan yang lain, saling melindungi dari bahaya dan keburukan yang mengancam. Sikap saling menjaga ini dilakukan dengan kadar yang cukup, tanpa mengurangi kepercayaan kepada pasangan.

Cara Mewujudkan Keluarga yang Sakinah, Mawwaddah, Warahmah

Keluarga adalah salah satu institusi terpenting dalam Islam. Dalam agama Islam, keluarga dianggap sebagai landasan utama bagi masyarakat yang harmonis dan stabil. Oleh karena itu, sangat penting bagi umat Muslim untuk menjaga dan mewujudkan keluarga yang harmonis.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan keluarga harmonis dalam Islam:

1. Komunikasi yang baik

Komunikasi yang baik merupakan kunci utama bagi keharmonisan dalam keluarga. Pasangan suami istri harus saling terbuka dan menghargai pendapat satu sama lain. Berdiskusi secara sehat akan membantu menyelesaikan masalah dengan baik dan mengurangi konflik dalam keluarga.

2. Salat bersama

Salah satu cara yang paling ampuh untuk menciptakan ikatan keluarga yang kuat adalah dengan salat bersama. Saat melaksanakan shalat berjamaah di rumah, keluarga akan merasakan kedekatan spiritual yang memperkuat ikatan emosional antara anggota keluarga. Menghabiskan waktu bersama-sama dalam ibadah tersebut juga dapat meningkatkan rasa saling mengasihi dan menghormati antar anggota keluarga.

3. Menghormati peran dan tanggung jawab masing-masing

Dalam Islam, setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. Menghormati peran ini akan membantu menjaga keseimbangan dan harmoni dalam keluarga.

Suami sebagai pemimpin keluarga harus memenuhi tanggung jawabnya dengan adil dan bijaksana, sementara istri harus menunjukkan ketaatan dan dukungan. Anak juga harus mematuhi dan menghormati orang tua serta menghormati batasan yang telah ditetapkan.

4. Mengutamakan keadilan

Keadilan adalah pokok penting dalam hubungan keluarga. Menyelesaikan perbedaan dan konflik dengan keadilan adalah kunci untuk mewujudkan harmoni. Tidak ada diskriminasi dan diskriminasi dalam memberikan kasih sayang, perhatian, dan perlakuan kepada anggota keluarga. Ketika setiap anggota keluarga diperlakukan dengan adil, maka kekarmonisan akan tercipta.

5. Menghargai dan mencintai satu sama lain

Salah satu aspek penting dalam mewujudkan keluarga harmonis dalam Islam adalah menghargai dan mencintai satu sama lain. Menghormati dan mencintai suami, istri, dan anak-anak adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh semua anggota keluarga. Dengan adanya rasa cinta dan penghargaan ini, keluarga bisa merasakan kebahagiaan dan keharmonisan yang sejati.

(mdk/ayi)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP